
............
...Sepanjang jalan Jia Fei melihat pemandangan jalan. Pohon-pohon menggugurkan daunnya. Seperti hatinya dan perasaannya yang sedikit demi sedikit tergores. Shen Yuwen memperlakukannya dengan dingin. Sedangkan dia selalu berusaha memberikan kehangatan untuk Shen Yuwen. Perasaannya terhadap Shen Yuwen tulus juga bukan perasaan yang dibuat-buat. Namun melihat kemesraan Shen Yuwen dan Xin Qian kemarin, Jia Fei merasa tidak akan pernah ada tempat untuk dirinya. Shen Yuwen hanya menyukai Xin Qian. Dan dia seperti membuang-buang waktu menginginkan sesuatu yang tidak bisa dia capai....
...Jia Fei merasa lelah dia juga ingin dicintai seperti yang lain. Dia juga ingin bahagia seperti wanita yang lain. Namun setelah bertahun-tahun berusaha yang dia dapatkan adalah kekejaman dunia. Dia tidak tau lagi harus berbuat seperti apa, tidak tau lagi harus berprilaku seperti apa. Ketika dia mengetahui Shen Yuwen menyukai berbagai makanan dari belahan dunia dia belajar memasak hingga tangannya pernah tersiram minyak panas....
...Ketika dia tau Shen Yuwen membenci wanita pemalas dia bekerja dengan sangat giat untuk mendapatkan pengakuan dari Shen Yuwen....
...Shen Yuwen tidak menyukai adanya asisten rumah tangga maka seluruh pekerjaan rumah tangga dia sendiri yang mengurusnya....
...Shen Yuwen tidak pernah memberinya uang lebih hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari, maka dia sebagai istri tidak ingin membebani suami, dia mencari pekerjaan paruh waktu, ketika dia selesai dengan pekerjaan rumah dia pergi bekerja, semua kelelahannya dia tanggung sendiri dalam pundaknya....
...Apapun yang dikatakan Shen Yuwen dia tidak pernah membantahnya, ketika Shen Yuwen tidak pulang ke rumah dia tidak bertanya dan juga tidak ingin membuatnya marah. Jika dia disuruh diam maka dia akan diam. Shen Yuwen tidak pernah menyentuhnya dia menerima semuanya dengan lapang dada. Harus dengan cara apalagi juga harus bagaimana lagi Jia Fei merasa putus asa....
...Jia Fei meneteskan air matanya namun dia buru-buru menghapusnya dia tidak ingin Zhang Hongli tau. Dia mengalihkan pikirannya dia tidak ingin mengingat Shen Yuwen saat ini. Dia hanya ingin bersenang-senang seperti wanita kebanyakan....
.............
...Sementara itu Zhang Hongli menyetir dengan perasaan senang dihatinya. Dia benar-benar bahagia melihat Jia Fei saat ini berada di sampingnya dia merasa seperti mimpi jika benar begitu dia bahkan tidak ingin bangun dari mimpinya....
...Zhang Hongli memecah keheningan, "Jie-Er, kau mau pergi kemana,"...
...Jia Fei tersadar dari lamunannya ketika suara khas seorang pria memasuki Indra pendengarannya, "Emm kau ingin kemana,"...
...Zhang Hongli sedikit menaikan sudut bibirnya, "Aku tidak tau Beijing, dan aku sudah memintamu untuk menjadi pemandu ku,"...
...Jia Fei kemudian berpikir dia menjadi bingung sebaiknya dia pergi kemana, "Bagaimana jika kita pergi ke tempat hiburan,"...
...Zhang Hongli tersenyum lembut kemudiaan mengangguk, "Terserah Tuan putri,"...
..."Hahaha," Jia Fei tertawa, ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang memanggilnya Tuan putri....
...Selama perjalanan mereka berbincang sesekali mereka tertawa, kali ini Jia Fei benar-benar merasa bahagia, dia tertawa begitu lepas sesuatu yang tidak pernah dia lakukan ketika dia berada di rumah. Dan pria yang membuatnya tertawa adalah Zhang Honglinya. Teman masa SMA nya, seorang pria gemuk menjelma menjadi pria tampan yang mempesona, mau di pikir seperti apapun Jia Fei masih tidak percaya, seiring waktu seseorang bisa berubah begitu banyak, tampaknya hanya dia yang tidak berubah kecuali hanya sedikit bertumbuh....
__ADS_1
............
