PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 51- Tidak bisa membuat Tuan Muda Zhang marah


__ADS_3

.............


...Malam semakin gelap. Hujan turun dengan derasnya guntur dan petir saling bersahutan. Langit seolah tau kesedihan yang dialami Jia Fei. Sekali lagi dia menatap lekat-lekat rumah yang selama ini dia tinggali. Kenangannya bersama Shen Yuwen dia akan mencoba menghapusnya. 'Aku akan berhenti mencintaimu, juga aku akan berhenti menunjukannya'....


...Jia Fei berjalan dengan pandangan yang kosong, seolah jiwa sudah terenggut dari raganya. Setiap langkah yang dia ambil menegaskan bahwa dia tidak akan menengok lagi kebelakang. Shen Yuwen adalah cinta pertamanya dan begitulah cinta pertamanya berakhir....


...Jia Fei menyeret koper yang dia bawa, Gemuruh terus terdengar di langit malam. Seluruh tubuhnya basah oleh air hujan. Air matanya terus mengalir di sepanjang jalan. Dia terus menegaskan pada dirinya sendiri 'Tidak masalah semua akan baik-baik saja'....


...Dalam kehidupan selalu terjadi masalah, ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan. Semua orang setidaknya pernah mengalami rasa sakit dan patah hati. Namun rasa sakit itu tidak sama, semua pada tingkat yang berbeda. Semua orang juga pernah mengalami cinta pertama. Namun adakah yang berakhir seperti dia. Kesusahpayahan dan pengorbanannya di balas dengan kekejaman dunia....


...Jia Fei tidak tau harus pergi kemana, jika dia pulang ke rumah keluarganya, dengan keadaan seperti ini keluarganya pasti akan sangat khawatir. Sepertinya dia harus mencari penginapan setidaknya untuk satu malam....


..............


...Sementara itu Asisten Chen menggerutu di tengah derasnya hujan. Pasalnya Tuan Mudanya meminta dia untuk membeli beberapa makanan cepat saji. Dia menyarankan agar Tuan Mudanya memesan makanan pesan antar saja, namun segera di tolak oleh Zhang Hongli. Dan meminta Asisten Chen yang membelinya secara pribadi. Dia tidak berdaya untuk menolak Zhang Hongli adalah Tuannya jika dia menolak maka kariernya yang akan berakhir....


...Asisten Chen berkendara dengan kecepatan normal, meski dia menggerutu namun dia tetap melakukan perintah Zhang Hongli. Tiba-tiba Asisten Chen mengerutkan keningnya. Dia melihat seorang wanita yang berjalan di trotoar di tengah derasnya hujan. Dia seperti terlihat familiar, namun karena hari sudah malam dan penerangan juga minim jadi dia tidak yakin pernah melihatnya dimana....


...Dia terus berkendara sementara otaknya terus berpikir. Sampai tiba-tiba dia menghentikan mobilnya secara mendadak....


..."Benar wanita itu, aku tidak mungkin salah,"...


...Foto wanita yang dia lihat di kantor Zhang Hongli selama beberapa tahun dia merasa bahwa dia tidak mungkin salah. Dia juga pernah melihatnya ketika di acara jamuan di Hotel Grand Beijing dan wanita itu bertugas sebagai pelayan....


..."Penglihatan ku masih bagus, aku bahkan bisa melihat dalam kegelapan seperti para hyena, tidak mungkin aku salah,"...


...Asisten Chen kemudian berpikir sejenak, haruskah dia memberitahu Tuannya. Bahwa dia melihat wanita itu. Lalu apakah Tuannya akan peduli. Bagaimana jika Tuan Muda Zhang mengatakan bahwa dia melaporkan hal yang tidak perlu. Asisten Chen menjadi ragu. Akhirnya dia memilih untuk tidak melaporkannya. Dia akhirnya kembali ke Vila Zhang Hongli....


.................


