
.............
...Shen Yuwen berdiri mematung dia berusaha mencerna perkataan Jia Fei. Tiba-tiba kepalanya seolah berdengung. 'Ayo kita bercerai ' kata-kata itu terdengar simpel namun mampu membuat jantung Shen Yuwen berdegup kencang. Tiba-tiba dia merasa hatinya terhimpit. Selama beberapa saat hanya ada keheningan. Dan suara jam dinding yang seolah berdetak lebih keras....
...Shen Yuwen menggenggam erat cincin yang kini berada di tangannya. Dia merasakan amarah yang perlahan-lahan melaju hingga ke atas kepalanya....
..."Apa yang baru saja kau katakan,"...
...Shen Yuwen menatap Jia Fei dengan tatapan membunuh. Urat di dahinya terlihat menonjol. Jika tatapan bisa membunuh orang maka sudah di pastikan tubuh Jia Fei akan berlubang....
...Jia Fei sedikit mundur kebelakang, dia tidak mengira reaksi Shen Yuwen akan seperti ini. Bukankah pria ini tidak pernah mencintainya, kenapa dia harus marah. Namun dia sudah bertekad dan hatinya juga sudah tidak bisa menampung rasa sakit lagi....
...Dengan gemetar Jia Fei menatap ke dalam mata Shen Yuwen. Mata itu menunjukan rasa marah, dan kecewa. Kenapa dia merasa Shen Yuwen kecewa padanya, bukankah dia yang harusnya kecewa....
...Dia menatap dengan lekat, wajah Shen Yuwen terlihat sangat kelelahan. bahkan terdapat kantung hitam di bawah matanya. Dengan satu helaan nafas Jia Fei kembali berkata 'Mari Kita Bercerai '....
...Setelah kata-kata itu kembali keluar dari mulut Jia Fei, Shen Yuwen merasakan nafasnya memburu. Entah kenapa dia merasa sangat marah, bukankah harusnya dia senang, bukankah ini yang dia inginkan. Tapi kenapa dia merasakan perasaan sesak di hatinya....
...Jia Fei menunduk menyembunyikan air mata yang perlahan terjatuh, Pria ini, dia mencintainya selama lebih dari sepuluh tahun, namun perasaan itu selalu sepihak. Shen Yuwen tidak pernah mencintainya. Dan dia juga telah merenggut kebahagiaan Shen Yuwen. Dia adalah wanita egois, seharusnya dia melepas Shen Yuwen sedari dulu. Jia Fei buru-buru menghapus air matanya. Dialah yang salah disini, dia berusaha untuk tetap tenang. Meskipun saat ini perasaannya terasa berkecamuk....
..."Shen Yuwen, ayo kita bercerai saja, selama ini aku begitu egois menahan mu begitu lama di sisiku. Kau harus bahagia dengan wanita yang kau cintai. Aku juga bukan wanita bangsawan, selama ini aku selalu membuatmu malu. Maaf, selama ini aku belum bisa menjadi istri yang seperti kamu inginkan. Maaf, aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu,"...
...Jia Fei mengatakannya dengan nada yang gemetar, dia berhenti sejenak kemudian kembali melanjutkan,...
..."Shen Yuwen aku juga ingin bahagia,"...
...Jia Fei mengatakan kata-kata terakhir dengan air mata yang mengalir. Shen Yuwen hanya bisa terdiam. Dia menatap Jia Fei di hadapannya. Dia menatap air mata Jia Fei yang perlahan mengalir. Entah kenapa dia merasakan hatinya sakit, dia merasa seperti ingin menghapus air mata itu dan merengkuh Jia Fei dalam pelukannya. kata-kata Jia Fei, seakan menusuk tiap inci tubuhnya. Dia merasakan perasaan marah, kesal, sedih....
...Sedih, kenapa dia harus merasa sedih, bukankah dia tidak pernah menyukai Jia Fei. Apa dia sedih karena Jia Fei akan pergi. Kenapa dia harus merasa sesedih ini. Shen Yuwen juga tidak mengerti ada apa dengan dirinya....
