PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 75 -Kejutan Di Hari Pernikahan (4)


__ADS_3

 


...Ketika pintu aula terbuka, terlihat seseorang masuk dengan beberapa orang pengawal di belakangnya. Dia meneriakkan nama Shen Yuwen yang menggema di seluruh aula utama. Para penjaga di depan sudah di kalahkan oleh pengawalnya dengan sekali tendangan. Dia tidak terlihat seperti seseorang yang akan menghadiri acara pernikahan, melainkan seseorang yang hendak menangkap pelaku kejahatan....


...Pria itu terus berjalan dan tujuannya hanya satu yaitu Shen Yuwen. Ketika dia mendengar kabar bahwa Shen Yuwen menikahi Xin Qian, tiba-tiba saja hatinya di penuhi amarah. Dan dia langsung melalukan penerbangan dari Amerika ke Beijing....


...Dia sudah merelakan Jia Fei, tapi Shen Yuwen malah menyakitinya dan menceraikannya. Tentu saja ini membuat amarahnya meradang dan hatinya di penuhi awan hitam....


...Keadaan menjadi mencekam. Suara sepatu pria itu terdengar sangat jelas. Seiring dengan diamnya semua orang....


...Seseorang berteriak dari kerumunan....


..."Itu adalah Mu Qi Shen, dia adalah Tuan Muda dari keluarga Mu,"...


...Mu Qi Shen, menghiraukan tatapan terkejut dari sekitarnya. Dia terus berjalan dengan langkah yang mantap. Ketika dia tepat berada di hadapan Shen Yuwen, tanpa basa-basi Mu Qi Shen memberinya pukulan tepat di wajahnya...


...“Bugh”...


...Suara pukulan itu menggema di aula utama. Para wartawan yang sebelumnya hendak keluar tiba-tiba saja membalikan tubuhnya dan kembali berlari ke aula utama....


...Mereka tidak mungkin melewatkan hal seperti ini. Ini akan menjadi berita yang panas. Mereka seperti melihat oase di padang pasir. Di sela kekecewaannya mereka mendapatkan kembali cahaya penerangan....


...Shen Yuwen yang tidak siap dengan pukulan langsung terjembab ke belakang. Ketika Mu Qi Shen akan melakukan pukulan keduanya, Tuan Xin segera menahannya....


...Mu Qi Shen yang di tahan oleh Tuan Xin melampiaskan amarahnya dengan meneriaki Shen Yuwen....


...“Shen Yuwen, kau b*jingan s*ialan, apa yang kau lakukan terhadap Jia Fei,”...


...Jia Fei yang mendengar namanya di sebut sontak terkejut. Apa Mu Qi Shen membuat keributan untuk membela dirinya?. Dia tidak menyangka jika Mu Qi Shen akan datang secara pribadi untuk membuat perhitungan dengan Shen Yuwen....


...Jia Fei tidak bisa tidak tersentuh, dia memiliki seseorang yang mencintainya juga memiliki teman yang membelanya. Hatinya di penuhi kehangatan. Dulu dia hanya fokus pada Shen Yuwen. Hanya fokus pada kebahagiaan pria itu. Tanpa peduli di sekelilingnya. Sekarang dia mengerti. Bahwa masih ada yang peduli padanya. Dia sangat bersyukur untuk itu....


...Sementara para Pengawal berdiri menghalangi kerumunan, agar tidak menjangkau Mu Qi Shen. Para pengawalnya adalah orang-orang yang terlatih, Mereka di bawah arahan keluarga Mu, keluarga Mu memiliki militernya sendiri. Jadi bagaimana mungkin penjaga yang seperti badut itu melawannya. Benar-benar lelucon....


...Bahkan Xin Juan yang hampir saja di tendang keluar, kini di berlindung di balik pengawal Mu Qi Shen....


...Jia Fei yang sudah tidak bisa lagi melihat Mu Qi Shen mengamuk akhirnya dia membuka suara....


..."Tuan Muda Mu, aku baik-baik saja,"...


...Suara itu mengalun indah di telinga Mu Qi Shen, suara yang dia kenal. Seperti tercerahkan dia berbalik mencari asal suara. Hingga Mu Qi Shen melihat sosoknya yang mungil di balik para pengawal keluarga Zhang. Tunggu, keluarga Zhang, dia bersama Zhang Hongli....


...Mu Qi Shen menyipitkan matanya. Dia melihat Zhang Hongli yang berdiri di samping Jia Fei. Dia tidak bisa mencerna keadaan saat ini. Mengapa Jia Fei bisa bersama Zhang Hongli....

