
.......
...Jia Fei bergegas mencari kendaraan umum, namun dia kembali berpikir, jika dia menaiki bus umum maka dia akan lebih lama lagi sampai di bandara, dan kemungkinan Zhang Hongli sudah berada dalam penerbangan....
...Akhirnya Jia Fei memutuskan untuk mencari Taxi, setelah mendapatkan Jia Fei segera meminta sang sopir untuk pergi ke bandara....
...Sepanjang perjalanan Jia Fei merasa sangat cemas, hatinya menjadi tidak tenang, dia melihat ponselnya yang ternyata sudah kehabisan daya, dia menjadi semakin cemas. Dia tidak bisa menghubungi Zhang Hongli. Bagaimana dia mencari Zhang Hongli di bandara yang begitu luas....
........
...Sementara itu Zhang Hongli akhirnya memutuskan untuk segera pergi, di hatinya di penuhi kepahitan. Jia Fei mungkin sudah menolaknya, dia bahkan telah menghubunginya berkali-kali, namun panggilan itu tidak pernah tersambung, sepertinya Jia Fei segera mematikan telponnya agar dia tidak lagi mengganggunya....
...Sepanjang perjalanan Zhang Hongli hanya menatap kosong ke arah luar, dia mencibir dirinya sendiri, dia benar-benar tidak berpengalaman dengan wanita. Wanita pertama yang di cintai nya adalah Jia Fei, namun ternyata Jia Fei tidak menyukainya. Ironis sekali pikirnya....
.............
...Setelah tiba di bandara Zhang Hongli segera duduk menunggu di gate keberangkatan. penerbangannya akan di lakukan sebentar lagi. Dia terus menengok mencari sosok Jia Fei, namun sampai akhir gadis itu bahkan tidak menunjukan wajahnya. Sepertinya dia benar-benar sudah di tolak....
...Karena waktu keberangkatan telah tiba Zhang Hongli segera berjalan ke arah pesawat dan menyerahkan boarding pass....
...............
...Sementara itu Jia Fei baru saja tiba, dia melihat jam di tangannya, keberangkatan Zhang Hongli adalah pukul 11, dan sekarang sudah 11:30, ini artinya dia sudah telat selama setengah jam. Dan Zhang Hongli pasti sudah berangkat....
...Jia Fei buru-buru masuk ke bandara, dia berlarian mencari Zhang Hongli, akhirnya dugaannya benar, pesawat yang di naiki Zhang Hongli sudah berangkat setengah jam yang lalu. Jia Fei berdiri mematung di tengah kerumunan. Dia sudah menyiapkan hatinya. Dia juga sudah menyiapkan jawabannya. Tapi ternyata pesawat yang Zhang Hongli naiki telah lepas landas setengah jam yang lalu. Apa itu artinya perasaan Zhang Hongli padanya juga sudah lepas....
...Tepat ketika dia berbalik dia di kejutkan oleh sosok pria di hadapannya. Zhang Hongli, dia tersenyum lembut ke arahnya....
..."Ji-Er, akhirnya kau datang,"...
...Jia Fei terperangah, bukankah harusnya Zhang Hongli sekarang sudah berada di pesawat, tapi kenapa dia malah berdiri di hadapannya....
..."Bukankah harusnya kau sudah pergi,"...
__ADS_1
...Zhang Hongli tidak suka mendengar ucapan Jia Fei. Itu seolah-olah dia ingin Zhang Hongli pergi....
..."Apa kau ingin aku pergi,"Tanyanya....
...Jia Fei menjadi panik bukan begitu maksudnya. Kenapa Zhang Hongli malah berpikir seperti itu....
..."Tidak...Aku,"...
...Sebelum Jia Fei selesai Zhang Hongli segera menyela....
..."Jadi apa jawabanmu,"...
...Jia Fei meremas jarinya kepalanya menunduk dia menjadi sangat gugup. Apakah boleh dia mengatakannya....
...Zhang Hongli menatap Jia Fei yang menundukkan kepalanya, apakah dia di tolak namun Jia Fei tidak berani berbicara, tiba-tiba hatinya terasa perih. Namun kemudian dia melihat Jua Fei menganggukkan kepalanya....
...Zhang Hongli terkesiap, sudut bibirnya berkedut. Dia tersenyum tipis, dia sungguh melihat Jia Fei mengangguk, apa itu artinya Jia Fei mau menerimanya....
...Zhang Hongli menggoda Jia Fei....
...Jia Fei tertegun, apakah Zhang Hongli tidak bisa melihatnya mengangguk barusan. Bahkan untuk sebuah anggukan saja dia berusaha memberanikan diri. Jadi bagaimana bisa dia menjawab dengan perkataan. Dia benar-benar malu....