Villa Zhang Hongli


...Zhang Hongli sedang membaca dokumen yang berada di tangannya. Dia tersenyum simpul. Semua keuntungan di setiap cabang meningkat dengan pesat. Ini juga tidak luput dari semua usahanya. Tidak berlebihan memang jika dia di sebut Pria Muda yang jenius. Usaha yang gelutinya berjalan dengan lancar. Bahkan dia mencakup bukan hanya satu atau dua perusahaan. Dia adalah pria idaman top untuk menjadi kandidat suami terbaik saat ini....


...Dia merasakan lapar di perutnya. Tidak seperti dirumah dia tidak memiliki Asisten rumah tangga disini. Dia makan direstoran mewah setiap hari. Entah kenapa hari ini dia ingin makanan cepat saji. Dia melihat kembali jam di pergelangan tangannya, sudah setengah jam namun Asisten Chen masih belum juga kembali....


...Tepat ketika dia ingin menghubungi Asisten Chen, suara deru mobil terdengar dari luar. Tidak perlu di lihat pun dia tau bahwa itu Asisten Chen....


...Asisten Chen segera keluar dari mobil. Dia membawa begitu banyak bungkus makanan. Dia tidak tau hari ini Tuan Mudanya ingin makan apa, sehingga dia membelikan semua yang menurutnya enak....


...Asisten Chen berjalan masuk ke Villa, dia segera menemukan Zhang Hongli yang sedang meneliti laporan di tangannya. Dia segera menghampiri....

__ADS_1


..."Tuan Muda Zhang, ini makanan yang anda minta,"...


...Asisten Chen segera menyodorkannya kehadapan Zhang Hongli. Zhang Hongli menautkan alisnya menatap makanan yang begitu banyak di hadapannya....


...Asisten Chen menatap raut wajah Zhang Hongli sebelum singa itu marah. Dia segera berkata...


..."Aku tidak tau apa yang ingin Tuan Muda makan hari ini. Jadi aku membelikan semua yang terlihat enak,"...


...Zhang Hongli terdiam sebentar kemudian mengangguk sebagai balasan. Asisten Chen menghela nafas lega. Setidaknya dia selamat dari amukan singa....


...Zhang Hongli mulai membuka dan mengambil beberapa potong makanan. Ketika dia hendak memasukannya ke dalam mulut. Matanya menatap Asisten Chen yang masih berdiri di hadapannya....


..."Apa kau mau," Zhang Hongli menatap Asisten Chen dengan pandangan yang tidak bisa di baca....


...Asisten Chen segera tersadar "Ah, tidak Tuan,"...


...Zhang Hongli kemudian menggigit satu gigitan dan meletakkan nya kembali. Dia merasa tidak puas dengan rasanya yang menurutnya biasa saja. Dia juga selalu makan di restoran mewah setiap hari namun tetap saja makanan itu juga tidak membuatnya merasa puas. ....


...Zhang Hongli kembali menatap Asisten Chen yang masih berdiri dan terlihat ragu-ragu....


..."Apa yang ingin kau katakan, kau menganggu konsentrasi ku,"...


...Asisten Chen menjadi gugup dia sedikit ragu-ragu, harusnya dia mengatakan perihal wanita yang dia lihat....


..."Ada apa, katakan saja,"...


...Asisten Chen menelan ludah meminimalisir rasa gugupnya....


..."Itu Tuan, aku tidak yakin untuk mengatakan ini tapi tadi ketika dalam perjalanan. Aku melihat seseorang yang persis seperti foto wanita yang berada di kantor Tuan, wanita yang kita temui di acara jamuan makan di Hotel Grand Beijing,"...


...Zhang Hongli menghentikan acara makannya....


..."Maksudmu wanita yang ada di foto yang aku simpan di kantorku, wanita yang menjadi pelayan di Hotel Grand Beijing,"...


...Asisten Chen segera mengangguk membenarkan....


..."Betul, wanita yang membuat keributan di Hotel itu,"...


...Zhang Hongli berdiri dari duduknya....


..."Dimana kau melihatnya,"...

__ADS_1


...Asisten Chen sedikit ragu-ragu....


