PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 52- Uluran tangan Tuan Muda Zhang


__ADS_3

............


...Jia Fei terus berjalan sepanjang trotoar. Pikirannya masih tertuju pada Shen Yuwen, sebentar lagi dia akan mendapatkan surat perceraian. Shen Yuwen benar-benar membuangnya dengan mudah. Mungkin dimasa depan keluarga Shen akan menjalin hubungan dengan keluarga Xin, dan Shen Yuwen akan menikah dengan Xin Qian....


...Dinginnya malam dan tetesan air hujan tidak lagi dia pedulikan. Hatinya lebih dingin dari ini. Dia terus berjalan ke arah halte Bus, dia tidak memiliki cukup uang tunai untuk menaiki Taxi. Dia harus segera menaiki bus dan mencari penginapan terdekat....


...Di sudut jalan terlihat sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di sebelah Jia Fei. Asisten Chen segera turun dari mobilnya dengan membawa payung....


..."Nona, hujan sedang deras, biarkan saya memberi anda tumpangan,"...


...Jia Fei mengernyitkan dahinya dia tidak mengenal pria ini. Kenapa tiba-tiba pria ini menawarkannya tumpangan....


...Seakan tersadar dari kesalahannya Asisten Chen segera memperkenalkan diri....


..."Ah, saya Asisten dari Tuan Muda Zhang, Anda bisa memanggil saya Asisten Chen, Tuan meminta saya untuk menjemput anda,"...


...Jia Fei menggelengkan kepalanya, kenapa Zhang Hongli tiba-tiba menjemputnya. Dia juga tidak ingin menyusahkan Zhang Hongli. dan juga tidak ingin berhutang budi, dia tidak akan bisa membayarnya....


..."Tidak perlu, aku akan naik bus saja,"...


...Asisten Chen tidak menyerah, ini adalah tentang hidup dan matinya dia harus berhasil membawa Nyonya Muda masa depannya. Jika tidak, dia tidak bisa membayangkan bagaimana Tuan Muda Zhang akan menghukumnya....


..."Nona, tolong masuk ke dalam mobil, biarkan saya mengantar anda, jika tidak, Tuan Muda akan menghukum saya karena tidak melakukan pekerjaan saya dengan baik,"...


...Jia Fei termenung sejenak dia mendengar gemuruh yang terus menyahut di langit malam. Jia Fei akhirnya mengangguk dan masuk ke dalam mobil....


...Asisten Chen menghela nafas lega, ketika dia mengatakan kepada Zhang Hongli, bahwa dia telah berhasil menemukannya, Tuan Mudanya segera meminta untuk membawa Nyonya Masa depannya ke Vila. Tunggu, dia bingung haruskan dia mulai memanggilnya Nyonya Muda dari sekarang. Atau haruskah dia tetap memanggilnya Nona. Dia juga tidak tau siapa nama calon Nyonya Mudanya ini. Haruskah sekarang dia bertanya, bukankah itu akan terlihat canggung....


...Asisten Chen masih terus termenung di pikirkan. Tiba-tiba sebuah suara lembut menyadarkannya....


..."Tuan, tolong antar kan saya ke halte bus,"...


...Asisten Chen menautkan alisnya. Tuan Muda memintanya untuk membawa ke Villanya, jika dia tidak berhasil dia pasti akan di hukum....


..."Tidak Nona, Tuan Muda meminta saya membawa anda ke Villanya. Hari sudah malam dan anda juga sudah basah kuyup. Sebaiknya untuk malam ini anda beristirahat di Villa Tuan Muda,"...


...Jia Fei termenung, apa yang di katakan Asisten Chen juga benar. Hari sudah malam dan dia basah kuyup. Jika naik bus dengan basah kuyup seperti ini dia juga merasa tidak enak....


..."Baiklah, Ucapnya....


..............


Villa Zhang Hongli

__ADS_1


...Ketika Zhang Hongli menerima telpon dari Asisten Chen, dia memutuskan untuk memutar arah dan kembali ke Villanya. Dia menyerahkan tugas kepada Asisten Chen untuk membawa Jia Fei ke Villa nya, dan dia akan menunggunya di Villa....


