
............
Beberapa Hari Kemudian
...Tidak terasa beberapa hari telah berlalu, sejak kedatangan Zhang Hongli ke perusahaan cabang, semua karyawan mulai membicarakannya. seakan pembicaraan tentang Zhang Hongli tidak pernah ada habisnya....
..."Kau tau, hari itu Tuan Muda Zhang datang berkunjung, aku tidak bisa melupakan wajahnya, dia benar-benar sangat tampan,"...
..."Ah, kau benar setiap malam aku bahkan memimpikannya, dia lebih tampan dari yang ku lihat di televisi,"...
..."Aku tidak menyangka jika yang datang adalah Tuan Muda Zhang, aku pikir yang datang adalah pak tua,"...
..."Ah, aku dengar kau tidak masuk kerja hari itu karena kau sakit,"...
..."Benar, jika aku tau Tuan Muda Zhang datang ke perusahaan kita, biar aku jalan dengan tongkat sekalipun, aku akan tetap masuk, sayang sekali aku melewatkan hal yang menakjubkan,"...
..."Jika aku bisa menyentuh tangannya bahkan jika aku mati, aku tidak akan menyesal,"...
...Karyawan wanita terus membicarakannya Zhang Hongli menjadi gosip terpanas saat ini....
.............
Berlin
...Sementara itu di Berlin Shen Yuwen sedang bersiap-siap untuk kembali ke Beijing, dia sudah rindu rumah mungkin karena kini Xin Qian tinggal di rumahnya. Dia juga tidak suka makanan di Berlin rasanya sangat beda dengan masakan Jia Fei. Shen Yuwen termenung tunggu, kenapa dia jadi memikirkan Jia Fei, Shen Yuwen buru-buru menggelengkan kepalanya....
...Dia sudah mempersiapkan semua barang-barangnya termasuk oleh-oleh untuk Xin Qian, sebuah tas limited edition, dan juga sebuah gantungan ponsel sebagai bonus, Shen Yuwen menyimpan di saku jasnya. Setelah semua siap Shen Yuwen pergi ke bandara....
.............
Rumah Shen Yuwen
...Hari ini Shen Yuwen akan kembali ke Beijing, Jia Fei buru-buru berbelanja dia berencana menyiapkan berbagai macam makanan kesukaan Shen Yuwen. Mungkin saja Shen Yuwen tidak terbiasa makanan di sana....
...Jia Fei menghubungi Shen Yuwen guna menanyakan kira-kira jam berapa dia akan kembali, Shen Yuwen mengatakan mungkin di malam hari dia baru akan sampai. Jia Fei menghela nafas sudah berhari-hari dia tidak bertemu Shen Yuwen. Perasaannya terhadap Shen Yuwen sudah tidak seintens dulu, Bukankah sebesar apapun rasa cinta jika terus di sakiti maka perasaan itu akan hilang, mungkin yang Jia Fei rasakan juga seperti itu. Terlebih dia akan bercerai dia harus membiasakan diri tanpa Shen Yuwen. Dia harus mandiri dan tidak bergantung pada Shen Yuwen lagi....
...Jia Fei berniat mencari pekerjaan baru. Kali ini dia akan melamar ke berbagai perusahaan. Karena mungkin nanti akan bercerai dia membutuhkan uang untuk hidup dia kedepannya. Dia juga hanya harus mengurus dirinya sendiri. Meskipun kemungkinan kerja di perusahaan membutuhkan waktu seharian dan mungkin sesekali dia akan pulang malam namun dia tidak khawatir, karena tidak ada yang harus dia layani di rumah....
...Kali ini Jia Fei sudah bertekad. Raganya ingin pergi jauh dari Shen Yuwen namun hatinya sedikit menolak. Meski perasaannya sudah tidak sebesar dulu, namun kenangan yang dia habiskan bersama Shen Yuwen juga tidak akan mudah dia singkirkan. Dia juga tidak memiliki kenangan yang cukup indah namun dia sudah menghabiskan beetahun-tahun hidup bersama Shen Yuwen....
...Jia Fei duduk di lantai kamarnya dia melihat buku tabungannya. Ini adalah uangnya yang dia kumpulkan selama beberapa tahun bekerja paruh waktu. Jumlahnya tidak banyak, jika dia harus menyewa sebuah apartemen maka uangnya akan langsung habis. Dia harus lebih berhemat dia tidak bisa tinggal di apartemen mungkin dia akan mencari rumah sewa yang relatif lebih murah....