...Xian Qian merasakan perasaan bahagia di hatinya, perasaan ini seperti ketika dia mendapatkan piala penghargaan menjadi model top dunia. Akhirnya setelah menunggu beberapa tahun pernikahan mereka Shen Yuwen akhirnya akan bercerai. Dan dia akan menjadi Nyonya Muda Shen....
..."Shen Yuwen, Jia Fei sepertinya sudah tidak sabar untuk bercerai denganmu dan hidup bersama pria itu,"....
...Shen Yuwen menyipitkan matanya menatap Jia Fei. Pantas saja setelah beberapa tahun menikah tiba-tiba dia ingin bercerai. Ternyata dia ingin bersama pria itu. Shen Yuwen merasa amarahnya seakan meledak....
..."Jia Fei, kau begitu ingin bercerai denganku dan pergi dengan pria asing itu, kenapa? apa pelayanannya sangat memuaskan. Hingga membuatmu sangat tidak sabar,"...
...Jia Fei tidak mengerti apa maksud dari ucapan Shen Yuwen. Siapa yang dia maksud dengan pria itu. Dan apa arti perkataan Shen Yuwen....
...Jia Fei menjadi terdiam dia tidak tau harus menjawab apa....
__ADS_1
...Shen Yuwen semakin marah dengan diamnya Jia Fei, ini berarti ucapannya sudah di konfirmasi. Jia Fei benar-benar sudah bersama pria lain. Shen Yuwen membayangkan Jia Fei yang sudah tidur bersama pria lain. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa jijik di matanya. Perasaan sedih sebelumnya seolah menghilang begitu saja. di gantikan dengan rasa jijik dan juga kesal....
..."karena kau sudah tidak sabar untuk bersama pria itu, aku akan mengabulkannya. Oh jangan lupa, kau itu wanita miskin aku akan memberikan kompensasi uang cerai padamu,"...
...Shen Yuwen mengatakannya dengan lancar dan dengan nada dingin, dia benar-benar merasa jijik sekarang....
...Jia Fei segera menggeleng, "Itu tidak perlu,"...
...Xin Qian merasa kesal, Jia Fei berusaha jual mahal. Padahal Shen Yuwen sudah berbaik hati untuk memberinya uang cerai, namun dia langsung menolaknya. Atau apakah ini strategi agar Shen Yuwen membatalkan perceraiannya. Apapun alasannya Xin Qian tidak akan membiarkan Jia Fei menguasai Shen Yuwen. Shen Yuwen adalah miliknya dan hanya dia yang pantas menjadi Nyonya Muda Shen....
..."Jia Fei, hidupmu begitu sulit Shen Yuwen sudah berbaik hati dengan memberimu uang perceraian. Kenapa kau menolaknya. Ah, aku lupa kau sudah bersama pria kaya raya tentu kau tidak perlu lagi bantuan dari Shen Yuwen,"...
...Shen Yuwen semakin mengepalkan tangannya mendengarkan kata-kata Xin Qian. Jia Fei adalah wanita miskin juga rendahan. Dia menjadikan dirinya wanita simpanan pria lain saat dia sudah menikah dengannya....
..."Aku akan mengirimkan dokumen perceraiannya segera padamu,"...
...Jia Fei sudah dihina sedemikian rupa, jika orang lain yang menghinanya dia selalu merasa baik-baik saja. Dia bukan wanita bangsawan. Tidak bisa memberikan Shen Yuwen wajah untuk menghadapi semua orang Dia sangat tau itu, karena itu dia tidak pernah meminta apapun juga tidak pernah meminta di kenalkan kepada siapapun. Dia tidak ingin Shen Yuwen kesusahan dan tidak ingin Shen Yuwen merasa malu....