Taman hiburan
...Mereka akhirnya tiba di taman hiburan, Jia Fei segera memakai topi dan juga masker yang dia bawa. Dia tidak ingin terlihat mencolok, jika dia berjalan dengan orang biasa mungkin dia tidak akan menggunakan perlindungan diri seperti ini, namun sekarang dia berjalan bersama Zhang Hongli. Tuan Muda Zhang yang di kagumi banyak wanita, dia sukses di usia mudanya....
...Jika identitasnya ketahuan mungkin Zhang Hongli akan kesusahan. Dan seluruh dunia akan membencinya. Wanita biasa seperti dirinya berjalan dengan Zhang Hongli, tidakkah semua orang akan tertawa, ini terlihat seperti majikan dan pembantu....
...Zhang Hongli juga tidak lupa memakai topi dan maskernya. Sebenarnya dia tidak ingin menggunakannya dia tidak masalah jika di gosipkan dengan Jia Fei, dia justru akan berterimakasih dan akan berdoa sepanjang hari. Dia akan merasa senang dan bahkan, dia ingin seluruh dunia tau bahwa wanita ini adalah satu-satunya wanita yang dia cintai. Jika Jia Fei menginginkan dunia berada di tangannya dia akan memberikannya. Bahkan jika Jia Fei menginginkan nyawanya dia akan memberikannya....
...Jia Fei tidak tau bahwa selama ini ada orang yang diam-diam mencintai dirinya sama seperti dia mencintai Shen Yuwen. Bahkan mungkin lebih dari cintanya terhadap Shen Yuwen....
...Zhang Hongli turun dari mobilnya dia kemudian mengajak Jia Fei masuk. Mereka tidak tau jika ada orang yang diam-diam memotret mereka dari kejauhan....
.............
..."Halo, Nyonya,"...
..."Saya sudah mendapatkan beberapa foto, mereka sekarang masuk ke taman bermain, apakah saya harus mengikutinya,"...
..."Saya mengerti,"Ucapnya....
...Kemudian telfon terputus....
............
...Sementara itu Zhang Hongli dan Jia Fei berjalan memasuki taman hiburan. Jia Fei merasa senang setelah sekian lama dia bisa kembali kesini. Ketika dia masih kecil tempat ini adalah tempat bermainnya melepas lelah setelah sepulang sekolah....
...Tapi ketika tersentuh oleh tangan penguasa, tempat ini berubah menjadi taman bermain. Bukan hanya tempat ini seiring waktu semua tempat bermainnya berubah menjadi gedung-gedung angkuh pencakar langit. Semua kenangan seakan terkubur ketika berdirinya tembok yang kokoh menjulang tinggi...
...Jia Fei tersenyum miris pada akhirnya semua berubah, bahkan satu persatu temannya pun pergi. Meski ketika dia SMA dia tidak memiliki banyak teman, namun ketika dia masih gadis kecil yang polos dia memiliki banyak teman di sekitarnya. Mereka semua tulus tidak membedakan dari kelas mana dia berasal. atau dari keluarga mana dia berasal. Semua tertawa menikmati indahnya dunia. Hanya ketika dia sedikit lebih dewasa dia mulai mengenal kesenjangan sosial. dia mulai mengerti kekejaman dunia....
...Zhang Hongli menatap Jia Fei yang berdiri mematung, Zhang Hongli mengerutkan dahinya. Perasaanya menjadi asam, apakah Jia Fei sedang memikirkan suaminya. Hingga bahkan kehadirannya tidak mampu mengalihkan pikiran Jia Fei. Zhang Hongli merasakan hatinya tiba-tiba menjadi sakit. Dia marah terhadap dirinya sendiri, harusnya dia datang lebih awal, harusnya dia melamar Jia Fei lebih dulu, namun jika seperti itu apakah saat itu Jia Fei akan mencintai dirinya. Apakah jika dia datang lebih awal Jia Fei akan menjadi miliknya. Memikirkannya Zhang Hongli menjadi semakin sedih. Dia mendapatkan segalanya kecuali satu, yaitu wanita yang berada di sebelahnya....
__ADS_1
...Jia Fei membuyarkan semua lamunannya dia kemudian menatap ke arah Zhang Hongli, Jia Fei merasa sedikit tidak nyaman, Zhang Hongli seperti terkubur dalam lamunannya. Apakah dia sedang memikirkan Xin Qian, Apakah karena skandal waktu itu, apa hubungan Zhang Hongli dengan Xin Qian, Apakah Zhang Hongli menyukai Xin Qian, Jika memang seperti itu Jia Fei merasa sedih....
...Dia tidak ingin Zhang Hongli jatuh kedalam pelukan Xin Qian, terlebih Xin Qian adalah kekasih Shen Yuwen, Jia Fei merasa penasaran dalam hatinya namun dia tidak berani bertanya dia takut Zhang Hongli merasa tidak nyaman karena Jia Fei seolah lancang bertanya tentang hal pribadinya....
