
...........
...Jika di Beijing sedang terjadi berita heboh, berbeda dengan di Amerika Jia Fei saat ini sedang berada di sebuah apartemen suite. Dia menyesap coklat panas dan membuka tabnya, dia membaca berita yang akhir-akhir ini heboh di kota Beijing. Dia membaca dengan tenang tidak ada emosi di sana. Dia sudah merelakan semuanya. Dan dengan tulus mendoakan agar kedua orang itu bahagia....
...Jia Fei memakai gaun selutut dengan motif brokat di bagian bawahnya. Tidak ada lagi pakaian lusuh, atau kaus sederhana yang selalu dia pakai. Semua kebutuhannya sudah di siapkan oleh Zhang Hongli. Dan semua adalah kualitas terbaik. Pakaian mahal yang dia kenakan bahkan dia tidak pernah membayangkannya. Dalam mimpi pun dia tidak pernah memimpikannya....
...Zhang Hongli menepati semua ucapannya. Saat dia baru tiba dia di minta tinggal bersamanya di Villa yang Zhang Hongli tinggali, namun dia segera menolak, dia belum menikah dengannya meskipun di negara barat aturan seperti ini sedikit longgar. Namun bagi Jia Fei, ini tidak baik, karena itu Zhang Hongli membelikannya sebuah apartemen mewah, yang terletak tepat di gedung seberang Villanya. Tujuannya tidak lain karena dia tidak ingin jauh-jauh dengan Jia Fei....
...Dia bahkan berpikir untuk pindah dan tinggal di sebelah apartemen Jia Fei, atau dia bisa tinggal di apartemen gedung sebelah dan tinggal di lantai yang sama. Agar ketika dia membuka jendela dia bisa memandang Jia Fei tepat langsung dari jendela kamarnya. Jia Fei merasa jika Zhang Hongli melakukan hal seperti itu dia akan terlihat seperti seorang penguntit. Akhirnya Zhang Hongli menyerah dan membiarkan Jia Fei tinggal di sana, sementara dia tinggal di Villanya. Dengan syarat Jia Fei harus makan pagi bersama, makan siang bersama dan makan malam bersama....
...Jia Fei hanya menggelengkan kepalanya, Zhang Hongli terlalu mendominasi. Karena itu setiap pagi dia membuat sarapan untuk dua orang, dan membuat makan siang, kemudian Zhang Hongli akan datang ke apartemennya dan makan siang bersama. Karena kebetulan kantornya tidak jauh dari apartemennya. Namun tadi pagi Zhang Hongli mengatakan bahwa dia ingin makan siang di kantor, jadi dia meminta Jia Fei untuk mengantarkan makanan ke kantornya. Semakin di pikirkan Jia Fei menjadi curiga. Kenapa semua selalu berdekatan dengan Zhang Hongli, dari mulai Villa hingga kantornya. Jadi dia akan mudah sekali melihat Zhang Hongli, dan ini membuat Jia Fei sedikit tidak nyaman....
...Jia Fei merias dirinya di cermin, wajah mungil seukuran telapak tangan. wajahnya putih dan halus. Dia kemudian menyisir rambutnya. Dia suka sekali rambut alami kecoklatan nya itu karena dia tidak usah mewarnainya lagi. Jia Fei membuat rambutnya sedikit bergelombang di bagian bawah. Dia memakai bedak tipis dan memakai lipstik yang tidak mencolok, Jia Fei tersenyum dia sekarang terlihat jauh lebih baik setelah bercerai dengan Shen Yuwen. Entah dia harus merasa bersyukur atau merasa sedih karena pernikahannya berakhir begitu saja. Jia Fei menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin lagi mengingat masa-masa kelam. Dia sudah melakukan segala yang dia bisa, dia mempertaruhkan segala yang dia miliki, namun balasannya adalah kekejaman dunia....
...Jia Fei kemudian berjalan ke arah sofa dan mengambil mantel yang cukup tebal. Dia memakai sepatu but dengan hak yang tidak terlalu tinggi, di Amerika sudah mendekati winter. Dan udara sudah terasa sangat dingin hingga masuk ke tulangnya. Kelembaban udara sudah sedikit menurun. Ini karena akhir tahun akan segera datang....
