
Semua orang terdiam mereka saling memandang satu sama lain, Shen Yuwen terdiam, tubuhnya menegang seketika, tatapannya berubah menjadi nanar, mengingat mengenai Jia Fei dia merasa seperti ombak besar datang padanya. dia tidak tau bahwa adiknya akan mencari Jia Fei mengingat kembali kata-kata dokter dia ingat bahwa dia tidak boleh membebaninya.
Nyonya Shen bingung dan bingung apa yang harus dia katakan kepada putrinya ini, dia menatap Shen Yuwen sebelum dia berkata.
"Jia Fei sekarang pergi ke rumah orang tuanya, dia memiliki sedikit urusan, tampaknya tubuh Bibi dan Paman tidak dalam kondisi baik, jadi dia merawatnya di sana."
Tianzhi terdiam sesaat, dia akhirnya mengangguk. "Aku berpikir bahwa Kakak Jia tidak ingin melihatku, tapi karena dia pergi untuk merawat orang tuanya aku tidak masalah."
Tianzhi kemudian mengalihkan pandangannya dia menatap Kakaknya Shen Yuwen.
"Kakak Shen, hubunganmu dengan Kakak Jia baik-baik saja bukan? Kakak Jia orang yang baik, aku bahkan tidak pernah mengatakan ini pada orang lain tapi Kakak Jia adalah orang yang tulus, dan aku menyukainya. Kakak Jia juga sangat menyukaimu."
Shen Yuwen berdiri mematung, bibirnya terkatup dengan rapat, dia tidak bisa menyangkal apa yang adiknya ini katakan, dia tau dia tidak bodoh, Jia Fei menyukainya hanya saja dia mengabaikannya. Perasaan Shen Yuwen campur aduk, akhir-akhir ini dia sangat lelah karena Shin Qian dia juga tidak bisa tidur dengan benar. sekarang adiknya menanyakan mantan istrinya, apa yang harus dia katakan.
"Tianzhi, apa kamu tidak mengingat apa yang terjadi padamu sebelumnya?"
__ADS_1
Tianzhi terdiam, tiba-tiba kepalanya menjadi sakit, dia memeganginya dengan erat, dan ini membuat mereka semua khawatir.
"Tianzhi... Tianzhi..., apa kamu baik-baik saja."
Nyonya Shen sangat khawatir dia memeluk putrinya dengan lemah.
"Ah Bu, kepalaku rasanya sakit."
"Sudah, jangan di paksakan. Sangat baik karena kamu sekarang siuman. sebaiknya jangan mengingat apa pun lagi, sebaiknya kamu istirahat."
Tianzhi menganggukkan kepalanya dengan lemah, dia berbaring dengan nyaman dan mulai menutup matanya. Nyonya Shen kemudian menarik Shen Yuwen untuk pergi dan membiarkan Tianzhi istirahat.
"Apa maksud Ibu, apakah ini mengenai aku dan Xin Qian? Bu, tidak ada yang akan berubah."
Nyonya Shen terdiam, dia menghela nafas berat, dia berkata.
__ADS_1
"Shen Yuwen, Ibu menikahkan mu dengan Jia Fei bukan tanpa alasan. dia wanita cantik, berperilaku baik, dan berbudi luhur. meskipun dia bukan berasal dari keluarga bangsawan tapi keluarganya bersih. mereka orang-orang yang jujur. Jia Fei juga menyukaimu, dia telah memperlakukanmu dengan sangat baik selama ini. Kamu tentu bisa membedakan bagaimana sikap Xin Qian dan juga bagaimana sikap Jia Fei padamu, itu sangat jauh berbeda, dia juga tidak memperlakukan Ibu dengan baik. Sebagai Ibumu aku hanya ingin kamu bahagia, dan merasa khawatir karena kamu harus menghabiskan seluruh hidupmu dengan wanita seperti itu."
Shen Yuwen terdiam, tiba-tiba dia mengingat hal-hal dimasa lalu.
"Yuwen, ini adalah makanan yang kamu sukai, aku telah memanaskannya untukmu agar kamu bisa memakannya dalam keadaan hangat."
"Yuwen, Semua bajumu telah aku tempatkan di lemari dengan rapi, kamu tidak menyukai wangi lavender, jadi aku menggantinya dengan yang lain."
"Yuwen, aku dengar Ibumu sakit, aku membuat sup dan teh herbal untuknya, bisakah kamu mengantarku bertemu Ibumu? kamu tidak membalas pesanku, kamu pasti sangat sibuk? kalau begitu aku akan pergi naik bus."
"Yuwen, apakah hari ini kamu akan pulang? aku sudah memasak sup iga kesukaanmu. Kamu tidak bisa kembali, aku mengerti."
ingatan-ingatan ini datang seperti sebuah batu besar dan menghantam kepala Shen Yuwen. Jia Fei memperlakukannya dengan baik, tapi apa yang dia lakukan sebagai balasan?.
Kemudian dia mengingat mengenai Xin Qian yang terus mengeluh padanya. Shen Yuwen tidak bisa membantu melainkan terkesiap, tidak ada cara untuk membandingkan Jia Fei dengan Xin Qian.
__ADS_1
Pada saat ini Tuan Shen datang dengan tergopoh-gopoh.
"Dimana putriku? Benarkah dia telah siuman?"