
..............
...Jia Fei menghentikan langkahnya ketika suara itu memasuki pendengarannya. Jia Fei berbalik dan mendapati Shen Yuwen di sana. Pria itu terlihat lelah dan menyedihkan. Shen Yuwen yang selalu terlihat elegan kini tidak ayal seperti karyawan yang selalu di siksa atasan....
...Jia Fei tidak menaruh dendam padanya, bagaimanapun pria itu pernah dia cintai tanpa syarat hingga bertahun-tahun lamanya. Dia hanya berusaha melepaskan diri dari harapan yang tidak pernah jadi kenyataan. Dia tidak ingin lagi meraih sesuatu yang tidak bisa dia gapai....
...Ketika dia melihat Shen Yuwen di upacara pernikahan, dia merasakan gemuruh di hatinya, namun semua itu hanya sesaat dan menghilang begitu saja, tidak sesakit seperti pertama kali melihat Shen Yuwen membawa pulang Xin Qian ke rumah....
...Mungkin karena dia sudah mendapatkan Zhang Hongli sebagai gantinya. Mungkin karena dia sudah mendapatkan seseorang yang berada disisinya. Karena itu dia lebih menghargai Zhang Hongli saat ini, saat dia berada di titik terlemahnya, Zhang Hongli datang mengulurkan tangan. Dia sangat tau bagaimana rasanya mencintai sepihak. Karena itu kedepannya dia akan berusaha mencintai Zhang Hongli lebih dan lebih lagi....
...Shen Yuwen berjalan dan berdiri di hadapan Jia Fei, tatapan matanya penuh kerinduan dan rasa bersalah....
..."Tuan Muda Shen, ada apa anda memanggil saya,"...
...Shen Yuwen merasakan gemuruh di hatinya. Jia Fei selalu memanggilnya Shen Yuwen, namun sekarang dia memanggilnya secara formal....
..."Jia Fei, aku.....,"...
...Sebelum Shen Yuwen bisa menyelesaikan ucapannya Jia Fei buru-buru menyela....
..."Tuan Muda Shen tolong panggil saya dengan sebutan Nona Jia,"...
...Shen Yuwen terdiam untuk sesaat, dia merasakan hatinya memanas, dan rasa sakit itu perlahan menjalar menuju hatinya....
..."Ji....Nona Jia, bisakah anda meluangkan waktu sebentar,"...
__ADS_1
...Jia Fei kini menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Dimasa lalu pria ini selalu mengabaikannya. Dimasa lalu dia juga tidak berani menatapnya secara terang-terangan. Namun sekarang, karena statusnya lebih tinggi dari Shen Yuwen, dia menjadi lebih berani untuk menatapnya....
..."Tuan Muda Shen, saya rasa tidak ada yang perlu lagi di bicarakan di antara kita, menyangkut perusahaan, kita sudah membahasnya di rapat barusan,"...
...Jia Fei berhenti sejenak kemudian melanjutkan....
..."Saya undur diri terlebih dulu,"...
...Shen Yuwen menatapnya dengan pandangan kosong, ketika Jia Fei baru beberapa langkah Shen Yuwen kembali memanggilnya....
..."Nona Jia, apakah anda lupa tentang waktu yang sudah kita habiskan bersama,"...
...Jia Fei menghentikan langkahnya kemudian dia berbalik dan menatap Shen Yuwen....
..."Tuan Shen, saya rasa anda juga paham, selama tiga tahun kita menikah, saya tidak memiliki kenangan indah yang harus saya kenang, jangan lupa, bagaimana anda menghina saya sebagai orang miskin, juga jangan lupa, bagaimana anda membawa pulang Nona Xin saat itu, bagaimana saya harus mengatakan bahwa semua itu kenangan indah,"...
...Sekarang kenangan bersama Jia Fei dia selalu mengingatnya, wanita ini memperlakukannya dengan sangat baik, dia menjadi istri yang patuh, sekarang jika dia membandingkannya dengan pengganggu Xin Qian, dia mengerti bahwa dimasa lalu dia sudah menyia-nyiakannya. Dan sekarang dia merasa bersalah....
..."Nona Jia saat itu saya salah, saya berkata bahwa jika ada...,"...
...Sebelum Shen Yuwen menyelesaikan kalimatnya. Jia Fei segera menyela....
..."Tuan Shen, saya rasa anda cukup pintar, di dunia ini tidak ada kata 'jika', dimasa lalu saya selalu memberi anda kesempatan, saya selalu berusaha menjadi istri yang baik, dan berusaha agar anda selalu senang, namun yang saya terima adalah rasa dingin dari sikap anda, sekarang anda sudah bersama Nona Xin, dan saya sudah bersama Hongli, mari kedepannya kita memperlakukan satu sama lain sebagai orang asing,"...