...Jia Fei menghela nafas berat. Dia kembali menyimpan buku tabungannya ke dalam laci dengan hati-hati, benda berharga ini dia harus simpan dengan baik-baik. Ketika dia hendak menutup lacinya dia melihat buku merah yang juga sangat berharga. Surat nikahnya dengan Shen Yuwen, Jia Fei kembali memegangnya erat-erat. Air matanya kembali terjatuh. Kedepannya dia akan menjadi janda. Sebuah label yang di pandang sebelah mata. Mungkin banyak yang akan mencemoohnya karena bercerai di usia mudanya. Dia harus bisa mandiri dan menjadi pribadi yang kuat, agar dia tidak di injak-injak oleh orang lain. Dia mengerti akan dunia yang kejam ini. Kekuasaan adalah yang terpenting. Sebaliknya jika lemah dan miskin dia akan di tindas....
...Jia Fei bertekad bahwa dia harus sukses, meski tanpa Shen Yuwen dia juga akan tetap hidup....
...Jia Fei buru-buru menghapus air matanya. Dia merebahkan dirinya di tempat tidur, sebentar lagi dia akan pergi dari rumah yang selama beberapa tahun ini dia tinggali....
...Jia Fei melihat ponselnya ketika notifikasi pesan baru masuk. Dia mendapatkan sebuah pesan dari Zhang Hongli, Zhang Hongli mengajaknya bertemu esok malam. dia memberitahu perihal tempat dan waktunya. Jia Fei sedikit mengernyitkan dahinya pasalnya Zhang Hongli mengajaknya makan malam di salah satu restoran mewah di Beijing. Dia tidak pernah pergi ke restoran mewah dia menjadi sedikit gugup. Namun karena Zhang Hongli adalah temannya dan juga dia akan kembali ke Amerika, Jia Fei juga tidak akan menolak. Dia juga sudah berjanji akan bertemu dengan Zhang Hongli....
...Jia Fei buru-buru membuka lemari pakaiannya. Dia melihat deretan bajunya yang telah lusuh. Dia benar-benar tidak memiliki baju yang bagus. Dia tidak mungkin bertemu Zhang Hongli dengan mengenakan kaus lusuh. Jia Fei menjadi sedikit pusing, Jika dia pergi makan malam di restoran tidakkah dia harus menggunakan dress. Jia Fei memijit pelipisnya sepertinya dia harus membeli sebuah dress....
...Dress yang terakhir kali dia pakai adalah pemberian dari Shen Yuwen ketika dia mengunjungi rumah keluarga Shen, itu adalah satu-satunya dress yang dia punya, juga satu-satunya pakaian mewah yang dia punya. Dia tidak mungkin memakainya lagi. Terakhir kali dia sudah mengenakannya ke acara reuni sekolah, bukankah dia setidaknya memiliki satu buah dress yang lain....
...Tepat ketika Jia Fei masih di landa kebingungan ponselnya kembali berdering, Zhang Hongli kembali menghubunginya....
__ADS_1
...From Zhang Hongli...
..."Berikan alamat mu, aku akan mengirimkan gaun yang akan kau pakai,"...
...Jia Fei menghela nafas lega setidaknya Zhang Hongli memikirkan hal-hal seperti ini. Dia tidak perlu lagi bingung soal pakaian. Buru-buru Jia Fei membalasnya. Dia mengirimkan alamat rumahnya lebih tepatnya alamat rumah Shen Yuwen....
...Jia Fei merasa sedikit lelah. Dia kemudian menutup matanya karena Shen Yuwen kemungkinan akan tiba di malam hari jadi tidak masalah bukan jika dia sedikit beristirahat, Jia Fei perlahan-lahan tertidur....
.............
Di Vila
...Zhang Hongli tersenyum ketika mengirim pesan kepada Jia Fei. Dia ingin memberikan segala yang terbaik untuk Jia Fei. Karena itu dia sengaja memesan sebuah gaun malam yang indah dari seorang desainer ternama. Gaun yang hanya akan di kenakan oleh Jia Fei. Gaun dengan sentuhan tangan terbaik. Dia ingin memberikan kesan yang bagus jika ini adalah yang terakhir kalinya....
