
❤️ Happy Reading ❤️
Walupun terpisah jarak, namun hari-hari yang di lalui Elang dan Ela berjalan dengan cukup membahagiakan.
Tak bisa bersua secara langsung setiap hari, tapi mereka tetap bisa berkomunikasi dan berjumpa lewat aplikasi ponsel.
Bersyukurlah pada kita yang hidup di jaman modern dengan segala kecanggihan teknologi yang ada.
Ela akan selalu menghubungi Elang, walau hanya sekedar untuk mengingatkan pemuda itu dengan jam istirahat juga jam makanannya yang sering terbengkalai karena banyaknya pekerjaan yang di emban Pewaris kerajaan bisnis keluarga Nugraha itu.
Tak sedikit lawan jenis yang mendekati keduanya, namun mereka selalu menetapkan sebuah kepercayaan satu sama lain.
Siang ini Ela sedang sedikit marah...bukan marah tapi lebih ke kesal sebenarnya, karena Elang masih saja sibuk dengan segala kertas di tangannya hingga mengabaikan jam makan siang.
''Iya kerja aja terus dan gak usah makan.'' kata Ela sat mereka sedang saling berkomunikasi lewat video call.
''Sebentar lagi sayang, ini nanggung.'' kata Elang yang belum sadar dengan wajah masam pemilik hatinya, kerena pandangannya masih tertuju pada kertas-kertas di tangannya.
''MAKANYA AKU BILANG GAK USAH MAKAN SEKALIAN!'' ulang Ela dengan menaikkan satu oktaf nada suaranya.
Tak pernah mendengar Ela yang berbicara keras padanya membuat Elang langsung menoleh seketika.
__ADS_1
Glek
''Astaga.'' gumam Elang saat melihat betapa tak bersahabatnya raut muka Ela.
''Sa...sayang...'' lirih Elang dengan terbata.
''Apa?'' tanya Ela. ''Sana kerja aja lagi dan gak usah perduliin yang lain, bukannya tumpukan kertas-kertas itu lebih menarik dari apapun.'' kata Ela.
''Sa...sayang bukannya begitu, aku minta maaf.'' ucap Elang.
Beginilah definisi kalau sudah bucin akut...dia yang biasanya garang, cool juga berwibawa menjadi gak seperti seorang anak yang takut di marahi orangtuanya saat melakukan kesalahan.
''Aku itu cuma gak mau kalau sampai kamu jatuh sakit karena telat makan, kamu harus jaga kesehatan kamu...paling tidak untukku juga keluargamu.'' kata Ela yang baru memulai Keta panjang lebarnya.
''Aku akan minta Aldi buat awasin kamu.'' akta Ela.
''Sayang, itu gak perlu...aku bisa jaga diri aku sendiri jadi gak perlu di awasi.'' kata Elang yang mencoba untuk bernegosiasi.
''Terserahlah, aku capek.'' kata Ela. ''Cepat makan...'' sambungnya lagi.
''Iya...ini aku akan makan.'' kata Elang yang langsung meraih makanannya.
__ADS_1
🌟
''Kamu kenapa El? kok tadi Ayuk gak sengaja dengar seperti marah-marah gitu?'' tanya Rina saat Ela keluar dari kamarnya.
''Biasa yuk, Elang, kalau gak di gituin bisa gak makan siang saking sibuknya dengan pekerjaan dia.'' jawab Ela.
''Kamu harus perhatiin dia setiap hari, takutnya nanti dia bisa kena maag lih kalau pola makannya saja berantakan.'' kata Rina.
''Iya yuk makanya tadi aku sedikit marah sama dia.'' sahut Ela.
''O iya skripsi kamu gimana?'' tanya Rina.
''Sudah kelar sih yuk, seminar-seminar juga sudah jadi tinggal nunggu waktu wisuda aja.'' jawab Ela.
''Ayuk pasti bakal kangen sama kamu nantinya.'' kata Rina dengan raut sedihnya.
Sudah di pastikan jika kuliah Ela selesai, maka gadis itu akan kembali lagi ke kota asalnya.
''Aku juga yuk, pasti bakal jangan sama ayuk dan yang lainnya...terutama si cantik Ais dan si gembul Alif.'' kata Ela.
Kedua wanita yang sudah seperti kakak adik itu kemudian saling berpelukan untuk menyalurkan rasa sayang mereka.
__ADS_1
Baru membayangkan akan berpisah saja, sudah sesedih ini...gimana nanti jika hari itu tiba, gak kebayang akan bagaimana rasanya.