...Zhang Hongli terus melihat ke luar lewat jendela. Asisten Chen masih belum juga kembali. Mungkin harusnya dia sendiri yang menjemputnya tadi. Zhang Hongli mengacak rambutnya frustasi....


...Tepat setelah itu terdengar bunyi mobil di luar. Zhang Hongli segera berjalan ke luar rumah dan melihat Jia Fei yang turun dari mobil....


..."Ji-Er," Ucapnya....


...Jia Fei melihat Zhang Hongli yang berdiri, kemudian Jia Fei tersenyum ke arahnya. Perasaannya sedikit menghangat. Setidaknya masih ada orang yang peduli padanya....


...Jia Fei berjalan ke arah Zhang Hongli....


...Zhang Hongli memperhatikan Jia Fei, tubuhnya sudah basah kuyup. Jika di biarkan dia pasti akan terkena Flu....


..."Ji-Er, kau basah kuyup, ayo masuk aku akan menyiapkan air panas untukmu mandi,"...


...Jia Fei mengangguk saat ini dia tidak memiliki tenaga. Badannya juga terasa dingin dan lelah. Dia juga belum makan malam karena acara makannya terhenti dengan drama pasangan romantis antara Shen Yuwen dan Xin Qian....


...Sementara Asisten Chen terdiam mematung, apakah ini benar Tuan Mudanya. Bukannya dia begitu dingin terhadap wanita. Wanita-,wanita sebelumnya bahkan selalu dia tolak dan singkirkan. Tapi apa ini, tiba-tiba Tuan Mudanya begitu ramah terhadap seorang wanita. Bahkan dia ingin menyiapkan air panas untuk mandi. Apa matahari akan terbit dari barat. Dia masih tidak percaya....


...Jia Fei dan Zhang Hongli kemudian masuk ke dalam rumah di susul oleh Asisten Chen di belakangnya. Zhang Hongli segera pergi menyiapkan air panas untuk Jia Fei mandi. Dia berencana akan bertanya nanti. Kenapa Jia Fei terlihat seperti melarikan diri dari rumah. Apakah dia bertengkar dengan suaminya. Zhang Hongli memiliki banyak pertanyaan di kepalanya....


...Setelah selesai Zhang Hongli meminta Jia Fei untuk segera mandi, karena dia tidak ingin Jia Fei terkena flu. Jia Fei sudah terlalu lama berada di bawah guyuran air hujan. Setidaknya dia harus berendam di air hangat....


...Zhang Hongli membiarkan Jia Fei mandi terlebih dahulu. Dan dia memutuskan untuk kembali ke lantai bawah....


...Jia Fei turun ke lantai bawah, dia memakai pakaiannya yang lusuh. Warnanya sudah memudar. Namun bagaimana lagi hanya ini yang dia miliki....


...Jia Fei melihat Zhang Hongli yang sedang duduk di sofa, sementara Asisten Chen berdiri di belakangnya....


...Zhang Hongli tersenyum menatap ke arah Jia Fei yang berjalan menuruni tangga. Matanya bergerak dari atas hingga ke bawah. Jia Fei terlihat cantik meski tanpa riasan. Namun kemudian Zhang Hongli menyipitkan matanya. Baju apa yang Jia Fei pakai. kenapa begitu lusuh. Tunggu, apa itu masih layak untuk di pakai. Apa Jia Fei merasakan kehidupan yang sulit. Zhang Hongli merasakan ketidak nyamanan dalam hatinya...


...Asisten Chen juga tidak kalah terkejutnya Bahkan pembantu rumah tangganya memiliki pakaian yang bagus. Kenapa pakaian calon Nyonya Mudanya seperti ini....


...Jia Fei berdiri di hadapan Zhang Hongli. Dia menjadi gugup. Dia bingung apa yang harus dia katakan....


...Zhang Hongli menatap ketidaknyamanan di wajah Jia Fei. Dia kemudian menatap ke arah Asisten Chen....


..."Kenapa kau masih berdiri disini,"...