__ADS_1


...Mu Qi Shen segera turun dari panggung acara dan menghampiri Jia Fei. Di sebelahnya dia melihat Zhang Hongli yang menatapnya dengan sinis, seolah mengatakan jangan masuk dalam teritori ku....


...Mu Qi Shen mengabaikan tatapan tajam Zhang Hongli, dia hanya fokus pada Jia Fei. Dia marah karena Jia Fei tidak datang padanya saat dia merasa kesulitan....


..."Jia Fei, apa kau baik-baik saja, kenapa kau tidak datang padaku saat kau merasa kesulitan karena di b*rengsek itu,"...


...Zhang Hongli seolah merasa wilayah kekuasaannya terancam....


..."Tuan Muda Mu, Jie-Er adalah wanita saya, mengapa dia harus datang padamu,"...


...Mu Qi Shen terkejut, dia sontak menatap Jia Fei....


..."Kau dan Tuan Muda Zhang...,"...


...Sebelum Mu Qi Shen selesai dengan ucapannya, Jia Fei segera menyela....


..."Aku bersama Tuan Muda Zhang,"...


...Satu kalimat itu seolah menjelaskan semuanya. Mengapa dia berdiri di samping Zhang Hongli, mengapa dia di lindungi pengawal keluarga Zhang, ternyata alasannya tidak lain karena dia telah bersama Zhang Hongli. Apakah dia sudah kalah langkah. Apakah dia terlambat?,"...


...Mu Qi Shen sekali lagi merasa sudah kalah walau dia belum berperang. Dia tidak bisa menggangu wanita Zhang Hongli....


...Mu Qi Shen, merasa bahwa Jia Fei tidak lagi membutuhkan bantuannya. Dia sudah memiliki Tuan Muda Zhang di sampingnya yang jauh lebih hebat. Akhirnya dia sedikit mundur. Dia kesini hanya untuk Jia Fei, bukan untuk pernikahan Shen Yuwen....


..."Tuan Xin, Bagaimanapun Xin Juan adalah putrimu yang sah, bagaimana bisa kau melarangnya untuk ikut dalam acara partisipasi. Sedangkan Xin Qian adalah saudara tirinya, bahkan semua orang tau, putri mana yang seharusnya merasa tidak pantas....


...Bagaimana bisa kau melarang Xin Juan ikut dalam acara pernikahan. Apa kau takut jika dia membuka semua aib rumah tangga keluarga Xin. Semua kebusukan pada akhirnya akan terungkap. Xin Juan hanya berusaha menyampaikan pemikirannya. Kau bahkan mengusir putrimu yang sah. Bukankah seharusnya kau merasa malu,"...


..."Tuan Muda Shen kau membuang istrimu untuk menikahi Nona Kedua dari keluarga Xin, bagaimana caramu menilainya,"...


...Semua orang mengangguk setuju mendengarkan ucapan pria tersebut. Mereka juga merasa kagum dengan aksi heroik Mu Qi Shen. Pada saat ini telinga semua orang terbuka. Mereka menatap pasangan pengantin di hadapannya. Dan mulai menatap Xin Juan yang berada di balik punggung salah seorang pengawal Mu Qi Shen. Dia terlihat anggun dan mengesankan. Secara alami mereka mulai membandingkannya dengan Xin Qian. Dan mereka merasa kasihan. Putri pertama menerima ketidakadilan. Dia tentu lebih baik dari pada putri kedua yang tidak sah....


...Kemudian seseorang kembali berkata....


..."Tuan Xin, mungkinkah pernikahan Nona Xin dan Tuan Muda Shen adalah caramu untuk mendapatkan kekuasaan, hingga kau begitu berusaha keras menjaga reputasi Nona Xin Qian. Dan mengabaikan putrimu yang sah,"...


...Setelah kata-kata itu keluar, semua tamu undangan berfokus pada Tuan Xin, dan semua orang yang mendengar mulai bertanya-tanya dalam pikirannya. Meskipun pernikahan antar keluarga kaya sudah menjadi hal biasa. Dan sebagian besar dari mereka melakukannya untuk memperkuat kekuasaan dan status mereka. Namun tidak pernah ada kasus seseorang yang mengusir putrinya yang sah untuk membela putri keduanya yang tidak sah....


...Bukankah ini seperti lelucon, tidakkah itu terbalik....


