
............
...Zhang Hongli dan Jia Fei kembali untuk mengunjungi rumah orangtuanya, dia sudah menerima Zhang Hongli, namun hatinya masih sakit oleh Shen Yuwen, dia takut jika suatu saat Zhang Hongli akan menyakitinya. Dia tidak akan berharap sesuatu yang besar, jika ada orang yang dengan tulus mencintai dan menerima dia, dia akan bersyukur hanya dengan itu, dia sangat tau bagaimana cara orang-orang kaya memandang rendah dirinya, semua sudah terbukti dengan Shen Yuwen. Pria itu memandang rendah dirinya hingga ke titik dasar. Tidak, dia tidak boleh mengingat Shen Yuwen. Semua sudah berlalu....
...Setelah perjalanan yang membutuhkan waktu satu jam, Jia Fei akhirnya tiba di rumahnya. Dia turun dari mobil di ikuti Zhang Hongli dan Asisten Chen....
...Zhang Hongli berbalik dan menatap Asisten Chen dengan tatapan heran. Asisten Chen yang di tatap juga merasa bingung, dia tidak melakukan kesalahan kenapa dia di tatap seperti itu....
..."Untuk apa kau turun,"Ucap Zhang Hongli....
...Asisten Chen menjadi terkesiap....
..."Yah, bukankah saya harus menemani Tuan,"...
...Zhang Hongli memasang wajah dingin....
..."Aku akan mampir ke rumah Ibu mertua, untuk apa kau ikut turun,"...
...Asisten Chen merasa dingin di sekujur tubuhnya, benar, untuk apa dia turun. Harusnya dia diam saja seperti mayat....
...Zhang Hongli tidak suka jika Asisten Chen mengikutinya. Itu karena dia tidak ingin jika keluarga Jia salah menilai dan menyangka Asisten Chen adalah calon menantu mereka, meski Asisten Chen Lebih tua darinya namun dia masih memiliki wajah yang lumayan tampan. Bagaimana pun dia harus waspada....
...Jia Fei kebingungan melihat Zhang Hongli yang terus saja melamun, apakah Zhang Hongli merasa gugup. Dulu sekali dua lagi Zhang Hongli pernah kerumahnya. Kenapa sekarang dia harus gugup. Ini bukan pertama kalinya dia bertemu orang tuanya....
..."Apa kau gugup,"...
...Jia Fei menanyakannya sambil melihat wajah Zhang Hongli dengan khawatir....
...Zhang Hongli mengangguk, dia memang merasa sedikit khawatir, namun yang dia pikirkan barusan bukanlah tentang menghadapi orang tua Jia Fei, melainkan memikirkan Asisten Chen agar tidak ikut ke dalam rumah....
...Jika Jia Fei tau apa yang di pikirkan Zhang Hongli sebelumnya, mungkin dia akan merasa Zhang Hongli kekanakan. Katakanlah seperti itu, Zhang Hongli hanya tidak ingin Jia Fei di rebut pria lain....
...Zhang Hongli dan Jia Fei berjalan ke dalam rumah, dia di sambut orang tua Jia Fei, Zhang Hongli segera menyapa....
..."Bibi, apa kabar,"...
...Nyonya Jia menatapnya dengan wajah heran. Siapa pria yang luar biasa tampan di hadapannya ini, lalu mengapa Jia Fei membawanya ke rumah....
...Jia Fei yang sadar bahwa Ibunya sama sepertinya tidak lagi mengenali Zhang Hongli segera saja berkata....
..."Ibu, ini Zhang Hongli, dia teman yang aku ceritakan,"...
...Nyonya Jia terperangah. Zhang Hongli benar-benar sudah berubah dari yang dulu. Dulu dia terlihat lucu dengan badan gendutnya. Sekarang dia kurus, ramping dan tinggi. ini adalah pencapaian yang luar biasa. Pasti dia sudah melewati hari-hari yang sulit selama menurunkan berat badan....
..."Hongli kecil, apa itu kau,"Tanyanya....
...Zhang Hongli merasa senang, karena Nyonya Jia langsung bereaksi mengingatnya....
__ADS_1
..."Iya, bibi ini aku,"...
...Nyonya Jia masih menatap tidak percaya....
..."Sungguh mengejutkan, aku tidak bisa mengenalimu, kau sungguh jauh berbeda,"...
...Zhang Hongli terdiam sejenak, dia memang sudah berubah berubah....
...Tuan Jia yang menatap ketiga orang itu mendecakkan lidahnya tidak percaya...
..."Sayang, kau akan membiarkan tamu kita terus berdiri,"...
...Nyonya Jia tersadar dengan ucapan suaminya....
..."Kau benar, aku pasti begitu terpesona hingga lupa untuk menyuruhnya duduk,"...