...Mata Zhang Hongli sedikit memerah, dia selalu sempurna dalam segala hal. Penampilan, kekayaan, kekuasaan. Dia memiliki segalanya di dalam genggamannya. Namun ketika dia di hadapkan dalam sebuah hubungan dia tidak cukup bagus, dia tidak beruntung dalam hal asmara. Dia tidak tau mengapa, hingga dia mengalami hal menyakitkan seperti ini, seperti menyukai istri orang lain....
...Zhang Hongli menghela nafas berat, rasa sesak perlahan muncul dalam hatinya. Dia tidak suka perasaan seperti ini. Lebih baik di hadapkan dengan persoalan kantor dari pada persoalan wanita....
.............
Rumah Shen Yuwen
...Hari menjelang sore, Jia Fei terbangun dari tidurnya. Dia tidur selama beberapa jam. Jia Fei kemudian bergegas mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai dia keluar dari kamarnya. Dia melihat sekeliling rumah yang kosong. Dia tidak melihat Xin Qian di rumah, mungkin wanita itu pergi bersama temannya. Jia Fei tidak peduli....
...Karena Shen Yuwen akan pulang disaat malam. Jia Fei segera pergi ke dapur. Dia memasak berbagai macam hidangan. Ini mungkin menjadi yang terakhir kalinya dia memasak untuk Shen Yuwen. Dimasa depan dia akan menemukan suami yang baik. Tidak perlu kaya yang penting mencintai dan menghargainya. Mulai kedepannya dia akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Agar dia pantas untuk orang yang mungkin nanti akan dia temukan dimasa depan....
...Jia Fei buru-buru menggelengkan kepalanya, kenapa dia malah memikirkan membangun kehidupan bersama pria lain. Padahal sekarang pun dia masih belum bercerai. Dia menepuk-nepuk pipinya sepertinya dia sudah gila....
...Setelah selesai memasak, Jia Fei menatap puas hidangan di depannya. Semua piring di meja penuh dengan makanan yang dia buat. Ini seperti akan terjadi pesta. Anggap saja ini pesta penyambutan Shen Yuwen....
...Jia Fei buru-buru menghampirinya....
..."Apakah ini kediaman keluarga Nyonya Jia,"...
...Jia Fei mengernyitkan dahinya, "Iya benar,"...
...Kurir itu memberikan paket yang di bawanya, "Ada kiriman untuk Nyonya Jia, tolong tanda tangan disini,"...
...Jia Fei segera menandatanganinya dan menerima paket tersebut....
...Dia kembali ke dalam rumahnya, dan meletakan paketnya di meja. Jia Fei merasa aneh, dia tidak pernah membeli apapun. Lalu kenapa tiba-tiba ada kiriman untuknya....
...Jia Fei segera membukanya. Sebuah gaun hitam dengan tali sepagethi di lapisi Tiara di bagian talinya. Gaun hitam pendek yang sangat cantik. Jia Fei membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka akan dapat kiriman seperti ini, apakah Zhang Hongli yang mengirimnya....
...Dia kemudian melihat sebuah note, "Ji-Er aku harap kau menyukainya,"...
...Jia Fei tersenyum cerah benar saja Zhang Hongli yang mengirimnya. Selera pria itu benar-benar bagus, gaunnya sangat halus dan juga sangat indah, Dia tidak menyangka dalam hidupnya dia akan di berikan sebuah gaun oleh Zhang Hongli. Ini adalah kedua kalinya seorang pria memberikannya gaun setelah Shen Yuwen....
...Jia Fei merasa sangat senang. Dia kembali ke kamarnya dan buru-buru menyimpannya....
.............
...Langit berubah menjadi gelap, terdengar suara petir dan guntur di luar. Sepertinya akan turun hujan. Xin Qian juga sudah kembali ke rumah. Dia memoles dirinya dengan sangat cantik dan juga memakai gaun yang sedikit terbuka, Jia Fei memakai pakaian lusuhnya yang dia punya. Benar-benar persis seperti majikan dan pembantu....
...Benar saja setelah beberapa saat terdengar suara hujan. Jia Fei pergi ke luar. Dia menghirup aroma rumput dan tanah yang tercampur ke udara. Dia suka hujan entah kenapa, mungkin saat dia SMA dan bertemu Zhang Hongli, saat itu juga turun hujan dia menembus hujan bersama Zhang Hongli, dengan hanya sebuah payung kecil yang dia bawa....