...Tuan Xin merasa cemas dan panik. Nyonya Xin tidak kalah paniknya. Dia sudah mendengar ejekan dan cemoohan dari semua orang. Xin Juan yang melihat ekspresi kedua orang itu merasa sangat senang dan puas. Dimasa lalu, dia selalu mendapat ketidakadilan hanya karena Xin Qian mempunyai hubungan dengan Shen Yuwen. Dan itu bisa bermanfaat untuk keluarganya, saat itu dia merasa sangat kesal dan marah. Sekarang dia bisa membalasnya tentu dia merasa senang....


...Xin Qian yang mendengar ucapan pria tersebut refleks mengeratkan pegangannya pada pakaian Shen Yuwen. Wajahnya memucat, dia seharusnya menyuruh seseorang untuk mengurung Xin Juan....

__ADS_1


...Sedangkan Shen Yuwen yang sudah berdiri kembali setelah mendapatkan satu Bogeman. Merasa kepalanya semakin pusing, dari sudut matanya dia menatap ke arah Xin Qian di sebelahnya. Wajahnya menunjukan kilatan kejahatan dan menyimpang dari label wanita baik yang lemah lembut....


...Shen Yuwen merasa terkejut, inikah wanita yang lemah lembut, apakah ini Xin Qian-nya. Shen Yuwen sudah tidak peduli lagi pada Mu Qi Shen. Dia benar-benar menatap Xin Qian dengan intens, mengapa dia merasa Xin Qian seperti wanita jahat. Dia selalu melihat Xin Qian adalah wanita yang lembut dan penyabar. Meskipun Xin Juan datang padanya secara pribadi dan mengatakan hal-hal buruk mengenai Xin Qian. Namun dia masih tetap mempercayai Xin Qian....


...Tapi sekarang dia tidak bisa menangkap kelembutan dari wajah Xin Qian. Selain wajah yang sedang menampakkan kilatan kejahatan. Bahkan jika dia memiliki hati yang tulus untuk Xin Qian, tapi dengan begitu banyak kejadian, hatinya kini menjadi sedikit dingin....


...Xin Qian merasakan kepahitan di hatinya. Mu Qi Shen bahkan datang secara khusus dari Amerika hanya untuk membela Jia Fei. Dan Zhang Hongli yang bahkan dia sendiri sulit merayunya. Namun Jia Fei bisa mendapatkannya....


...Seorang pria yang sedari tadi menatap dari kerumunan merasa pengantin wanita begitu familiar. Dia kemudian berkata....


..."Aku tau, aku pernah melihat pengantin wanita sebelumnya,"...


...kerumunan yang mendengar berbalik menatap pria tersebut....


...Pria itu kembali berkata, "Aku pernah melihatnya di klub malam,"...


...Suara caci maki semakin keluar dari mulut para pengunjung. kerumunan mulai mengejek dan mengutuk Xin Qian....


..."Pengantin wanita ini terlalu menakjubkan, dia merayu Tuan Muda Shen, kemudian merayu Tuan Muda Zhang, sekarang seseorang melihatnya di klub malam. Oh, jangan lupakan dia adalah anak haram dari wanita simpanan,"...


...Xin Qian kini merasa seperti ingin menenggelamkan kepalanya. Dia ingin mencari tempat untuk bersembunyi. Dan secara refleks Shen Yuwen yang berada di sebelahnya melepaskan pegangan Xin Qian pada lengannya....


...Xin Qian menatap Shen Yuwen yang di wajahnya terlihat tatapan kecewa. Dia merasa takut dan gemetaran. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pria tersebut....


..."Kau jangan bicara omong kosong, bagaimana bisa aku muncul di klub malam,"...


...Pria itu menatap Xin Qian dengan pandangan mengejek....


..."Aku tidak mungkin salah, itu benar kau, aku melihatmu di klub malam, saat itu aku mengajakmu untuk minum bersama, tapi kau menolak dan bahkan menghinaku, kau mengatakan aku tidak cukup kaya untuk bisa minum denganmu,"...


...Para tamu menjadi semakin marah, mereka tidak segan-segan mengatakan cacian dan makian. Mereka mengutuk dan mengucapkan sumpah serapah....


...Seorang Nyonya kemudian berkata....


..."Dia menyukai Tuan Muda yang kaya, tidak heran, sifat aslinya benar-benar menunjukan bahwa dia adalah anak dari wanita simpanan,"...


... ...


... ...


 


 

__ADS_1


__ADS_2