...Jia Fei turun dari Apartemen dan membawa bekal yang dia siapkan. Zhang Hongli sangat suka makanan buatannya. Dia bahkan bisa menghabiskan beberapa piring. Dia menjadi sedikit khawatir bagaimana jika Zhang Hongli kembali menjadi gemuk, bukan karena dia tidak suka jika Zhang Hongli menjadi gemuk, hanya saja Jia Fei berpikir bahwa Zhang Hongli sekarang selalu terlihat mempesona dengan tubuh rampingnya....
...Jia Fei berjalan kaki, karena mayoritas disini juga melakukan hal yang sama. Jika jarak tidak terlalu jauh maka mereka akan memilih berjalan kaki dan mereka berkata bahwa berjalan kaki itu sehat. Jika jaraknya jauh maka mereka akan menggunakan kendaraan mereka....
...Setelah beberapa menit Jia Fei tiba di kantor Zhang Hongli, dia kemudian menghampiri meja resepsionis. Dia menanyakan apakah Presdir Zhang berada di ruangannya. Jia Fei lupa tidak membawa ponsel jadi dia tidak bisa menghubungi Zhang Hongli....
...Namun si wanita yang menjadi seorang resepsionis ini malah menatap Jia Fei dengan tatapan mencemooh. Dia menatap Jia Fei dan kemudian menilainya. Sudah banyak sekali wanita yang tiba-tiba datang dan menanyakan Zhang Hongli, dia menjadi semakin kesal, terakhir kali bahkan seorang model dari Beijing bahkan berani membuat skandal dengannya. Dia merasa bahwa para wanita sskarang sungguh luar biasa. Mereka pikir Tuan Muda Zhang akan menyukainya, sungguh pemikiran yang konyol. Mereka terlalu berhalusinasi....
..."Nona, apa anda sudah memiliki janji dengan Tuan Muda,"...
__ADS_1
...Jia Fei mengangguk membenarkan....
..."Aku sudah memiliki janji,"...
...Si wanita yang menjadi resepsionis semakin mencibir....
..."Nona, sudah banyak sekali wanita yang mengaku memiliki janji dengan Tuan Muda, bahkan sebagian dari mereka mengatakan bahwa mereka dekat dengan Tuan Muda, tapi apa Nona tau apa yang Tuan Muda Zhang lakukan, dia membuat para wanita itu bahkan tidak bisa lagi menatap dunia dengan benar. Jadi Nona sebaiknya anda pergi, sebelum saya memanggil petugas keamanan untuk mengusir anda,"...
...Jia Fei terkejut, mengapa jadi seperti ini, dia hanya ingin mengantarkan makanan untuk Zhang Hongli. Akhirnya Jia Fei menyerahkan kotak bekalnya kepada resepsionis itu....
..."Tuan Muda Zhang mengatakan ingin makan di kantor, jadi saya membawanya, jika saya tidak bisa masuk, tolong bisakah anda memberikan makanan ini, pastikan ini sampai di meja Tuan Muda Zhang,"...
...Resepsionis itu melirik kotak bekal dengan tatapan jijik....
..."Nona saya sarankan agar anda tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti ini. Tuan Muda Zhang tidak akan menyukai masakan rumahan seperti ini. Setiap hari menu makannya sudah di siapkan oleh koki yang handal. Tuan Muda tidak akan menerima semua ini, jadi sebaiknya anda bawa kembali,"...
...Resepsionis yang melihat Jia Fei masih berdiri di hadapannya menjadi semakin tidak sabar. Dia kemudian memanggil petugas keamanan untuk mengusir Jia Fei. Tepat ketika petugas keamanan itu akan menyentuh tangan Jia Fei untuk membawanya keluar. sebuah suara berat dari belakang menghentikan mereka....
..."Ji-Er,"Ucapnya....
