
Hari ini entah kenapa terasa hari yang membalaskan untuk Vivi. seharian dikamar memang menyenangkan, namun entah kenapa nafas pun terasa berat, memikirkan semua sendiri memang terasa berat. Vivi bingung, harus bercerita kepada siapa.
" Vi.. udah siang, kamu gak mandi?" panggil mama.
"nanti ma.. sebentar lagi.. " jawab Vivi dalam selimutnya.
Tanpa Vivi ketahui sebelumnya, frand sudah dijalan menuju rumah Vivi. Karena ia tidak mau membuat hatinya terus gelisah memikirkan kenapa Vivi berubah sikap seharian ini.
Setibanya dirumah Vivi
"Assalamualaikum" ... sapa grand
"Walaikumsalam.. eh frand.. masuk masuk... Vivi belum mandi mandi dari pagi dikamar aja dia." Jawab sapaan dan penjelasan pada frand.
"masa sih Tante.. tumben Vivi ga mandi mandi.." tanya frand
"iya.. duduk dulu deh.. viiiii..... Vivi.... " mama Vivi memanggil anaknya.
"nanti ma... tarikan Vivi udah bilang nanti.." jawab Vivi sambil menuruni anak tangga dan kaget melihat frand sudah berada di ruang tamunya.
frand yang menatap kekasihnya senyum senyum saja melihat Vivi yang masih menggunakan piyama dan rambut berantakan.
(menelan air liurnya) "kamu...".. ucap Vivi ga kalah kagetnya
"makanya.. jangan dikamar aja.. mandi sana" ucap mama geleng geleng melihat anak gadisnya.
__ADS_1
Frand memberi kode pada sang kekasih untuk segera mandi membersihkan dirinya. Dan, Frand juga langsung chat ke w.a Vivi
"kamu langsung pakai baju rapih aja ya, aku mau ajak kamu keluar" tulis frand.
Selesai membaca w.a dari frand, Vivi langsung membersihkan tubuhnya. Secara frand ngajak keluar otomatis harus wangi.
setelah 30 menit berlalu..
"mau keluar nak frand?" tanya mama Vivi ke grand sambil memberikan minuman.
"Iya Tante..boleh ya Tante. " jawab dan tanya frand sekalian aja minta izin.
"boleh.. jangan malam malam pulangnya ya" mama selalu berpesan demikian.
"Mau kemana yanq?" tanya Vivi yang sudah cantik duduk disebelah frand
"Asik.. yuk.. ma.. aku berangkat ya.." Vivi langsung berpamitan pada mamanya.
Didalam mobil sebelum berangkat...
"Cium aku dong.." pinta frand mengagetkan Vivi
Vivi langsung mengulurkan tangannya untuk mengecek apakah frand demam sakit atau samacamnya.
"Tumben kamu minta?" Tanya Vivi heran.
__ADS_1
"Gak mau cium aku?" Tanya frand lagi
Melihat frand murung, Vivi mencium pipi frand.
"Berangkat...." ucap frand segera mengemudikan mobilnya.
Hari ini, frand mengajak Vivi ke pantai yang tidak jauh dari ibu kota.
"Wah... tumben banget ajak aku ke pantai" ucap Vivi melingkarkan tangannya pada tangan kokoh milik frand.
"Udah lama kan kita gak we time.. kangen tau!" frand mencubit pipi Vivi saking gemesnya.
Sore hari sempurna sekali di temani dengan matahari yang siap terbenam dan hembusan angin yang menelusuk kulit. Di tambah pelukan dari frand, hangat sangat hangat. Itulah yang Vivi rasakan pada saat ini.
Masih melingkarkan tangannya pada tubuh Vivi. Frand dengan pelan dan pasti mulai mengintrogasi Vivi.
"Kemarin, apa ada yang salah dengan hari kemarin?" Bisik frand membuat jantung vivi
Vivi menatap frand dan terdiam
"aku salah.. aku minta maaf ya?" ucap vivi memeluk frand dan entah kenapa meneteskan air mata.
" kenapa sayang?" tanya frand lagi memegang wajah Vivi dan menghapus air mata Vivi.
Tanpa bisa mengeluarkan kata kata, Vivi hanya tambah sesegukan. Sakit hatinya untuk bicara mengenai perbedaan ini. tak ingin berpisah meski tau nantinya akan. Vivi tidak ingin membayangkannya.
__ADS_1
Sementara frand yang mengerti, dan sangat mengerti apa yang Vivi rasakan, juga pedih ia rasakan. Namun, frand harus menguatkan Vivi. ya hubungan ini harus kuat dan tetap tumbuh.
"Sabar ya sayang.. kita harus bersyukur dikasih rasa sayang ini sama tuhan, aku sayang kamu vi.. sayang banget" Ucap frand mencium kening Vivi dan tetap memeluknya.