
Wajah Tuan Shen tampak senang saat dia berjalan dan berdiri di sisi istrinya "Apakah putriku benar-benar sudah siuman?"
Tuan Shen bertanya sekali lagi, ketika dia mendengar putrinya siuman, dia menjadi sangat senang, tidak peduli apa yang sedang dia lakukan dia langsung berlari ke rumah sakit.
Nyonya Shen mengangguk dengan lemah. "Dia berada di dalam dan sedang beristirahat. tadi kepalanya sakit karena di paksa mengingat sesuatu, kita tidak boleh membebaninya lagi, biarkan dia ingat secara alami."
"Apa?" Tuan Shen segera pergi untuk melihatnya, dia menatapnya dari kaca pintu dan tidak berani untuk masuk, mengalihkan pandangan pada istrinya dia berkata.
"Apa yang yang sebenarnya terjadi? lalu apa kata dokter?"
Nyonya Shen duduk di kursi koridor dan menjawab. "Dokter mengatakan bahwa kita tidak boleh membebaninya, ingatannya masih belum pulih, kemudian ada hal lain yang membuatku bingung. ketika Tianzhi siuman dia menanyakan keberadaan Jia Fei. apa yang harus kita lakukan?"
__ADS_1
Wajah Nyonya Shen tampak pucat, dia bingung bagaimana menjelaskannya, menjelaskan bahwa Jia Fei sudah bercerai dengan Shen Yuwen.
Mendengar ini Tuan Shen menjadi bingung, dia kemudian melirik Shen Yuwen dengan tajam seolah-olah mengatakan 'Anak bodoh mengapa kamu bercerai dengannya'
Shen Yuwen tidak mungkin tidak melihat tatapan nyalang dari Ayahnya dia berkata dengan tenang. "Aku akan mengatakan padanya nanti jika keadaannya sudah membaik, aku yakin dia juga pasti mengerti."
Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang selain berusaha membuat adiknya mengerti, ini adalah pilihannya seumur hidup dia harus bersama dengan Xin Qian.
"Shen Yuwen, ini adalah pilihanmu untuk berasama Xin Qian, Ibu dan Ayah sudah menjodohkan mu dengan wanita baik seperti Jia Fei, tapi kamu tidak merasa puas dan malah menyia-nyiakannya seperti itu. Sebagai seorang pria kau harus terus memegang ucapanmu dan bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan. ingat tidak ada obat untuk penyesalan."
ke rumah di malam hari dan seorang istri seharusnya mengerti hal itu, tapi Xin Qian ini tipe wanita yang hanya memikirkan diri sendiri, dia khawatir putranya akan menderita dimasa depan. sekarang istrinya bahkan masuk rumah sakit karena wanita itu juga.
__ADS_1
Shen Yuwen terdiam dia mengangguk. "Ayah, aku mengerti."
Tuan Shen kembali berbicara. "Ibumu masuk ke rumah sakit karena Xin Qian, ada baiknya jangan lagi membawa Xin Qian ke hadapan kami. ketika Jia Fei yang menjadi menantu kami Ibumu tidak pernah sakit."
Shen Yuwen kembali terdiam, apa yang Ayahnya katakan itu benar, selama ini Ibunya selalu baik-baik saja, tapi setelah dia bersama Xin Qian Ibunya selalu jatuh sakit.
Xin Qian berdiri di sana dan mendengarkannya, dia sangat marah secara terus-menerus di bandingkan dengan Jia Fei. "Apa? Apa yang baru saja Ayah katakan? Aku datang dengan niat baik untuk menjenguk Ibu mertua, tapi apakah ini balasannya? Ayah memintaku untuk tidak menunjukan wajah di hadapan kalian lagi?"
Tuan Shen menatap Xian Qian dengan jengah, sedangkan Nyonya Shen merasakan kepalanya semakin pusing, dia hampir terjatuh dari kursi. Tuan Shen buru-buru menopangnya.
"Aduh, kepalaku."
__ADS_1
Shen Yuwen melihat ini kemudian marah pada Xin Qian. "Xin Qian ini di rumah sakit, jangan membuat keributan. Aku tidak peduli jika ini di rumah, tapi Ibuku sakit, Tianzhi juga butuh istirahat, kamu sebaiknya kembali saja."
"Apa? Kau memintaku untuk kembali sementara kalian disini berbicara megenai Jia Fei? Shen Yuwen jangan katakan padaku bahwa kamu menyesal denganku. Kau ingin kembali pada Jia Fei? hah sayang sekali dia sudah bersama Zhang Hongli!"