...Zhang Hongli datang dengan beberapa petinggi perusahaan di sampingnya. Dan juga seseorang yang terlihat seperti orang timur tengah. Ternyata Zhang Hongli sedang mengantar rekan bisnisnya keluar dari kantor. Secara tidak sengaja dia melihat Jia Fei yang sedang di hampiri petugas keamanan. Zhang Hongli menghampiri Jia Fei....
..."Ji-Er, kau datang,"Ucapnya....
...Zhang Hongli mengatakannya dengan senyuman paling lembut yang dia bisa. Semua orang menahan nafas, mereka tidak percaya dengan penglihatan mereka. Para petinggi bahkan membuka mulutnya dan menatap tidak percaya. Tuan Muda Zhang tersenyum pada wanita....
__ADS_1
...Zhang Hongli menatap Jia Fei yang memakai mantel tebal sepertinya di luar sangat dingin. Dia memperhatikan penampilan Jia Fei yang terlihat seperti peri yang murni....
..."Ji-Er, sepertinya di luar sangat dingin, kenapa kau tidak memakai pakaian yang lebih hangat lagi,"...
...Zhang Hongli tersenyum hangat menatap wajah cantik Jia Fei, dia menyelipkan anak rambut Jia Fei yang sedikit terlihat berantakan. Dia juga melihat sedikit keringat di dahi Jia Fei, sepertinya Jia Fei berjalan kaki dari apartemennya. Tatapannya kemudian beralih pada kotak bekal yang di bawa Jia Fei. Zhang Hongli semakin tersenyum cerah....
...Semua orang hanya bisa menganga dengan pemandangan yang bisa di bilang ajaib. Zhang Hongli yang dingin tiba-tiba saja begitu lembut terhadap wanita. Jadi siapa wanita ini, yang bahkan bisa membuat Zhang Hongli seperti remaja yang baru saja jatuh cinta....
...Jia Fei menatap Zhang Hongli kemudian mengatakan....
..."Aku datang karena kau mengatakan ingin makan siang di kantor, tapi resepsionis itu tidak membiarkan aku masuk, meskipun aku mengatakan aku sudah memiliki janji denganmu tapi dia tidak mempercayainya. Jadi dia meminta petugas keamanan untuk membawaku keluar,"...
...Ketika kata-kata dari Jia Fei terdengar di telinga Zhang Hongli, dia merasakan darahnya mendidih. Beraninya dia menggertak wanitanya. Dan dia bahkan ingin mengusirnya....
...Saat ini Jia Fei terlihat seperti kucing yang tidak berdaya, dan juga terlihat seperti anak kecil yang mengadu pada Ayahnya....
...Zhang Hongli berjalan ke arah resepsionis itu dia menatapnya dengan tajam kemudian mengatakan....
..."Kau ingin mengusir wanita Zhang Hongli, apa kau memiliki nyali yang cukup besar. Lihat dia baik-baik, dia adalah wanitaku, dia bukan orang yang bisa kau sentuh, bukan orang yang bisa kau singgung, Siapa kau hingga berani memarahi wanita Zhang Hongli bahkan berani mengusirnya. Kau tidak punya syarat untuk melakukan itu. Jadi sekarang kemasi barang mu, aku tidak ingin melihat mu masih berada di Group Zhang,"...
...Zhang Hongli kemudian mengalihkan pandangannya kepada petugas keamanan. Dia dengan dingin berkata....
..."Kalian harus merasa bersyukur, aku menghentikan kalian ketika kalian ingin menyentuh tangan wanitaku, jika tidak, mulai hari ini aku pastikan kalian akan kehilangan tangan kalian,"...
...Semua orang yang mendengar kemarahan Zhang Hongli hanya bisa merinding dan menundukkan kepalanya, kemarahan Tuan Muda Zhang terlalu mengerikan. Sementara wanita yang menjadi resepsionis hanya bisa menangis....
__ADS_1
...Jia Fei merasa bahwa tindakannya salah, harusnya dia tidak mengatakan seperti itu, dia tidak tau jika Zhang Hongli akan marah seperti ini hanya karena dirinya....