...Selama ini jika ada pertanyaan yang menyangkut siapa sebenarnya istri sah Tuan Muda Shen Yuwen, dia hanya bisa berdiri di sana dan menatap Shen Yuwen dari kejauhan. Dia tidak akan muncul dan mengklaim dirinya sebagai Nyonya Muda Shen, dia tau wanita miskin seperti dirinya tidak pantas....
...Karena itu dia berusaha menjadi istri yang baik, dengan berusaha melayaninya. Dia tidak akan melakukan apa yang Shen Yuwen tidak sukai. Jika Shen Yuwen memintanya diam dia akan diam sepanjang waktu. Dia akan melakukan apa yang Shen Yuwen inginkan. Bahkan jika semua orang di dunia meninggalkan Shen Yuwen maka dia tidak akan pernah meninggalkannya....
...Jika Shen Yuwen menjadi seorang petani dia juga akan membantu Shen Yuwen menanam tanaman di bawah terik sinar matahari. Jika Shen Yuwen menjadi seorang pedagang maka dia akan membantunya di toko kecil mereka. Namun Shen Yuwen tidak pernah menginginkan wanita yang seperti dirinya. Status sosialnya begitu jauh. Dimasa depan jika dia kembali mencintai seorang pria maka dia harus menemukan pria yang biasa dan dari keluarga yang biasa....
...Jia Fei mengangguk mengerti dengan ucapan Shen Yuwen. Dokumen perceraiannya akan dikirimkan segera, sebentar lagi dia akan menjadi janda. Dia mungkin akan di cemooh karena bercerai di usia muda. Tidak masalah semua akan baik-baik saja. Jia Fei membayangkan wajah kedua orangtuanya yang tersenyum, kesedihannya sedikit terangkat. Tidak masalah orangtuanya dan keluarganya masih akan menerimanya....
...Jia Fei kemudian membungkuk mengucapkan selamat tinggal dan berjalan pergi. Ketika dia baru beberapa langkah. Jia Fei di hentikan oleh suara Xin Qian....
..."Tunggu,"...
...Jia Fei berhenti melangkah dan menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Xin Qian berjalan ke arahnya dengan langkah yang besar. Dan berhenti tepat di hadapan Jia Fei....
..."Jia Fei bagaimana aku tau jika kau tidak mencuri barang-barang dirumah ini,"...
...Jia Fei menatap tidak percaya...
..."Aku tidak mencuri apapun,"...
...Xin Qian tersenyum sinis kearah Jia Fei....
..."Mungkin saja kau membawa beberapa barang berharga di dalam koper mu,"...
__ADS_1
...Xin Qian kemudian menatap ke arah Shen Yuwen, seolah meminta persetujuan...
..."Shen Yuwen, terakhir kali dia berusaha mencuri kalungku. Bukankah tidak mungkin baginya untuk mencuri barang-barang yang lain. Bagaimana jika kita menggeledah kopernya,*...
...Shen Yuwen terdiam, sebenarnya dia tidak setuju. Dia sudah hidup bersama Jia Fei selama beberapa tahun. Wanita itu tidak mungkin mencuri barang-barang dirumah ini. Namun jika dia mengingat kalung Xin Qian yang dicuri Jia Fei. Tidak ada salahnya bukan jika dia membuktikannya....
...",Jia Fei, jika kau tidak mencurinya, kenapa kau tidak memperlihatkan isi koper mu,"...
...Jia Fei terdiam, begitu kah dia di mata Shen Yuwen, tidak lebih dari seorang pencuri....
...Xian Qian tidak menunggu jawaban Jia Fei. Dia kemudian mengambil paksa koper Jia Fei dan langsung membukanya. Dia mengeluarkan semua isinya....
...Shen Yuwen memperhatikannya dari samping. Xin Qian benar-benar menggeledahnya. Jia Fei tidak punya waktu untuk melawan. Dia melihat seluruh isi kopernya di keluarkan....
...Xin Qian tersenyum mengejek, seperti yang dia harapkan dari seorang wanita miskin, semuanya adalah sampah, tidak ada yang istimewa. Sebenarnya dia melakukannya untuk mempermalukan Jia Fei. Dan dia sudah berhasil....
