
............
...Setelah Shen Yuwen pergi dinas. tinggallah Jia Fei dan Xin Qian di rumah, Seperti Xin Qian pada dasarnya dia bersikap seolah dialah Nyonya rumah, dia hanya duduk manis dan menikmati segala kemewahan, sedangkan Jia Fei seperti pembantu yang melayani segala keperluannya. Xin Qian juga terkadang meminta sesuatu yang tidak masuk akal, dan lagi-lagi Jia Fei harus melakukannya. Selama beberapa hari dia harus tahan. Jia Fei juga sudah memikirkan prihal perceraian. Mungkin ketika Shen Yuwen kembali dia akan membahasnya....
...Seharian Jia Fei di buat lelah oleh Xin Qian. Dan sekarang dia melihat Xin Qian yang sepertinya hendak keluar rumah, dia mengenakan dress mini ketat pada tubuhnya. Tidak lupa sepatu hak tinggi dan tas tangannya. Jia Fei tidak tau kemana Xin Qian akan pergi di malam hari dan itu juga bukan urusannya. Ini juga pertama kalinya Jia Fei melihat Xin Qian keluar rumah di malam hari. Selama ini dia selalu diam di rumah dan ketika dia ingin keluar rumah dia akan pergi bersama Shen Yuwen....
...Jia Fei melihat punggung Xin Qian yang semakin menjauh. Dia menghela nafas lega, setidaknya dia sudah tidak akan di repot kan oleh Xin Qian....
...Jia Fei berbaring di tempat tidurnya. Dia melihat ponselnya dan terdapat beberapa pesan serta panggilan telfon yang tidak terjawab. Dia melihat nama Zhang Hongli di-sana, Jia Fei terlalu sibuk hingga bahkan melihat ponsel pun dia tidak punya waktu. Dia membaca satu persatu pesan singkat Zhang Hongli, dia tersenyum cerah, Zhang Hongli mengiriminya berbagai pesan yang lucu. Setelah pergi bersamanya saat itu dia tidak lagi bertemu Zhang Hongli dan juga tidak berkomunikasi dengannya. Zhang Hongli akan berada di Beijing selama seminggu dan ini sudah beberapa hari. Jadi tinggal beberapa hari lagi sebelum Zhang Hongli kembali ke Amerika....
...Jia Fei tidak bisa bertemu Zhang Hongli untuk saat ini, terakhir kali dia pergi aksinya kepergok Shen Yuwen dan juga Nyonya Shen. Dia harus lebih berhati-hati. Jadi Jia Fei memutuskan untuk tidak bertemu dengan lawan jenis selama dia masih bersama Shen Yuwen. Dia juga memutuskan untuk bercerai dengan Shen Yuwen, dia sudah merasa lelah. Mungkin keluarga Shen akan menentangnya namun keluarganya pasti akan mendukungnya....
...Dia juga sudah tidak memiliki alasan untuk bertahan. Nyatanya selama bertahun-tahun hanya dia yang mencintai Shen Yuwen. Sedangkan Shen Yuwen bahkan tidak pernah menatapnya. Perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan kepada Shen Yuwen, juga rasa cintanya seolah lelucon bagi Shen Yuwen. Sudah saatnya dia melupakan apa yang tidak bisa dia dapatkan. Jika kebahagiaan dengan Shen Yuwen tidak dia dapatkan, mungkin kebahagiaannya bukan dengan Shen Yuwen....
...Jia Fei menghela nafas berat. Dia kemudian mengirimkan pesan dan meminta maaf kepada Zhang Hongli....
.............
Di Villa
...Zhang Hongli duduk di sofa, dia memejamkan matanya. sudah beberapa hari dia tidak mendapat kabar dari Jia Fei. Terakhir kali dia bertemu Jia Fei adalah ketika dia pergi ke taman bermain. Dia sudah mengirimkan beberapa pesan juga sudah menghubunginya, namun Jia Fei tidak pernah mengangkat telfon nya. Dia juga tau Jia Fei sudah menikah mungkin ini juga alasannya. Dia tidak bisa memaksa Jia Fei juga tidak bisa menemuinya. Zhang Hongli merasakan nyeri di hatinya. Dia akan kembali ke Amerika selama beberapa hari lagi....
...Jika saja Jia Fei memintanya tinggal di Beijing, dia mungkin akan tinggal disini. Zhang Hongli merasa hubungannya dengan Jia Fei tidak ada yang berubah, meski dia bertemu dengan Jia Fei, namun Jia Fei sudah memiliki suami. Juga dia ingin memperjuangkan cintanya namun dia juga seperti tidak memiliki kesempatan. Haruskan dia melupakan Jia Fei....
...Zhang Hongli menghela nafas berat. tiba-tiba suara dering ponsel membuyarkan lamunannya. Zhang Hongli menatap sekilas kemudian mengangkatnya....