...Jia Fei menggigit bibir bawahnya. Dia ragu-ragu sejenak, kemudian dia berkata....
..."Itu..Aku mau,"...
...Zhang Hongli merasakan kebahagiaan membuncah di hatinya. Seolah-olah ada kembang api di kepalanya. Namun dia tetap ingin menggoda Jia Fei....
..."Kamu mau apa,"Tanyanya...
...Jia Fei sungguh sangat malu, pipinya memerah bahkan menyebar hingga ke telinganya. Dia sudah memberanikan diri menjawab, namun Zhang Hongli malah dengan sengaja menggodanya. Apa jawabannya mengandung jawaban ganda, jawabannya memang sedikit membingungkan dan terdengar ambigu, namun untuk Zhang Hongli yang cerdas, apakah dia masih tidak akan mengerti....
...Zhang Hongli sungguh ingin merengkuh Jia Fei kedalam pelukannya. Saat ini Jia Fei terlihat sangat malu dan wajahnya memerah. Dia benar-benar terlihat lucu....
__ADS_1
..."Ji-Er, aku tanya kau mau apa,"Tanyanya...
...Jia Fei menjadi kesal, bukankah Zhang Hongli sengaja menggodanya....
...Dia akhirnya berkata dengan nada yang kesal....
..."Hongli,"Ucapnya....
...Zhang Hongli akhirnya tertawa, baiklah aku tidak akan menggoda mu lagi, kalau begitu ayo pergi ke Amerika....
...Jia Fei segera menggeleng....
..."Itu terlalu tiba-tiba, aku bahkan belum mengatakan dengan benar kepada orang tuaku,"...
...Zhang Hongli mengerti kecemasan Jia Fei. Namun dia sungguh ingin Jia Fei pergi bersamanya....
..."Kalau begitu ayo kita temui bibi, tidak, maksudku Ibu mertuaku dimasa depan. Aku sendiri yang akan meminta izin untuk membawamu pergi bersamaku,"...
...Jia Fei merasakan kehangatan dihatinya, ketika dia mendengar Zhang Hongli memanggil Ibunya dengan sebutan Ibu mertua. Bahkan Shen Yuwen tidak pernah mengucapkan kata Ibu mertua dari mulutnya....
...Bagaimana bisa Zhang Hongli menjadi begitu tidak tau malu. Dia baru saja mengatakan 'iya' tapi Zhang Hongli langsung menganggap Ibunya sebagai Ibu mertua....
..."Apakah tidak masalah, kau seharusnya sudah berangkat dari setengah jam yang lalu,"...
...Zhang Hongli menggelengkan kepalanya. Dia kemudian menoleh dan menatap Asisten Chen yang berdiri tidak jauh darinya. Dia kemudian memanggil Asisten Chen....
..."Asisten Chen, pesankan kembali toga tiket pesawat untuk keberangkatan di sore hari,"...
...Asisten Chen membulatkan matanya baru saja Zhang Hongli membuat kegaduhan dengan pergi begitu saja. Sebenarnya tadi seharusnya mereka sudah berangkat, namun yang terjadi adalah, tepat ketika Zhang Hongli menyerahkan boarding pass untuk masuk ke pesawat, tiba-tiba saja dia berbalik dan pergi begitu saja....
...Dia tidak akan lupa bagaimana wajah pramugari yang menerima boarding pass dari Zhang Hongli, awalnya pramugari itu tersenyum lembut dan terlihat sangat senang, namun sedetik kemudian dia melihat keterkejutan di wajah si pramugari, dia melongo menatap kepergian Zhang Hongli yang pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Jika itu bukan Zhang Hongli si pramugari mungkin akan mengira jika orang ini baru pertama kali menaiki pesawat dan tidak bisa melihat pintu pesawat, namun karena yang akan melakukan penerbangan adalah Zhang Hongli, dia hanya berpikir ada apa dengan Tuan Muda Zhang. ...
...Ketika ditanya oleh Asisten Chen, tentang apa yang terjadi, Zhang Hongli hanya mengatakan....
__ADS_1
..."Intuinsi ku mengatakan ini tidak benar, jadi aku akan kembali dan menunggu sebentar lagi,"...
...Asisten Chen merasa kepalanya menjadi berdenyut, Dia benar-benar sudah di buat pusing. Hari ini Zhang Hongli memiliki pertemuan penting, bagaimana bisa dia terus-menerus menunda keberangkatan. Sikap Tuannya juga menjadi aneh setelah bertemu dengan wanita yang akan menjadi masa depannya. Apakah ini kekuatan cinta. Dia merasa tidak percaya karena dia bisa menonton langsung pertunjukan live....