...Setelah mengatakannya Jia Fei buru-buru pergi dia tidak menengok lagi kebelakang. Sementara Shen Yuwen hanya berdiri mematung. Dia berharap bahwa Jia Fei setidaknya masih memiliki perasaan padanya, dan mau memaafkannya. Namun ternyata Jia Fei memberinya tatapan yang dingin....
__ADS_1
...Sekarang dia mengerti bagaimana perasaan Jia Fei saat itu, Dia selalu mengabaikannya dan memberinya bahu yang dingin. Jia Fei juga pasti seperti ini, merasakan sakit seperti ini. Dia sudah terlalu banyak mengabaikan Jia Fei hingga membuat wanita itu terbiasa....
...Ketika semua orang menatapnya, mereka menggelengkan kepala, dimasa lalu Tuan Muda Shen membuang Nona Jia, sekarang dia berusaha untuk menarik perhatiannya lagi. Terlebih dia sudah memilih Nona dari keluarga Xin, dan Nona Jia sudah memilih Tuan Muda Zhang disisinya. Tuan Muda Shen tidak memiliki kaliber untuk bersaing dengan Tuan Muda Zhang, tidak ada yang lebih memalukan dari ini....
...Shen Yuwen masih terdiam, dia tidak memperdulikan tatapan mencemooh dari semua orang. Dia saat ini hanya fokus pada punggung Jia Fei yang semakin menjauh. Shen Yuwen merasakan tangannya bergetar dan hatinya terasa terpelintir....
...Tepat saat dia berbalik untuk kembali ke ruangannya, dia di hadang oleh penyihir Xin Qian....
..."Shen Yuwen, aku tidak menemukanmu dimana-mana, kau juga tidak pulang ke rumah, kau mengabaikan teleponku. Dan sekarang apa yang aku lihat, kau berbicara dengan Jia Fei,"...
...Semua orang kembali berbisik-bisik, ini sekarang menjadi hal biasa bagi mereka, pengganggu Xin Qian hampir setiap hari datang ke kantor dan membuat keributan. Sekarang dia berteriak-teriak. Semua orang hanya bisa menggelengkan kepala dan menutup telinga, Kehidupan kantor menjadi sulit semenjak Direktur mereka menikah dengan Nona Xin....
...Mereka rindu kehidupan kantor yang damai, secara alami mereka mengingat Jia Fei, wanita itu selalu tersembunyi, namun tidak pernah membuat masalah. Direktur mereka juga selalu terlihat baik, dengan aura yang mengesankan....
...Namun begitu menikah dengan Nona Xin. Direktur mereka seperti orang yang tidak bisa mereka kenali. Rambutnya acak-acakan, seperti tidak terurus. Kehidupan pernikahannya kali ini pasti sangat sulit, mereka sangat menyayangkan, dan rindu pada Nyonya Jia dimasa lalu. Siapa sangka ketika Jia Fei muncul di hadapan publik, wanita itu memiliki aura yang mengesankan, anggun dan elegan. Ini yang seharusnya menjadi top sosialita, bukan wanita penyihir yang berada di hadapan mereka....
...Shen Yuwen memijit pelipisnya melihat mulut Xin Qian yang terus menutup dan terbuka, wanita itu mengoceh tanpa henti....
..."Xin Qian, ini di kantor, jangan membuat keributan,"...
...Xin Qian mengepalkan tangannya. Dia sudah kesal karena Shen Yuwen tidak pulang ke rumah dan ketika dia ke kantor dia melihat Shen Yuwen yang sedang berbicara dengan Jia Fei. Amarahnya menjadi semakin meluap....
..."Shen Yuwen, apa maksudmu membuat keributan, aku istrimu, ingat kau sudah menikahi aku secara sah. Yang membuat keributan itu kau, kau bersama Jia Fei, untuk apa lagi kau berbicara padanya, apa sekarang kau merasa menyesal. Itu tidak ada gunanya. Jia Fei tidak akan mau lagi denganmu,"...
...Shen Yuwen merasakan dengungan di kepalanya. Xin Qian secara alami selalu mengganggunya di malam hari, sekarang dia datang secara khusus membuat keributan di siang hari. Dia sekarang sudah tidak bisa lagi menatap karyawannya seperti dulu. Semua karyawan berbicara tentangnya di belakang. Dia sekarang sudah merasa lelah....
__ADS_1
..."Xin Qian, pulanglah sekarang, selama aku masih berbicara baik-baik, jangan datang lagi ke kantor, aku akan pulang nanti malam,"...
...Setelah mengatakannya Shen Yuwen berbalik dan pergi, sementara Xin Qian yang kesal menghentak-hentakkan kakinya....