...Asisten Chen terkejut. Benar juga kenapa dia berdiri disini. Haruskah dia pergi sekarang, lalu pergi kemana, dia tinggal disini bersama Zhang Hongli dan mempersiapkan semua kebutuhannya. Sekarang Tuan Mudanya meminta dia untuk pergi. Haruskah dia kembali ke kamarnya atau tidur di hotel malam ini. Kenapa semakin tua dia menjadi orang yang tidak peka....


..."Saya akan pergi sekarang,"...

__ADS_1


...Asisten Chen kemudian berjalan ke arah kamarnya. Ketika beberapa langkah dia segera di hentikan oleh Zhang Hongli....


..."Kemana kau pergi,"....


...Zhang Hongli mengatakan dengan nada sarkasme. Sekretaris Chen merasakan tiba-tiba punggungnya menjadi dingin. Dia segera berbalik....


..."Maaf Tuan Muda, saya salah mengenali pintu keluar,"...


...Asisten Chen berjalan keluar, dia segera masuk ke dalam mobilnya. Dia menyeka keringat dingin yang keluar dari dahinya....


..."Bagaimana bisa selama bertahun-tahun aku bekerja dibawah Tuan Muda Zhang, dia sangat menyeramkan. Aku lupa bagaimana aku bisa bertahan selama ini,"...


..............


...Setelah kepergian Asisten Chen, tinggallah Zhang Hongli dan Jia Fei, suasana menjadi sangat canggung. Jia Fei kemudian membuka mulutnya....


..."Tuan Muda, terimakasih,"...


...Zhang Hongli segera menginterupsi...


..."Hongli, panggil aku Hongli,"...


...Jia Fei menjadi tergagap "Ah, Hongli, terimakasih,"...


..."Duduklah Jie-Er, sampai kapan kau akan berdiri seperti itu,"...


Zhang Hongli menatap Jia Fei yang terus menerus terlihat canggung.


...Jia Fei segera tersadar. "Ah, iya,"...


...Jia Fei menatap Zhang Hongli dengan lekat. Zhang Hongli mengenakan pakaian santainya. Terlihat lebih segar dan muda. Meski begitu Jia Fei yakin bahwa pakaian Zhang Hongli meski hanya satu potong pun dia tidak akan mampu membelinya....


...Zhang Hongli pria yang mengulurkan tangannya disaat Shen Yuwen bahkan membuangnya. Jia Fei tidak akan melupakan kebaikan Zhang Hongli. Ya, kelembutan dan kasih sayang seorang pria yang dia dapatkan hanyalah sedikit. Dia tidak memiliki pengalaman yang bagus soal pria. Satu-satunya pengalaman adalah dengan Shen Yuwen. Dan selama beetahun-tahun pria itu hanya memberinya bahu yang dingin dan segera membuangnya. Jadi disaat ada orang lain yang berlaku baik padanya secara alami dia merasa tersentuh. Kebaikan sekecil apapun akan dia ingat dalam benaknya....


...Mata Zhang Hongli menatapnya dengan lekat. Mata jernih yang memancarkan keagungan. Seolah mata itu bisa menyedot seseorang ke dalamnya....


..."Ji-Er, apa yang terjadi padamu, kenapa kau berkeliaran di luar disaat hujan begitu deras,"...


...Zhang Hongli memecah keheningan. Dia juga ingin tau apa yang terjadi pada gadis pujaannya....


...Jia Fei terdiam dia menggigit bibir bawahnya. Hatinya menjadi semakin pahit ketika kata-kata itu keluar dari Zhang Hongli....


...Jia Fei menjadi ragu, haruskah dia menceritakannya. Hal pribadi yang selama bertahun-tahun dia pendam sendiri. Haruskah dia mengatakan bahwa suaminya memiliki kekasih dan sekarang dia akan bercerai. Bagaimana dengan tanggapan Zhang Hongli. Apakah pria ini akan mengasihaninya. Ataukah pria ini akan mengejeknya....

__ADS_1


...Jia Fei ragu-ragu namun Zhang Hongli adalah pria yang mengulurkan tangan padanya. Dia juga adalah temannya. Sepertinya tidak masalah jika dia bercerita kepada Zhang Hongli. Dengan gugup dan nada gemetar Jia Fei berkata...


..."Aku...Aku akan bercerai,"Ucapnya....


__ADS_2