...Shen Yuwen terdiam menatap semua barang-barang yang berserakan di lantai. Semua adalah barang-barang Jia Fei. Dan barang-barang itu terlihat tidak ada yang bagus. Semuanya sudah lusuh. Juga tidak ada gaun yang pernah dia belikan. Shen Yuwen mengepalkan tangannya....
..."Kemana gaun yang pernah aku belikan,"...
...Jia Fei buru-buru membereskan kembali barangnya. Shen Yuwen mungkin takut jika dia membawa barang-barang yang pernah dia berikan padanya....
...Jia Fei tidak menjawabnya. Perlahan dia kembali ke kamarnya, dia membawa semua barang-barang yang pernah Shen Yuwen berikan padanya. Dia sudah menyimpannya dengan rapi. Dia membawanya kehadapan Shen Yuwen dan Xin Qian....
...Jia Fei membawa dua buah kantung belanjaan yang terdiri dari gaun dan juga sepasang sepatu. kemudian dia membawa kembali kartu kredit yang pernah Shen Yuwen berikan padanya. Dan juga satu buah kotak yang dia bungkus dengan kain putih. Shen Yuwen menyipitkan matanya menatap semua barang-barang dan sebuah kotak yang baru pertama kali dia lihat. Dengan tenang Jia Fei memberikan satu persatu barangnya....
..."Ini gaun dan sepasang sepatu yang pernah kau berikan ketika kita pergi ke rumah keluargamu, dan ini kartu kredit aku sudah tidak membutuhkannya. Aku menggunakannya tidak lebih dari uang belanja bulanan yang selalu kau berikan padaku. Aku tidak pernah menggunakannya untuk hal lain. Untuk cincin aku sudah memberikannya. Dan ini...,"...
...Jia Fei mengigit bibir bawahnya menyerahkan sebuah kotak kepada Shen Yuwen. Shen Yuwen membuka kotak tersebut. Isinya hanya beberapa ikat rambut, dan beberapa gantungan ponsel. Shen Yuwen menautkan alisnya. Jia Fei segera berkata....
..."Selama pernikahan kita, semua itu adalah barang yang pernah kau berikan padaku. Selebihnya adalah hasil jerih payahku. Aku berterimakasih untuk semua hadiahnya. Sekarang aku sudah tidak memiliki urusan. Kita sudah tidak ada hubungan. Aku akan pergi,"...
...Jia Fei melangkah dengan mantap. Dia menghela nafas berat. Hatinya terasa sesak. Namun dia harus segera pergi. Dia tidak pernah di sambut disini....
...Shen Yuwen menatap kosong ke arah kotak yang di pegang. Semua adalah barang-barang yang tidak berharga. Dia ingat saat itu dia membeli hadiah untuk Xin Qian. Dan dia mendapatkan beberapa barang sebagai bonus. Barang-barang yang tidak berharga ini dia berikan kepada Jia Fei. Namun wanita itu bahkan membungkusnya dengan kain. Seoolah ini adalah barang yang sangat berharga. Shen Yuwen merasakan sesak di dadanya. Dia pasti sudah memperlakukan Jia Fei dengan sangat buruk. Dia merasa seperti jantungnya terjepit sesuatu. Namun tidak lama Shen Yuwen di sadarkan oleh ucapan Xian Qian....
..."Shen Yuwen, apa kau baik-baik saja,"...
...Xian Qian merasakan kekesalan di hatinya, Shen Yuwen seolah menyesali keputusannya untuk bercerai dengan Jia Fei. Dia tidak bisa membiarkan Shen Yuwen merubah pikirannya....
...Shen Yuwen menggelapkan kepalanya, dia tidak boleh menyesal, ini adalah kesempatannya. Jia Fei sudah meminta bercerai dan dia sudah menyetujuinya. Dia tidak boleh goyah. Dia tidak akan membiarkan dirinya menyesal....
__ADS_1