
..............
...Setelah kepergian Nyonya Yin, Xin Qian menghampiri Shen Yuwen di parkiran. Dia memasang wajah kesal karena acara berbelanja nya gagal. Dia juga semakin tambah kesal karena Nyonya Yin ternyata tidak mudah di hasut. Dia sudah menunjukan bukti tentang Jia Fei namun Nyonya Yin masih menampakkan wajah tenangnya. Seolah-olah sama sekali tidak terganggu....
...Xin Qian menatap kesal ke arah Shen Yuwen, ketika dia mencari Shen Yuwen di dalam ternyata Shen Yuwen telah lebih dulu melarikan diri. Shen Yuwen menatap Xin Qian dengan pandangan bersalah, dia juga tidak ingin melarikan diri, namun jika Ibunya tau dia bersama Xin Qian, Ibunya pasti akan marah besar. Dia juga tidak ingin mengambil resiko kehilangan saham keluarga Shen....
...Shen Yuwen menatap penuh rasa penyesalan ke arah Xin Qian. Dia buru-buru meminta maaf sebelum sang kekasih semakin marah. Shen Yuwen menjanjikan pernikahan kepada Xin Qian, yang membuat Xin Qian sedikit tenang Namun tetap saja dia merasa kesal. Jika dia sudah menyandang gelar Nyonya Muda Shen dia tidak perlu cemas dan berpura-pura seperti itu di depan Nyonya Yin....
...Xin Qian semakin membenci Jia Fei dia harus segera menyingkirkannya. Shen Yuwen dan Xin Qian akhirnya pulang ke rumah....
............
Di rumah Shen Yuwen
...Setibanya di rumah dia bergegas masuk bersama Shen Yuwen, mereka merasakan lapar di perutnya. Karena acara berbelanja nya gagal dan juga dia tidak mampir untuk makan malam di luar. Untung saja ketika dia sampai di rumah Jia Fei ternyata sudah memasak. Xin Qian dan Shen Yuwen buru-buru ganti baju dan kembali ke lantai bawah. Shen Yuwen mengedarkan pandangannya, dia mencari-cari Jia Fei, sepertinya Jia Fei berada di kamarnya. Wanita yang membuatnya selalu marah akhir-akhir ini memang lebih baik jika tidak menunjukkan wajahnya, "Pikirnya....
...Shen Yuwen akhirnya makan berdua bersama Xin Qian, dia melihat ikan kesukaannya, tapi Shen Yuwen tidak suka bagian memisahkan durinya. biasanya Jia Fei yang selalu melakukannya. Dia hanya perlu diam dan semua mangkuk sudah terisi dengan makanan kesukaannya. Bahkan Jia Fei tau makanan apa saja yang selalu dia dahulukan untuk makan. Sekarang dia hanya makan berdua dengan Xin Qian. Dan Xin Qian hanya fokus terhadap makanannya sendiri. Shen Yuwen menghela nafas akhirnya dia tidak jadi memakan ikan....
...............
...Sementara itu Jia Fei berada di dalam kamarnya. Baru saja Nyonya Yin menelponnya dan menanyakan perihal kemana Jia Fei kemarin pergi. Dan dengan siapa Jia Fei pergi. Awalnya dia juga tidak mengerti maksud ucapan Nyonya Yin, Nyonya Yin tidak pernah menanyakan hal-hal seperti itu padanya sebelumnya. Namun sekarang Nyonya Yin menelponnya dan bertanya prihal pria yang pergi bersamanya ke taman bermain....
__ADS_1
...Jia Fei kemudian menceritakan semuanya, bahwa dia pergi bersama temannya yang baru saja kembali dari Amerika. Tapi dia tidak mengatakan bahwa temannya adalah Zhang Hongli. Nyonya Shen mengerti namun dia berkata bahwa ada baiknya Jia Fei tidak pergi berdua dan juga harus mengatakannya kepada Shen Yuwen terlebih dahulu, agar tidak ada kesalahpahaman....
...Jia Fei mengerti dan segera meminta maaf, Nyonya Yin tidak menyalahkannya ,dia percaya sepenuhnya terhadap Jia Fei. Dia tidak akan tertipu hanya karena Xin Qian memiliki beberapa foto. Nyatanya wanita itu hanya ingin dia membenci Jia Fei. Nyonya Yin menjadi sangat marah, wanita seperti itu penuh dengan kelicikan....
