
Tak lama berlangsung kaka perempuan frand pulang dari kerjanya. ketika masuk kaka frand yang bernama siska... kaget karena ada tamu..
"eh de ada tamu" ucap ka siska
"iya, kenalin... vi ini mba aku siska.." ucap frand
"hai kak.. vivi... "ucap vivi memperkenalkan dirinya
"ko mau sih ama si jelek ini... bau kan dia..." ejek ka siska yang membuat vivi kembali membuat persepsi bahwa frand memang suka padanya.. karna kakak sampai bilang seperti itu... berarti ciuman itu... pacaran... aaaah vivi menghayal ga karuan.
"vi.. ditanya tuh... kok mau sama aku" ucap frand menegaskan kalau dirinya memang sudah menjadi pacar vivi gadis mungil itu.
refleks vivi menjawa "terpaksa ka takut di tembak aku" jawab vivi garing
frand yang mendengarnya membuatnya memeluk vivi di depan kakaknya. vivi yang malu berusaha melepaskan pelukan frand namun karena tubuh frand lebih besar dan lebih tinggi darinya vivi hanya menerima dengan malu malu kucing.
ka siska yang melihat kelakuan adiknya geleng geleng kepala sambil meninggalkan keduanya untuk bersih bersih dirinya.
hampir jam 18.00 mama frand sudah kembali dari arisn ibu ibunya. frand yang masih menahan vivi untuk makan malam berasama dirumahnya sibuk mempersiapan meja makannya.
__ADS_1
"makan dulu yu vi" ajak mama frand
"ah.. ngerepotin tante" ucap vivi malu malu
"udah hayu.. ajak ka siska menuju meja makan.
keluarga ini hangat sekali. vivi merasa senang sekali diterima di keluarga frand. namun vivi tak tampak melihat papa frand. karena vivi enggan bertanya.menunggu frand saja yang cerita.
sudah tiba di meja makan dengan posisi frand duduk di sebelah vivi... mama frand bersebelahan dengan ka siska. sambil melihat sekeliling meja makan..
yah... vivi kaget... dan menutup matanya kembali untuk memastikan dengan apa yang dilihatnya..
Huaaaaaa rasanya... vivi gusar
"dimakan vi" ucap frand mengagetkannya.
"ah... iya iya... mari tante.. ka.." ucap vivi yang masih tercengang dan kembali mengingat ciuman hari ini yang menandakan dirinya dan frand sudah bersama.
selama diperjalanan pulang frand yang memperhatikan wajah vivi dari spion bingung. Sepertinya vivi memikirkan sesuatu
__ADS_1
"vi... kenapa?" tanya frand memastikan
"eh.. gak apa apa!"jawab vivi linglung
frand langsung menarik tangan vivi untuk memeluknya dari belakang agar tidak terjatuh. Dengan hati gusarnya vivi masih memikirkan patung salib itu..
bararti aku dan frand...
tidak seiman...
"ya allah... aku harus gimana?" tanya vivi dalam hati pada sang penciptanya. dan tanpa sadar vivi membuat pelukannya pada tubuh frand semakin kencang. frand yang merasakan hangatnya pelukan vivi menggenggam tangan vivi dan menciumnya berkali kali.
sampai dikamarnya.. vivi berbaring menatapi langit langit kamarnya.. dia gelisah membalikan tubuhnya kekanan kekiri. vivi masih memikirkan perbedan paling terbesar dalam hubungannya dengan frand.
"kenapa ya allah... kau berikan rasa ini? ini salah atau tidak? bukannya kita harus saling sayang menyayangi?" ucap vivi dalam hatinya semakin bingung
dilain tempat, frand yang juga sudah berada dikamarnya segera memberikan kabar untuk vivi
"sayang aku... aku udah sampe rumah ya.. met bobo ya sayang aku..besok aku ga bisa anter kamu kuliah, tapi pulangnya aku jemput ya" sayang kamu "* tulis frand pada pesan whatss appnya
__ADS_1
vivi hanya membacanya saja tanpa membalas pesan frand karena saking galaunya sampai ketiduran.