
❤️ Happy Reading ❤️
Hari ini selain hari yang membahagiakan tapi juga hari yang sangat melelahkan.
Usai dari kampus untuk acara wisuda yang berlangsung hingga setengah hari, di lanjutkan dengan acara photo bersama teman-teman Ela, terus makan bersama di restoran mewah dengan keluarga kemudian harus melakukan photo bersama juga photo prewedding untuk pernikahan Ela dan Elang.
"Capeknya." keluh Ela saat tiba di kamarnya.
Kamar yang menjadi saksi segala keluh kesah serta kebahagiaannya selama beberapa waktu ini.
Tak ingin membuang waktu, Ela memutuskan untuk segera mendi dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Mungkin karena efek lelah sehingga membuat gadis itu langsung saja terlelap dengan begitu nyenyaknya.
🌟
"Rapi amat mbak, mau kemana?" tanya Rendi saat melihat Ela sudah berpakaian rapi dengan style gamisnya di tambah tas selempang yang bertengger di bahunya saat ini.
"Mau pergi sama Elang...masih harus melakukan prewed." jawab Ela. "Capek, tapi ya mau bagaimana lagi, Elang juga gak bisa lama-lama di sini, nanti malam dia harus sudah balik karena ada meeting yang tak bisa di tunda." nahkan malah jadi curhat jadinya.
"Jadi pengusaha muda yang sukses gak seenak yang aku bayangin ternyata." kata Rendi.
__ADS_1
"Kalian berdua malah ngobrol di sini ternyata." kata Rina yang baru saja datang. "Ayo sudah ditungguin di ruang makan buat sarapan." ajaknya yang memang di minta oleh ibu Siska untuk memanggil Ela juga Rendi.
Ela dan Rendi berjalan mengekor di belakang Rina hingga mereka bertiga sampai di meja makan dengan seluruh anggota keluarga yang sudah berada di sana.
"Kamu jadi pergi El?" tanya ibu Siska setelah memindai penampilan Ela pagi ini.
"Jadi bu'." jawab Ela.
"Sudah ayo di mulai sarannya, nanti keburu Elang datang...kan kasihan kalau harus menunggu." kata pak Imam mengintruksi.
Dan benar saja, baru mereka selesai sarapan sudah ada yang mengetuk pintu yang bisa di pastikan bahwa orang itu tak lain dan tak bukan adalah Elang.
"Biar Rendi yang kedepan." kata Rendi saat melihat Rina hendak berdiri dari duduknya.
"Mbak, ada mas Elang." kata Rendi.
Ela serta yang lainnya pun langsung berdiri untuk menemui Elang.
Setelah berbasa-basi sebentar, Elang dan Ela pun pamit untuk pergi.
__ADS_1
🌟
"Aku langsung pulang." kata Elang saat sore hari mengantarkan Ela pulang. "Apa kamu gak bisa ikut aku?" tanyanya dengan penuh harap, menunggu hampir sebulan itu menurutnya sangatlah lama.
"Gak bisa akan ijasah aku juga belum keluar Lang, lagian aku ingin menikmati waktu yang tersisa dengan keluargaku di sini." sahut Ela.
"Kamu gak kasihan sama aku yang harus menahan rindu?" tanya Elang dengan wajah memelas, namun malah membuat Ela tersenyum karena gemas dengan raut yang di tampilkan oleh Elang.
"Cuma sebulan, kemarin selama berbulan-bulan tak bertemu bisa." sahut Ela. "Bersabarlah sebentar lagi, hanya satu bulan dan kita akan bersama selamanya." sambungnya lagi.
"Situasinya berbeda El." kata Elang.
''Hati-hati di jalan, bilang sama Ardi jangan ngebut-ngebut." kata Ela. "Jangan lupa...kalau sudah sampai langsung hubungi aku biar aku gak cemas." sambungnya lagi.
"Iya sayang." sahut Elang.
"Sudah sana pulang." kata Ela.
"Kok kamu jadi ngusir aku yank." kata Elang yang pura-pura merajuk.
__ADS_1
"Huft...bukannya ngusir, tapi aku gak mau kalau kamu kemalaman sampai rumahnya." sahut Ela. "Jadi biar kamu bisa beristirahat dengan cukup juga." imbuhnya lagi dengan menatap ke arah Elang.
"Baiklah kalau gitu aku pulang." kata Elang. "Tolong panggilin orang rumah yank, aku mau pamitan." sambungnya lagi.