PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 87- Ketenangan Sebelum Badai


__ADS_3

Rumah Keluarga Xin


...Xin Qian pulang ke rumah keluarga Xin dengan raut wajah yang kesal. Ketika dia melihat Ibunya hatinya di penuhi kesedihan, Ibunya pernah bercerita, bahwa dimasa lalu Ibunya hanyalah wanita dari keluarga biasa, namun Tuan Xin terpikat oleh kecantikan Ibunya. Hingga Tuan Xin yang kini menjadi Ayahnya rela menelantarkan istri dan anaknya....


...Ibunya telah hidup dan menjadi wanita simpanan selama beberapa tahun. Sebelum bertemu dengan Tuan Xin. Ibunya pernah terlibat dengan seorang pria, namun Ibunya enggan menyebutkannya....


...Setelah Ibunya menjadi istri resmi. Ayahnya sekarang berselingkuh. Dia menjadi gelisah, apakah dia harus memberitahukan Ibunya prihal ini. Namun dia tidak tega, bagaimana dia harus mengatakannya....


...Ketika Nyonya Xin melihat Xin Qian pulang, hatinya menjadi senang dan matanya berbinar....


..."Qian, kau pulang. Ah, Ibu merasa kesepian karena kau tidak ada. Xin Juan si wanita j*lang itu, dia pergi dari rumah dan menyewa apartemen sendiri. Semenjak dia bergabung dengan perusahaan Zhang, dia mulai memberontak dan pergi dari rumah,"...


...Xin Qian menatapnya dengan perasaan bersalah. Dia menggenggam tangan Ibunya....


..."Ibu, apakah Ayah belum kembali,"...


...Nyonya Xin mendecakkan lidahnya....


..."Jangan sebut pria itu, dia mengatakan sangat sibuk dan tidak akan pulang, dia selalu seperti ini, dia terlalu gila kerja,"...


...Xin Qian mengepalkan tangannya. Dia benar-benar merasa kesal pada Ayahnya. Apanya yang gila kerja. Lebih tepatnya gila wanita....


..."Ibu, mulai sekarang Ibu harus lebih memperhatikan Ayah. Pakai pakaian yang bagus, Dan pakai perhiasan yang mahal. Hiduplah untuk diri Ibu sendiri,"...


...Nyonya Xin mengernyitkan dahinya, tidak biasanya Xin Qian mengatakan hal seperti ini. Dia juga tidak pernah curiga pada suaminya. Dia sudah hidup dengan pria itu untuk waktu yang lama, dan dia merasa sudah terbiasa dengan sikapnya yang gila kerja....

__ADS_1


..."Kenapa aku harus memperhatikan Ayahmu, dia memang seperti itu, dia selalu berada diluar jika memang ada tugas di luar kota. Aku tidak ingin memikirkannya. Untuk apa aku peduli padanya. Aku hanya kesal karena merasa sedikit kesepian,"...


...Xin Qian menghela nafas gusar, apakah dia harus mengatakannya, bahwa dia bertemu dengan Ayahnya hari ini....


..."Ibu, sebenarnya aku bertemu....."...


...Sebelum Xin Qian bisa menyelesaikan ucapannya. Ponselnya tiba-tiba berdering. Itu adalah telepon dari Shen Yuwen. Ketika melihat panggilan telepon itu, dia menjadi senang, dia segera mengangkatnya....


..."Halo, Yuwen,"...


...Shen Yuwen merasakan ketidaksabaran....


..."Kau berada dimana. Aku tidak menemukanmu di rumah,"...


...Xin Qian sontak berdiri....


...Setelah mengatakannya Xin Qian segera mengambil tasnya, dia bergegas untuk pulang, dia jadi melupakan apa yang ingin dia katakan kepada Ibunya....


..."Ibu, Shen Yuwen meneleponku. Aku akan pulang terlebih dulu,"...


...Nyonya Xin merasa tidak senang, dia baru saja bertemu, dan Xin Qian baru saja sampai, namun dia harus segera pergi lagi....


..."Baiklah, pulanglah,"Ucapnya....


...*****...

__ADS_1


...Sementara itu ketika Shen Yuwen kembali ke rumah, dia merenung, hatinya di penuhi kepahitan, tadi ketika dia bertemu dengan Jia Fei, hatinya di penuhi kerinduan. Jia Fei tersenyum seperti peri. Dan itu mengusik hatinya....


...Namun sikap Jia Fei yang dingin, membuatnya seperti di bawa kembali pada kenyataan. Sekarang dia sudah bersama Xin Qian, dia akan menerimanya. Dan mencoba bersikap baik terhadap Xin Qian. Ini adalah pilihannya sejak awal, dia tidak bisa mengeluh....


...******...


...Keesokan harinya. ketika Shen Yuwen kembali ke kantor, semua orang mulai berbisik-bisik di belakangnya. Ini perihal rapat pemegang saham yang terjadi tempo hari. Semua orang kini tau bahwa pemegang saham terbesar adalah mantan istri dari Bosnya. Sekaligus kekasih dari Tuan Muda Zhang....


...Mereka tidak menyangka jika istri yang terbuang itu akan memiliki pengaruh yang kuat dimasa depan. Dimasa lalu mereka mencemoohnya. Sebagai istri yang tidak di akui....


...Namun ketika wanita itu muncul bersama Presdir Zhang, mereka merasa keputusan Direktur Shen salah. Wanita itu terlihat anggun dan elegan. Jika di bandingkan pengganggu Xin Qian saat ini. Mereka berharap bahwa Direktur mereka kembali pada Nona Jia Fei. Dan dimasa depan mereka akan menaruh hormat padanya....


...******...


Villa Zhang Hongli


...Jia Fei duduk di sisi tempat tidur, di depannya adalah Zhang Hongli yang menatapnya dengan cemas. Jia Fei merajuk sepanjang hari. Dia tidak ingin Zhang Hongli kembali ke Amerika. Namun Asistennya terus-menerus menghubunginya dan memintanya untuk segera kembali....


...Karena itu Jia Fei kini merajuk, dan bahkan melakukan aksi mogok makan....


..."Ji-Er, apa yang harus aku lakukan, hm. Aku akan kembali setelah menyelesaikan masalah di sana. Aku mengajakmu untuk pergi bersamaku. Tapi kau menolak dan ingin tinggal di sini,"...


...Zhang Hongli tidak pernah melihat sisi Jia Fei saat ini, dia seperti anak kecil yang terus merajuk, namun justru itu membuatnya terlihat imut dan menggemaskan....


..."Aku juga tidak ingin pergi dan ingin terus bersamamu, namun perusahaan sedang membutuhkan aku, ada perusahaan saingan yang mencoba menyerang. Aku hanya akan berada di sana selama beberapa hari. Setelah selesai aku akan benar-benar kembali....

__ADS_1


...Jia Fei masih terdiam, dia kemudian mendongak menatap Zhang Hongli dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Zhang Hongli menjadi lemah, dia tidak berdaya. Dulu dia tidak memiliki kelemahan, namun sekarang wanita ini adalah kelemahannya....


...Akhirnya setelah bujukan yang membutuhkan waktu sepanjang hari. Jia Fei membiarkan Zhang Hongli pergi. Dengan syarat Zhang Hongli harus mengabarinya setiap satu jam sekali....


__ADS_2