...Dia merasa bersyukur karena tidak menjadikan Xin Qian sebagai menantunya. Dan dia juga senang karena saat itu Shen Yuwen mau mendengarkannya dan menikahi Jia Fei Meski Nyonya Yin akui tidak mudah untuknya membujuk Shen Yuwen, dia juga sedikit mengancamnya bahwa dia tidak akan menerima saham keluarga Shen jika tidak menikah dengan Jia Fei. Akhirnya dengan enggan Shen Yuwen menikahi Jia Fei....
...Nyonya Yin tidak mengatakan prihal gaun yang dia beli, dia bermaksud memberikannya secara pribadi kepada Jia Fei, dia berencana untuk berkunjung ke rumah Jia Fei nanti untuk melihat menantunya dan juga memastikan bahwa hubungannya dengan Shen Yuwen baik-baik saja, bagaimanapun Jia Fei dan Shen Yuwen masih muda, dan jika ada pertengkaran di antara mereka itu menjadi hal yang wajar. Selama mereka berkomunikasi Nyonya Yin jamin bahwa semua masalah akan terselesaikan....
...Dia juga ingin segera memiliki seorang cucu, meskipun dia juga tidak akan memaksa jika Jia Fei dan Shen Yuwen merasa belum siap memiliki anak. Namun sebagai Ibu dia berharap Shen Yuwen akan memperlakukan Jia Fei dengan baik. Dia juga tau awalnya Shen Yuwen tidak menyukai Jia Fei, dan hanya menyukai kekasihnya Xin Qian. Namun Nyonya Yin berharap bahwa seiring berjalannya waktu perasaan Shen Yuwen akan tumbuh terhadap Jia Fei. Jia Fei adalah gadis yang baik, dan Nyonya Yin yakin Jia Fei adalah yang terbaik untuk Shen Yuwen, hanya saja tinggal Shen Yuwen yang bagiamana memperlakukan Jia Fei....
...Setelah selesai berbincang dengan Nyonya Yin Jia Fei menutup telfonnya. Dia kemudian keluar dari kamarnya, sayup-sayup ketika dia berbicara dengan Nyonya Yin dia mendengar suara dari ruang makan, sepertinya Shen Yuwen sudah pulang dengan Xin Qian, dia merasa mereka kembali dengan cepat dan sepertinya acara berbelanja nya hanya sebentar....
...Namun apapun itu, Jia Fei juga merasa sedikit lapar, dia makan dengan lahap tidak lagi memikirkan tentang Shen Yuwen....
.............
...Setelah selesai dengan makannya Jia Fei berjalan ke arah dapur dan membawa semua piring kotor. Dia mengedarkan pandangannya. Biasanya Shen Yuwen akan duduk di sofa dan membaca koran. Tapi sepertinya Shen Yuwen berada di ruang kerjanya. Sementara Xin Qian biasanya akan duduk dan menonton televisi. Dia tidak tau kenapa Xin Qian tidak pergi bekerja, bukankah dia seorang model top. Kenapa dia malah menghabiskan waktu bersama Shen Yuwen di rumah....
...Jia Fei kembali berjalan ke meja makan, Ketika Jia Fei masih dalam lamunannya Shen Yuwen keluar dari ruang kerjanya. Shen Yuwen menatap heran ke arah Jia Fei yang berdiri mematung di sebelah meja makan. Perlahan Shen Yuwen berjalan. Jia Fei tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara seseorang melangkah dari arah belakangnya....
...Dia menolehkan kepalanya dan melihat Shen Yuwen yang berjalan ke arahnya. Jia Fei melihat wajah Shen Yuwen yang sepertinya sedikit murung, entah apa yang terjadi, apa terjadi sesuatu pada perusahaannya. Jia Fei bertanya-tanya dalam hatinya....
__ADS_1
...Shen Yuwen kini tepat berada di hadapan Jia Fei, dia menatap dengan tatapan tajam ke arah Jia Fei. Tanpa di duga Shen Yuwen membuka mulutnya, "Aku akan pergi keluar negri untuk urusan bisnis, mungkin membutuhkan waktu beberapa hari. Kau akan berada di rumah bersama Xin Qian, jadi aku harap kau jangan menimbulkan masalah selama aku tidak ada, Xin Qian adalah kekasihku, kau jangan menggertak nya ketika aku tidak ada,"...