..."Aku melihatnya berjalan di sepanjang trotoar. Dia sepertinya membawa sebuah koper kecil dan di luar juga hujan sangat deras,"...


...Zhang Hongli melotot ke arah Asisten Chen....


..."Kenapa kau tidak langsung memberitahuku hal seperti ini,"...


...Asisten Chen sedikit gemetar....


..."Itu karena, aku merasa itu tidak terlalu penting,"...


...Zhang Hongli menatap tajam ke arahnya....


..."Dimasa depan dimana pun kau melihatnya kau harus segera melaporkannya padaku, tidak peduli apa yang sedang kau lakukan kau harus langsung melaporkannya,"...


...Asisten Chen merasa sulit bernafas, dia baru saja merasa lega karena terhindar dari amukan singa, namun perasaan lega itu hanya bertahan selama satu menit saja. Dia tidak menyangka jika Tuan Mudanya akan langsung marah. Jika dia tau dia akan langsung melaporkannya tadi. Tidak, dia akan langsung membawanya ke hadapan Tuan Mudanya tadi. Mulai sekarang dia akan mengingat dimana pun dia melihat wanita itu dia akan langsung melaporkannya. Sepertinya wanita itu sangat berharga untuk Tuan Mudanya. Seharusnya dia sudah tau ketika dia melihat foto wanita yang berada di kantor Tuannya. jika bukan orang yang berharga Tuannya tidak mungkin memajangnya dengan begitu jelas. Seolah ingin memamerkan agar semua karyawan melihatnya....


...Zhang Hongli segera mengambil kunci mobil. Dia bergegas keluar....


..."Tuan anda mau kemana, di luar hujan sangat deras,"...


...Zhang Hongli menatap Asisten Chen dengan tatapan dingin....


..."Aku harus menjemput Nyonya Muda masa depan,"...


...Asisten Chen menjadi tergagap....


..."Nyonya Muda,"...


...Apakah yang di maksud Tuannya adalah wanita itu. Jika benar berati dia sudah melakukan kesalahan besar. Bagaimana bisa dia mengabaikan Nyonya Muda masa depannya. Dia harus mencarinya. Dia segera berlari keluar....


..."Tuan, aku akan ikut mencari,"...


...Zhang Hongli mengabaikannya, yang ada di pikirannya saat ini adalah Jia Fei. Kemana wanita itu pergi dan apa yang terjadi. Kenapa dia pergi di tengah malam juga kenapa dia membawa koper. Apakah dia bertengkar dengan suaminya. Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikirannya. Dia harus mencari Jia Fei selebihnya dia akan menanyakannya nanti....


...Zhang Hongli mengemudi dengan kecepatan rendah, jalanan sedikit licin karena air hujan. Dia juga tidak ingin mengambil resiko. Salah-salah menemukan Jia Fei dia malah masuk rumah sakit. Dia tidak ingin itu terjadi. Zhang Hongli terus berkendara dia juga memikirkan kemana Jia Fei kira-kira akan pergi....


...Asisten Chen juga mencari ketempat dimana dia terakhir kali melihatnya. Dia mengutuk dirinya sendiri. Kenapa dia tidak menghentikan mobilnya tadi dan membawa Nyonya Muda masa depannya. Sekarang dia harus mencarinya kemana. Jika dia tidak menemukannya Tuan Mudanya tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Asisten Chen menjadi frustasi....


...Zhang Hongli masih terus berkendara. Dia juga sudah lama tidak tinggal di Beijing dia masih belum tau dengan tempat-tempat dan jalanan di sini. Kemana dia harus mencari, dia menjadi putus asa, dia sudah menghubungi nomor Jia Fei namun nomornya tidak bisa di hubungi. Dia menjadi semakin gelisah. Lalu ponselnya berdering itu adalah panggilan dari Asisten Chen. Sebelum Zhang Hongli berucap Asisten Chen segera berkata....

__ADS_1


..."Tuan Muda, aku sudah menemukannya,"...


__ADS_2