..."Halo,"...
...Zhang Hongli tidak tau kenapa tiba-tiba Ibunya menelfon. Dia merasa tidak membuat skandal jadi kenapa Ibunya tiba-tiba menelfon. Apa karena dia pergi ke Beijing selama seminggu....
..."Zhang kecil, Ibu dengar kau pergi ke Beijing selama seminggu, apa perusahaan di sana benar-benar dalam masalah sampai kau harus turun tangan,"...
...Zhang Hongli berpikir sejenak, "Hm," ada apa tiba-tiba Ibu menelfon, tidak mungkin jika hanya karena aku pergi ke Beijing,"...
...Nyonya Zhang merasa seperti tidak bisa menipu anaknya. Dia menelfon karena memang ada yang ingin dia bicarakan dengan Zhang Hongli prihal pasangan hidupnya. Dia merasa Zhang Hongli sudah saatnya menikah, atau setidaknya memiliki kekasih, Zhang Hongli sering kali menghindari topik tentang pasangan, juga Zhang Hongli selalu menolak ketika dia mencoba untuk menjodohkan nya....
__ADS_1
...Namun dia merasa kali ini Zhang Hongli pasti tidak akan menolak. Pasalnya yang akan menjadi istri Zhang Hongli adalah Mayleen. Mayleen sudah bekerja bersama Zhang Hongli selama beberapa tahun. Juga kepribadiannya dan status sosialnya cukup memuaskan. Nyonya Zhang merasa tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak Mayleen sebagai menantunya. Dan Zhang Hongli juga pasti akan menerima....
..."Ibu menelfon karena ingin mengatakan sesuatu, ini menyangkut pasangan hidupmu,"...
...Zhang Hongli mengerutkan keningnya. Dia merasa akhir-akhir ini Ibunya sangat sensitif. Dia merasa Ibunya lebih sering mengatakan tentang 'pasangan' selama beberapa hari ini....
..."Bu, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak ingin dengan siapapun yang ibu akan jodohkan, biarkan semuanya mengalir, jika sudah waktunya aku akan berumah tangga, (ketika aku sudah melupakan Jia Fei)"...
...Zhang Hongli mengatakan kalimat terakhirnya dalam hati....
...Nyonya Zhang terdiam mendengar ucapan anaknya. Dia tau bahwa selama ini Zhang Hongli mencintai seorang wanita namun wanita itu kini telah menikah....
...Dia sangat tau, jika anaknya sangat tersiksa ketika mengetahui gadis pujaannya menikah dengan pria lain. Saat itu dia tidak terlalu mengerti karena Zhang Hongli juga tipe orang yang memendam semua masalah seorang diri. andai saja saat itu Zhang Hongli mengatakan padanya jika dia ingin menikahi seorang gadis, dia pasti akan langsung terbang dari Amerika ke Beijing guna melamar gadis itu untuk anaknya....
...Namun sekarang nasi sudah menjadi bubur. Dia tidak mungkin melamar gadis yang sudah memiliki suami. Anaknya juga harus bahagia....
..."Zhang kecil, apa kamu masih belum bisa melupakan cinta pertamamu," Nyonya Zhang mengatakannya dengan nada sedih....
...Zhang Hongli tertegun mendengar ucapan Ibunya, dia memang belum bisa melupakan Jia Fei. Zhang Hongli terdiam dia tidak bisa menjawab yang di katakan Ibunya adalah benar. Dia juga tidak bisa menyangkal....
...Nyonya Zhang menghela nafas, dia tidak ingin anaknya seperti ini terus, dia juga harus bertemu seorang wanita yang baik dan hidup bahagia....
..."Zhang kecil, tidakkah ini sudah terlalu lama, Ibu khawatir padamu, harusnya kau sudah menikah dan hidup bahagia, semua kejadian dan perasaan di masa lalu sebaiknya kau lupakan, semua orang pernah mengalami cinta pertama, tapi tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan hingga membatasi dirimu sendiri. kau juga harus bahagia dengan orang lain. bukankah wanita itu sudah menikah, relakan saja mungkin dia bukan jodohmu,"...
...Zhang Hongli mendengarkan ucapan Ibunya, 'Mungkin dia bukan jodohmu' Zhang Hongli tersenyum pahit. Mungkin benar kata Ibunya dia harus melupakan Jia Fei. Dia disini hanya tinggal beberapa hari. Dia berharap ketika dia akan pergi lagi ke Amerika dia bisa melihat Jia Fei untuk yang terakhir kalinya. Jika Jia Fei memang bukan jodohnya, dia hanya berharap bahwa dimana pun Jia Fei, gadis itu akan selalu bahagia....