...Jia Fei tidak pernah menyangka akan ada hari dimana Shen Yuwen pergi untuk urusan bisnis, mungkin ini juga pertama kalinya Shen Yuwen pergi dari rumah dan memberitahukannya. Semata-mata dia tidak ingin dirinya membuat Xin Qian susah. Dan juga mempertingatkan nya agar dia tidak membuat masalah untuk Xin Qian dan untuk Shen Yuwen juga. Tidak ada ucapan indah yang sangat ingin di dengar Jia Fei. Semua semata-mata karena Xin Qian. Shen Yuwen tidak akan repot-repot berbicara padanya jika bukan menyangkut Xin Qian....
...Jia Fei menghela nafas berat, hatinya kembali sakit, dia mengepalkan tangannya guna menahan air mata yang akan keluar. Jia Fei menundukkan kepalanya dia berucap dengan nada bergetar, "Aku tau,"...
...Shen Yuwen menatap Jia Fei yang menundukkan kepalanya, dia tidak tau apakah Jia Fei merasa sedih karena dia akan dinas keluar negri, atau dia menundukkan kepala karena merasa enggan melihatnya. Apapun alasannya Shen Yuwen tidak peduli, dia hanya mengatakan apa yang harus dia katakan, dia tidak ingin Jia Fei membuat masalah karena akhir-akhir ini Jia Fei selalu membuatnya naik darah. Dia hanya ingin memastikan bahwa Jia Fei juga tidak akan mencari masalah dengan kekasihnya Xin Qian....
...Setelah memastikan Jia Fei mengerti maksud ucapannya, Shen Yuwen berjalan menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar Xin Qian. Tak lama Xin Qian membukakan pintu dan Shen Yuwen masuk ke kamarnya. Jia Fei menatap kosong ke arah Shen Yuwen, dia melihat suaminya sendiri masuk ke kamar wanita lain, dia tidak tau apa yang akan di lakukan suaminya, apa hanya akan mengatakan prihal keberangkatannya ke luar negri atau mereka akan melakukan hal lain....
...Apapun itu Jia Fei tidak sanggup lagi menahannya. Air matanya terjatuh, Sementara Xin Qian menatap Jia Fei dengan penuh kemenangan. Dia menyeringai ke arah Jia Fei. Dia merasa dirinya berada di atas awan. Dia sangat senang melihat penderitaan Jia Fei. Perlahan Xin Qian kemudian menutup pintunya. Sementara Jia Fei menahan perih di hatinya ketika melihat pintu itu tertutup....
...Jia Fei kembali ke kamarnya dia membenamkan kepalanya di bawah bantal, dia menangis pedih terisak-isak menahan kesakitan di hatinya. Jia Fei kemudian bangun dengan air mata yang masih mengalir, dia berjalan ke arah sudut kamarnya. Dia berjongkok perlahan membuka sebuah laci. Jia Fei mengambil benda berharga yang dia miliki yaitu surat pernikahannya bersama Shen Yuwen....
...Di dalamnya terdapat foto dirinya dan juga Shen Yuwen. Jia Fei tersenyum sedangkan Shen Yuwen hanya memasang wajah datar. Dia menggenggam erat surat nikahnya. Apanya yang berbeda dari dia hidup sendiri, meski dia hidup bersama Shen Yuwen namun pria itu bahkan tidak pernah menyentuhnya juga tidak pernah menatapnya. Statusnya memang sudah menikah dan menjadi Nyonya Muda Shen, namun apa yang dia dapat selain dari kesedihan dan kesakitan....
...Bertahun-tahun dia hanya menyiksa dirinya sendiri dengan cinta bodoh yang dia miliki. Dia mencintai Shen Yuwen dia mengorbankan mimpinya untuk hidup bersama Shen Yuwen, kehangatan sebuah keluarga yang dia dambakan seolah jauh dari jangkauannya. Selama bertahun-tahun Shen Yuwen hanya memberinya tatapan yang tajam dan bahu yang dingin. Jia Fei mengharapkan kebahagiaan rumah tangga namun yang dia dapat adalah kekejaman dunia....
...Jia Fei bergetar dalam tangisnya. Shen Yuwen dan Xin Qian apa yang sedang mereka lakukan, Jia Fei juga tidak ingin membayangkannya. Jika Shen Yuwen dan Xin Qian melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan Jia Fei tidak tau harus bagaimana....
...Dalam tangisnya Jia Fei bergumam pelan, "Aku harus bercerai,"...
__ADS_1