__ADS_1
...Saat itu dia juga menghirup aroma rumput dan tanah. Perasaannya menjadi hangat. Kenangan indah yang dia juga tidak ingin melupakannya. Sosok Zhang Hongli yang gemuk dan menggemaskan dimasa lalu, berubah menjadi sosok ramping yang tinggi. Jia Fei tiba-tiba memikirkan Zhang Hongli. Dia segera menepuk pipinya. Mengusir Zhang Hongli dari pikirannya. Apa karena Zhang Hongli mengiriminya gaun dan juga turun hujan sehingga dia mengingat Zhang Hongli, dia juga tidak mengerti....
..............
...Zhang Hongli menatap ke jendela kamarnya. Di luar hujan deras. Guntur dan petir saling bersahutan. Seperti hatinya yang di landa kebingungan. Dia mengingat kembali kenangan lama yang dia simpan erat-erat di memori otaknya. Dia ingat hari dimana dia pertama kali bertemu Jia Fei. Saat itu juga turun hujan. Jia Fei menggenggam tangannya dan tersenyum dengan indah. Dia menerobos hujan bersama dengan hanya satu buah payung....
...Kini gadis kecil itu telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Zhang Hongli begitu ingin merengkuh dan menempatkan Jia Fei di sisinya. Dia tidak tau apakah Jia Fei masih mengingat kenangan bersamanya. Atau hanya dia sendiri yang mengingatnya. Zhang Hongli merasakan sakit di dadanya....
...Zhang Hongli merasa suami Jia Fei begitu beruntung karena bisa mendapatkan Jia Fei. Jika saja dia memiliki kesempatan dia juga akan berusaha membahagiakan Jia Fei dengan segala yang dia miliki. Zhang Hongli menghela nafas berat, Kesempatan itu sepertinya tidak akan pernah ada....
..............
Rumah Shen Yuwen
...Hujan masih deras Shen Yuwen telah sampai di rumah, dia turun dari mobilnya dan di payungi oleh Xin Qian....
...Sementara itu Jia Fei menatapnya dari samping. Xin Qian merengkuh lengan Shen Yuwen seolah tidak ada Jia Fei di sana. Dan Shen Yuwen juga tidak merasa keberatan....
...Shen Yuwen berjalan memasuki rumahnya, sekilas dia melihat Jia Fei yang berdiri menatapnya. Shen Yuwen hanya menaikan sebelah alisnya dan kembali berjalan melewati Jia Fei....
...Xin Qian tersenyum puas melihat sikap dingin Shen Yuwen kepada Jia Fei....
..."Kau pasti lelah, aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi," Xin Qian berusaha seolah menjadi istri yang baik....
...Shen Yuwen merasa tersentuh dengan perlakuan Xin Qian. Inilah yang seharusnya seorang istri lakukan, Pikirnya....
..."Baiklah," Ucap Shen Yuwen...
...Jia Fei hanya bisa berdiri mematung dia juga bukan tidak ingin menyiapkan air mandi untuk Shen Yuwen, namun pria itu tidak pernah membiarkannya masuk ke dalam kamarnya. Jia Fei juga ingin melakukannya namun dia tidak pernah diberi kesempatan....
...Shen Yuwen benar-benar tidak mengucapkan sepatah katapun kepada Jia Fei. Seolah Jia Fei adalah makhluk yang tidak kasat mata....
...Xin Qian berjalan bersama Shen Yuwen menaiki tangga dan masuk ke kamar Shen Yuwen, Jia Fei tidak bergeming dia masih berdiri mematung menatap punggung kedua orang yang semakin menjauh. Hatinya benar-benar sakit. Meski perasaannya terhadap Shen Yuwen sudah berkurang, namun jika melihat langsung kemesraan mereka berdua hati Jia Fei juga terasa seakan tertusuk....
...Jia Fei menghapus air matanya dengan kasar. Dia duduk di sofa menunggu Shen Yuwen dan Xin Qian untuk makan malam bersama. Namun setelah beberapa lama kedua orang itu tidak juga turun. Jia Fei bermaksud memanggilnya. Karena dia juga sudah merasa lapar....
