
.............
...Ketika Jia Fei melangkahkan kaki dari gedung Stand Group. Dia mengingat kembali kenangan masa lalu. Benar, dia dan Shen Yuwen tidak pernah memiliki kenangan yang indah. Saat dia di permalukan di hadapan semua orang, Shen Yuwen hanya menatapnya datar kemudian mengalihkan pandangannya....
...Dimasa lalu dia begitu bodoh, dan menyedihkan. Seseorang pernah berkata cukup menjadi bodoh sekali, jangan menjadi bodoh untuk kedua kalinya. Dan jangan jatuh ke lubang yang sama. Itu adalah istilah-istilah yang sering dia dengar....
...Karena itu sekarang dia sangat menghargai Zhang Hongli, dia tau bagaimana rasanya di abaikan. Dia tidak akan memberikan luka yang sama pada Zhang Hongli. Memikirkan Zhang Hongli membuat hatinya menghangat Akhirnya Jia Fei pergi dari perusahaan Shen Yuwen....
...******...
...Sementara itu setelah Xin Qian di buat kesal oleh Shen Yuwen, dia memutuskan untuk kembali ke rumah, namun di tengah perjalanan dia memutuskan untuk mampir ke pusat perbelanjaan. Tidak lupa dia menutupi dirinya dengan memakai sebuah masker dan kaca mata hitam....
...Xin Qian tentu tidak ingin menjadi bahan gunjingan, dia merasa sudah cukup di permalukan. Sekarang ketika dia keluar rumah dia harus menyembunyikan dirinya....
...Namun ketika dia sedang berbelanja, tatapannya tertuju pada seseorang yang terlihat mirip Ayahnya....
...Ayahnya tidak kembali ke rumah keluarga Xin selama berhari-hari. Dan Ibunya selalu mengeluh padanya. Ayahnya mengatakan bahwa dia sedang pergi dinas keluar kota. Jadi mana mungkin Ayahnya berada disini....
...Namun ketika pria itu berbalik, wajah Xin menjadi pucat. Itu benar, itu adalah Ayahnya bersama dengan seorang wanita muda. Tangan Xin Qian bergetar dan wajahnya menjadi kaku. Pada saat ini yang dia pikirkan adalah Ibunya yang berada di rumah....
...Xin Qian mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Ayahnya. Ketika panggilan itu tersambung, dia melihat Ayahnya yang merogoh saku jasnya....
...Ketika Tuan Xin melihat identitas si penelpon dia mencibir dalam hatinya. Kasih sayang yang sebelumnya terhadap Xin Qian kini sudah tidak ada, semua orang di kantor mengejek dirinya karena memiliki putri yang jahat....
...Dan sekarang dia mencoba memperhatikan putri sahnya lagi yaitu Xin Juan. Karena Xin Juan sekarang bekerja dia Group Zhang, tentu saja Tuan Xin mencoba meraup keuntungan. Jika dia bisa bekerja sama dengan Zhang Hongli itu akan sangat bagus....
...Dengan malas Tuan Xin mengangkat telepon itu....
__ADS_1
..."Halo,"...
...Ketika mendengar suara itu Xin Qian menjadi semakin tidak sabar....
..."Ayah kau berada dimana,"...
...Tuan Xin mendecakkan lidahnya. Dia meraih pinggang ramping wanita muda itu. Dan dengan nada kesal dia berkata....
..."Xin Qian, Ayah sudah mengatakan, Ayah sekarang sedang berada di luar kota, kemungkinan tidak akan pulang dalam waktu dekat. Terlalu banyak masalah disini. Ayah harus pergi untuk rapat sekarang,"...
...Setelah mengatakannya Tuan Xin langsung menutup teleponnya dan memasukannya kembali kedalam saku jasnya. Xin Qian yang melihatnya mengepalkan tangannya. Jelas-jelas Ayahnya berada di hadapannya, tapi Ayahnya berani berbohong dan mengkhianati Ibunya....
..."Sayang, apa tidak masalah, bukankah wanita tua itu sangat galak, bagaimana jika mereka melihat kita,"...
...Itu adalah suara wanita yang berada di sebelah Tuan Xin. Tuan Xin hanya tersenyum kemudian tangannya menepuk pantat wanita itu....
...Ketika Tuan Xin selesai mengatakannya. Xin Qian sudah berada di belakangnya mendorong wanita itu hingga terhuyung-huyung ke depan....
...Tuan Xin menengok ke belakang dan mendapati Xin Qian di sana. Xin Qian menatapnya dengan wajah menahan amarah....
..."Ayah apa maksudnya ini, kau berkata padaku bahwa kau berada di luar kota, jadi ini luar kota yang Ayah maksud, dan siapa wanita j*lang ini,"...
...Xin Qian menunjuk kepada wanita muda yang sempat dia dorong....
...Semua orang yang menyaksikan mulai mengerubungi mereka. Mereka mulai berbisik-bisik. Tuan Xin menatap semua orang yang menatap jijik ke arahnya. Dia sangat malu dan merasa kesal kepada Xin Qian....
..."Xin Qian, apa yang kau lakukan di sini, berhenti membuat keributan,"...
__ADS_1
...Xin Qian meradang penuh amarah....
..."Aku yang harusnya bertanya, apa yang Ayah lakukan disini, Ibu menunggu Ayah dirumah, tapi Ayah malah bersama wanita j*alang ini,"...
..."Plaaakk,"...
...Tuan Xin menampar Xin Qian. Xin Qian menggeleng tidak percaya, dia selalu menjadi anak perempuan kesayangan. Ayahnya selalu memberikan apapun yang dia mau, termasuk apa yang dimiliki Xin Juan. Tapi sekarang demi wanita j*alang Ayahnya menamparnya....
..."Ayah kau menamparku,"...
...Xin Qian menatap nyalang ke arah wanita itu, dia datang dengan langkah besar dan mulai menjambak rambut wanita itu. Wanita itu menjerit kesakitan. Xin Qian tidak memberinya celah, dia marah pada Ayahnya yang berselingkuh, sedangkan Ibunya selalu mengeluh padanya....
...Semua orang menonton dengan gembira. Anak dari istri simpanan lama mulai menyerang wanita simpanan baru. Semua orang berkata ini karma. Ini adalah balasan dari apa yang mereka lakukan. Dimasa lalu Ibunya Xin Qian menjadi wanita simpanan sekarang Ayahnya memiliki wanita simpanan yang lain....
...Tuan Xin segera melerai, dan membawa wanita itu kedalam pelukannya. Xin Qian sudah tidak peduli lagi pada reputasinya. Yang dia pikirkan adalah Ibunya....
..."Xin Qian, jaga prilaku mu, jangan membuat keributan disini,...
...Xin Qian berteriak dengan marah....
..."Perilaku apa yang harus aku jaga. Ayah berselingkuh di belakang ibu. Ayah tidak merasa malu,"...
...Tuan Xin merasa semakin malu, semua orang mulai mencaci maki dirinya. Pada akhirnya dia pergi dengan wanita simpanannya, dan meninggalkan Xin Qian di sana....
...Semua orang masih berkumpul dan menatap Xin Qian dengan pandangan yang sulit di artikan. Mereka mencemooh Xin Qian....
..."Rumah tangga keluarga Xin benar-benar luar biasa, semua penuh dengan wanita simpanan,"...
__ADS_1
...*****...