...Nyonya Jia kembali menatap Zhang Hongli,...
..."Hongli kecil duduklah,"...
...Zhang Hongli mengangguk kemudian duduk dengan anggun, postur tubuhnya yang tinggi membuatnya terlihat seperti model pria dewasa....
..."Hongli kecil, aku dengar kau pergi ke Amerika, apa yang terjadi, kenapa kau kembali lagi ke Beijing,"...
...Zhang Hongli yang mendengar pertanyaan dari Nyonya Jia segera saja matanya menatap ke arah Jia Fei....
..."Aku kesini tentu saja karena ingin bertemu Ji-Er,"...
...Nyonya Jia terdiam mendengar ucapan Zhang Hongli, pria di hadapannya memang sudah jauh berubah. Dan dia adalah teman dekatnya Ji-Er, Tapi untuk datang dari Amerika ke Beijing hanya untuk bertemu putrinya, sepertinya itu agak sedikit berlebihan....
..."Bibi, aku ingin meminta ijin untuk membawa Jia Fei pergi bersamaku, Jia Fei sudah setuju mengenai ini, namun dia mengkhawatirkan orang tuanya. Jadi bibi apa kau akan mempercayakan Ji-Er padaku, tidak maksudku Ibu mertua"...
...Tuan Jia yang sedang menyesap kopinya bahkan sampai terbatuk-batuk, bocah nakal ini, dia tidak menyangka akan mengatakan hal seperti itu. Apa hubungannya dengan Jia Fei lebih dari teman. Bagaimanapun Jia Fei baru saja bercerai. Bagaimana bisa dia langsung memiliki hubungan dengan pria lain. Terlebih ini adalah Tuan Muda Zhang, tidakkah dia sudah cukup merasa sakit karena Shen Yuwen. Kenapa dia malah memilih pria kaya lagi....
...Nyonya Jia juga tidak kalah terkejutnya, bagaimana pun Jia Fei baru saja bercerai. Meskipun dia sudah mengenal Zhang Hongli, tapi ini terlalu cepat. Dia juga harus berhati-hati terhadap pria kaya. Semakin kaya maka mempunyai kemungkinan buruk lebih besar lagi. Dia takut Jia Fei akan disakiti seperti sebelumnya. Tidakkah Jia Fei seharusnya mencari pria yang biasa saja. Dia merasa khawatir untuk keluarga Shen saja anaknya tidak begitu di terima dengan baik. Apalagi untuk keluarga Zhang yang jauh lebih berkuasa dari pada keluarga Shen, tidakkah keluarga Zhang akan menghina putrinya karena bukan berasal dari keluarga kaya....
..."Ji-Er, Ibu dan Ayah tidak akan melarang jika kau ingin pergi ke Amerika, pergilah raih mimpimu, tapi hubunganmu dengan Zhang kecil tidakkah itu terlalu cepat,"...
...Jia Fei juga berpikir seperti itu tapi Zhang Hongli akan pergi ke Amerika, jika dia tidak memberi jawaban maka dia takut akan menyesal di kemudian hari. Memangnya siapa lagi yang akan begitu tulus mencintainya selama bertahun-tahun, hubungannya dengan Shen Yuwen juga sudah berakhir. Dan dia sudah memutuskan untuk tidak mengingat lagi....
...Zhang Hongli yang mendengarnya merasa sedikit tidak suka, dia tentu tidak ingin melewatkan kesempatan. Jadi bergerak lebih cepat, siapa yang tau jika ada pria lain yang menginginkan Jia Fei seperti dirinya. Contohnya pria bernama Jie Tian. Saat itu dia juga merasakan tatapan sengit dari Jie-Tian....
..."Aku rasa ini tidak bisa di bilang terlalu cepat, aku menyukai Jia Fei ketika aku berada di sekolah, namun saat itu aku tidak bisa mengatakannya, dan selama ini aku juga masih terus menyukai dia. Bibi, aku sangat sedih ketika mendengar kabar Jia Fei menikah. Sekarang Jia Fei sudah bercerai, Tentu aku harus bergerak cepat. Jika tidak Jia Fei akan kembali di rebut pria lain, jika bibi merasa tidak tenang, aku akan meminta orang tuaku untuk datang ke Beijing dan melamarnya,"...
...Jia Fei terperangah mendengar ucapan Zhang Hongli, tidak, dia tidak bisa ini terlalu cepat. Kenapa Zhang Hongli begitu tidak tau malu, "Pikirnya....
...Tuan Jia menatap Jia Fei yang terus saja diam, namun wajahnya sedikit memerah. Sepertinya Jia Fei juga sedikit tertarik dengan bocah nakal di hadapannya ini. Namun bagaimana pun dia tidak bisa menerima begitu saja. Bagaimana jika Jia Fei disakiti lagi....