...Perlahan Jia Fei berjalan menaiki tangga. Dia berhenti di depan kamar Shen Yuwen. kebetulan pintu kamar Shen Yuwen tidak tertutup dengan rapat. Dia melihat dari celah pintu, Xin Qian berdiri di depan Shen Yuwen. Dan apa yang Jia Fei lihat membuat matanya terbelalak. Shen Yuwen hanya memakai kimono mandinya dan dengan intens mencium Xin Qian. Xin Qian menengok ke arah Jia Fei dan tersenyum menyeringai....
...Jia Fei merasakan nafasnya memburu. Pemandangan yang yang bahkan tidak pernah dia bayangkan. Shen Yuwen mencium Xin Qian begitu intens, seolah mereka adalah sepasang suami istri. Bahkan dia dan Shen Yuwen tidak pernah melakukannya. Tapi Shen Yuwen Xin Qian mereka mungkin sudah... Jia Fei tidak sanggup lagi memikirkannya....
...Jia Fei ingin membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu. namun dia tidak bisa berkata-kata seolah kata-katanya tersangkut di tenggorokannya, pemandangan ini begitu tiba-tiba otaknya tidak bisa merespon dengan benar. Namun degupan jantungnya memburu dengan cepat. Perlahan menghantarkan rasa sakit yang menjalar dari pembuluh darahnya....
...Jia Fei buru-buru berbalik dia tidak kuat melihatnya, dia berjalan memasuki kamarnya. Air matanya terus keluar bak air keran yang lupa di matikan. Jia Fei cepat-cepat membuka lemari pakaiannya. Dan membereskan semua pakaiannya. Dia memasukannya ke dalam koper mini. Dia tidak memiliki apapun selain baju lusuh yang dia bawa ketika pertama kali dia datang ke rumah ini. Dia juga tidak akan membawa barang-barang yang di berikan Shen Yuwen. Dia hanya akan membawa barang-barang yang dia beli dengan hasil jerih payahnya....
...Dia sudah berusaha melakukan yang terbaik sebagai istri tapi inilah balasannya. Jia Fei sudah tidak kuat lagi. Dia memutuskan untuk pergi malam ini. Mungkin ini juga salah dirinya, karena sudah menghalangi kebahagiaan Shen Yuwen. Pria itu juga harus bahagia dan hidup bersama wanita yang dia cinta. Bukan dengan dirinya bukan dengan Jia Fei....
...Jia Fei membawa serta gaun yang Zhang Hongli berikan padanya. Dia mengambil barang-barang pemberian Shen Yuwen dan akan mengembalikannya. Barang-barang pemberian Shen Yuwen tidaklah banyak. Selama pernikahannya dia hanya pernah dibelikan beberapa barang yang terdiri dari satu buah gaun dan juga sepasang sepatu. Shen Yuwen memberikannya ketika mereka mengunjungi rumah keluarga Shen, juga satu buah kartu kredit untuk biaya makan sehari-hari dan Juga sebuah cincin yang melingkar di jarinya....
...Jia Fei bergegas untuk pergi dia mengambil tabungannya dan segera memasukannya kedalam koper....
...Jia Fei memegang erat surat nikah yang berada di tangannya. Dia menangis terisak....
...Perlahan Jia Fei membuka pintu kamarnya, dia melihat Shen Yuwen dan juga Xin Qian yang sudah berada di lantai bawah. Melihat pasangan di depannya hatinya bertambah sakit. Namun Jia Fei berusaha menguatkan dirinya dia juga tidak ingin terlihat lemah. Dia berjalan dengan koper kecil yang dia bawa. Dia berdiri di hadapan Shen Yuwen....
...Shen Yuwen merasa jantungnya berpacu lebih kencang. Dia melihat Jia Fei di hadapannya dengan sebuah koper di tangannya. Shen Yuwen menautkan alisnya, apakah Jia Fei mutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama pria asing. Memikirkan ini Shen Yuwen merasa amarah tiba-tiba muncul di hatinya....
__ADS_1
...Jia Fei menghela nafas. Tenggorokannya seakan tercekat. Jia Fei perlahan melepaskan cincin yang berada di jarinya. Dia menarik tangan Shen Yuwen dan mengembalikan cincin yang pernah dia berikan. Dengan mata memerah Jia Fei berkata, "Ayo Kita Bercerai,"...