..."Aku mengerti, Ibu tidak perlu khawatir, tapi aku harap Ibu jangan lagi menjodohkan aku dengan siapapun, biar aku sendiri yang mencari. Terlepas dari siapapun wanita yang aku inginkan, aku berharap dimasa depan Ibu tidak akan menentangnya,"...
...Nyonya Zhang memijit pelipisnya padahal dia ingin memberitahu bahwa dia akan menjodohkannya dengan Mayleen, namun sebelum dia berucap Zhang Hongli sudah mengatakan agar tidak menjodohkannya dan akan mencari pasangannya sendiri. Jadi apa yang harus dia katakan kepada keluarga Mayleen....
..."Baiklah, Ibu mengerti, jika masalah di sana sudah selesai segeralah pulang, tidak ada alasan untukmu lebih lama di sana,"...
...Zhang Hongli mengerti ke khawatiran Ibunya, "Aku mengerti," Ucapnya....
...panggilan telfon segera terputus. Ketika Zhang Hongli ingin menaruh kembali ponselnya dia kejutkan dengan sebuah notifikasi pesan. Zhang Hongli membukanya ternyata dari Jia Fei....
__ADS_1
...Zhang Hongli membaca beberapa baris kalimat yang di katakan Jia Fei. Dia meminta maaf karena beberapa hati ini tidak bisa membalas pesannya. Dan sangat berterimakasih untuk hari itu....
...Zhang Hongli mengerti dia kemudian membalas pesan Jia Fei....
...To Jia Fei...
..."Jie-Er, aku akan kembali ke Amerika dalam beberapa hari. Aku ingin bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya, aku tidak tau kapan aku akan kembali lagi ke Beijing, juga ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, jadi bisakah kita bertemu saat sebelum aku kembali ke Amerika?"...
...Zhang Hongli mengirimkan pesannya dan menunggu balasan dari Jia Fei, setelah beberapa saat Jia Fei membalas pesannya....
...From Jia Fei...
..."Baiklah, katakan padaku kapan waktunya,"...
...Zhang Hongli tersenyum mendapat balasan pesan dari Jia Fei, dan Jia Fei juga setuju untuk bertemu dengannya. Zhang Hongli berencana ketika dia bertemu kembali dengan Jia Fei, dia akan mengakui semua perasaannya selama ini kepada Jia Fei. Entah bagaimana reaksi Jia Fei nanti, yang terpenting dia sudah mengatakannya. Mungkin sekarang sudah terlambat namun dia memilih tidak menyesal di kemudian hari, dia takut menyesal jika dia tidak mengakuinya sekarang....
...Zhang Hongli segera membalas pesan Jia Fei...
...To Jia Fei...
..."Aku akan mengirimkan waktu dan tempatnya nanti,"...
...Zhang Hongli tersenyum dia akan reservasi sebuah restoran. Dia ingin makan malam romantis bersama Jia Fei. Mungkin ini menjadi yang terakhir, ketika dia menyatakan perasaannya nanti dia ingin memberikan kesan yang baik untuk Jia Fei. Zhang Hongli kemudian memutuskan untuk tidur lebih awal, dia berencana untuk mengunjungi perusahaannya esok hari....
..............
Rumah Jia Fei
...Jia Fei membaca pesan Zhang Hongli dan hatinya menjadi sedih, Zhang Hongli sebentar lagi akan kembali ke Amerika. Dan dia mengatakan kata 'untuk terakhir kalinya' karena Zhang Hongli tidak tau kapan akan kembali lagi ke Beijing....
...Zhang Hongli kini seperti bintang di langit dia tidak bisa menyentuhnya. Zhang Hongli begitu bersinar dan luar biasa tidak seperti dirinya. Dulu dia sangat dekat dengan Zhang Hongli. Pria gemuk yang selalu menjadi bahan tertawaan siswa lain karena berat badannya....
...Namun dia tidak menganggap Zhang Hongli bahan tertawaan. Justru Zhang Hongli sangat lucu dan baik. Zhang Hongli sering membawa berbagai macam makanan mewah untuk dirinya. Dan dia sangat bersyukur dengan itu. Namun ketika dia lulus dari sekolah Zhang Hongli seolah ditelan bumi, dia mendengar kabar Zhang Hongli pergi ke Amerika tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Dia sangat sedih saat itu dan menangis sepanjang malam....
...Sekarang Zhang Hongli akan kembali ke Amerika dan tidak akan bertemu dengan dirinya lagi. Jia Fei merasa sedih hatinya menjadi sedikit tidak rela. Mungkin karena Zhang Hongli teman baiknya. Atau karena Zhang Hongli adalah pria yang memperlakukannya dengan baik. Jia Fei juga tidak mengerti kenapa dia harus sesedih ini. Dia menggelengkan kepalanya guna mengusir Zhang Hongli dari pikirannya....
__ADS_1
............