__ADS_1
..."Apa kau sungguh menyukai putriku,"...
...Zhang Hongli mengangguk dengan mantap....
..."Tentu saja,"...
...Tuan Jia juga sepertinya merasakan bahwa Zhang Hongli benar-benar menyukai putrinya....
..."Lalu bagaimana jika keluargamu tidak setuju,"...
...Zhang Hongli mengubah posisi duduknya menjadi tegap....
..."Keluargaku tentu akan setuju, Ibuku begitu ingin aku menikah, kenapa dia tidak menyukai Ji-Er, tentu saja dia akan menyukainya. Ji-Er adalah wanita yang baik. Keluarga Zhang kami tidak memerlukan pernikahan bisnis. Kami cenderung menikahi orang yang kami sukai."...
...Tuan Jia terdiam sejenak kemudian melanjutkan...
..."Tapi Ji-Er, adalah seorang janda,"...
...Tuan Jia juga merasa sedih ketika mengucapkan kata janda dari mulutnya....
...Zhang Hongli mengernyitkan alisnya....
..."Tidak masalah, apa yang perlu di khawatirkan soal itu, jika aku menikah dengan wanita yang bersuami maka itu akan menjadi masalah, tapi dengan seorang janda itu kan tidak masalah, tidak ada undang-undang yang melarang, jadi, apakah sekarang aku harus memanggilmu Ayah dan Ibu mertua,"...
...Tuan Jia di buat bungkam dengan ucapan Zhang Hongli, dia hanya bisa mencibir dalam hatinya. 'Dasar bocah iblis' pikirnya....
..............
Di kantor
...Sementara itu di kantor Stand Group, Shen Yuwen sedang menandatangani dokumen di hadapannya. Selama beberapa hari dia bahkan tidak tidur dengan benar, dia sibuk melakukan pertemuan dengan para investor. Shen Yuwen terlihat kacau dengan kantung mata hitam di bawah matanya. Shen Yuwen yang selalu rapi dan penuh wibawa kini tidak ada bedanya dengan karyawan biasa yang di tuntut untuk lembur setiap malam....
...Bahkan Sekretarisnya Huanran merasa sangat khawatir, Direkturnya tidak pernah seperti ini. Semenjak dia bercerai dengan Nyonya Jia, dia bahkan selalu sarapan di kantor dengan menu cepat saji. Penyakit lemah perutnya juga selalu datang akhir-akhir ini, bahkan pernah kambuh ketika Direktur Shen sedang mengadakan rapat dadakan. Sekarang dia merasa bahwa keputusan Shen Yuwen adalah salah, menceraikan Istrinya dan kemudian hidup dengan kekasihnya. Bahkan sekarang Nona Xin tidak pernah muncul lagi di kantor. Seolah tidak peduli dengan keadaan Direktur Shen. Huanran menghela nafas berat....
...Shen Yuwen yang mendengar helaan nafas Huanran menjadi sedikit terganggu, dia mendongakkan kepalanya dan menatap Huanran....
..."Ada apa, apa kau kekurangan oksigen atau semacamnya,"...
...Huanran merasa tidak nyaman untuk mengatakannya. Namun Shen Yuwen kembali berucap...
..."Katakan saja, tidak ada siapapun disini,"...
...Huanran akhirnya berkata...
..."Direktur, saya hanya merasa khawatir, akhir-akhir ini anda terlihat sangat lelah, dulu saat anda bersama Nona Jia, anda tidak pernah sarapan di kantor, dan penyakit mengenai perut anda juga tidak pernah kambuh, namun setelah anda bercerai anda selalu makan di kantor, dan penyakit lambung anda sering kambuh. Jika anda masih bersama Nona Jia, dia tidak akan membiarkan anda seperti ini, dan makan hanya dengan makanan cepat saji. Tapi sekarang lihat, Nona Xin bahkan tidak pernah datang ke kantor setelah perusahaan mengalami penurunan,"...
...Shen Yuwen menyandarkan dirinya di sofa, dia menutup mata dan memijat pelipisnya, dia ingat dia selalu sarapan di rumah, dan tidak pernah merasakan kelaparan, semua karena Jia Fei yang selalu menyiapkannya. Dia ingat ketika pertama kali dia menikahi Jia Fei, wanita itu bertanya padanya, 'apa makanan yang kau sukai, dan apakah dia memiliki alergi, dia mencatat semua dalam bukunya, setelah itu setiap hari dia selalu makan dengan baik....
__ADS_1
...Shen Yuwen menghembuskan nafas berat, dia sudah memilih keluarga Xin, dan Jia Fei yang terlalu biasa tidak cocok untuknya....
..."Jangan lagi berbicara tentang Jia Fei, aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya,"...