...Namun tiba-tiba seorang anak kecil berlari ke arah Jia Fei. Refleks Jia Fei menghindar namun dia tidak sengaja menyenggol Zhang Hongli. Zhang Hongli yang tidak siap dengan dorongan tiba-tiba hampir mundur kebelakang namun Jia Fei segera menarik tangannya. Hingga Zhang Hongli menabrak tubuh Jia Fei, namun bukan rasa hangat dari tubuh Jia Fei yang Zhang Hongli rasakan melainkan rasa sakit dari ujung topi yang di kenakan Jia Fei....
..."Topi sial," Zhang Hongli mengumpat dalam hatinya....
...Jia Fei meminta maaf kemudian dia mengajak Zhang Hongli untuk mengitari taman bermain. Jia Fei menaiki beberapa wahana. Namun dia menaiki komedi putar berkali-kali. Dia sangat suka menaiki komedi putar karena ini adalah wahana yang tidak berbahaya baginya. Jia Fei tertawa bahagia di sebelahnya Zhang Hongli juga tersenyum senang. Jika dia mati saat ini, Zhang Hongli tidak akan pernah menyesal....
...Setelah selesai dan Jia Fei merasa puas menaiki komedi putar mereka berdua berjalan kembali dan kemudian berfoto bersama. Zhang Hongli juga mengambil beberapa foto selfie-nya Jia Fei, Jia Fei terlihat sangat cantik di depan kamera. Bahkan jika ada artis tercantik di dunia berada disini, di mata Zhang Hongli Jia Fei adalah yang tercantik. Wanita lain tidak pernah masuk dalam matanya seolah matanya hanya di filter khusus untuk Jia Fei....
...Mereka berdua kembali berjalan dan menaiki beberapa wahana. Jia Fei benar-benar merasa puas, dia juga sangat berterimakasih karena Zhang Hongli mau menemaninya....
...Zhang Hongli juga merasa senang dia tidak merasa keberatan, dia juga berterimakasih karena Jia Fei membawanya ke tempat yang seru....
...Zhang Hongli mengajak Jia Fei pulang karena hari sudah menjelang sore, Jia Fei mengangguk setuju seharian dia sudah bermain ini sudah waktunya dia untuk pulang....
...Langit sore terasa semakin indah karena di habiskan dengan orang yang di cintai, musim gugur saat ini adalah yang terbaik bagi Zhang Hongli, Musim gugur yang terasa seperti musim semi, Zhang Hongli merasakan seolah-olah bunga bermekaran indah di hatinya....
...Daun berguguran di sepanjang jalan, di bawah pohon Jia Fei berdiri menikmati semilir angin yang berhembus, sinar matahari yang berwarna jingga menyinari sebagian wajahnya. Zhang Hongli berdiri membatu, Seolah tersihir akan kecantikan Jia Fei, Jia Fei seperti poros keindahan, dunia seolah berputar pada Jia Fei....
...Seakan tersadar Zhang Hongli buru-buru mengambil kamera dia memotret Jia Fei dengan penuh semangat. Dia berencana membingkai Foto Jia Fei dan menaruh di tempat yang bisa selalu dia pandangi....
...Jia Fei menatap ke arah Zhang Hongli sadar karena aksinya di ketahui Jia Fei Zhang Hongli tersenyum canggung, sedangkan Jia Fei hanya bisa tertawa....
...Mereka akhirnya kembali sebenarnya Zhang Hongli ingin terus bersama Jia Fei, namun waktu seakan berjalan lebih cepat dari biasanya. Dia tidak mengerti kenapa ketika dia merasakan hari yang bahagia waktu seakan cepat berlalu, namun ketika dia merasakan hari yang buruk dia merasa waktu berjalan sangat lambat. Ini semua tidak adil,"Pikirnya....
...Jia Fei berbincang dengan Zhang Hongli di sepanjang jalan, mereka membicarakan hal-hal tentang masa lalu ketika mereka masih berada di sekolah. Sesekali Jia Fei cemberut namun segera berubah menjadi tawa....
...Hingga akhirnya Jia Fei tiba di halte bus, Jia Fei sengaja meminta Zhang Hongli menjemput juga mengantarnya dari sini. Dia hanya ingin menghindari berita....
...Sekali lagi Jia Fei mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya turun dari mobil....
__ADS_1
...Jia Fei kembali kerumahnya dengan perasaan bahagia di hatinya. Dia tidak tau bahwa badai besar sedang menantinya....