
❤️ Happy Reading ❤️
Sejak pagi Ela sudah terlihat sangat gugup, bahkan dirinya sering keluar masuk kamar mandi untuk buang air kecil dan tangan juga kakinya dingin sangking nervousnya.
"Tenang El, nanti salah-salah kamu bisa capek sendiri loh karena sedari tadi bolak balik kamar mandi terus." kata Rina yang pusing sendiri melihat Ela mondar mandir ke kamar mandi.
"Aku gugup banget kak." jawab Ela.
"Iya Ayuk jug atau karena ayuk juga sudah pernah mengalaminya El, tapi cobalah untuk tenangin diri kamu...ambil nafas terus hembuskan pelan." kata Rina memberi saran.
"Yuk, gimana nanti kalau Elang salah bacanya?" tanya Ela dengan ketakutannya sendiri hingga merembet kemana-mana.
"El...El...kanapa jadi kamu yang takut, Elang dong harusnya yang ngerasain hal itu karena dialah yang akan mengucap kalimat sakral itu." kata Rina. ''Sudah ya Ayuk keluar dulu...takutnya nanti keluarga mempelai pria datang, masa Abang kamu harus menyambut mereka dengan menggendong Alif." sambungnya yang langsung melenggang keluar kamar.
Ela begitu sangat bersyukur akan adanya keluarga pak Imam yang sudah menganggapnya sebagai anak sendiri...kalau tidak betapa menyedihkannya dia, menikah tanpa orang tua serta sanak saudara yang menemani, mungkin dirinya tak akan henti menangis meratapi nasib.
🌟
Benar saja begitu Rina keluar dan mengambil Alif dalam gendongan sang suami, Elang beserta rombongan datang.
Dan tanpa membuang waktu, akhirnya kalimat ijab kabul itu telah di ucapkan dengan sangat lantang dan mantap oleh Elang hingga terdengar kata "SAH" dari para saksi.
"Selamat sayang." ucap mama Mentari yang langsung merangkul tubuh sang putra dari belakang.
__ADS_1
"Terimakasih ma." jawab Elang.
Setelah membaca do'a, Ela pun di minta untuk hadir di tempat acara guna bertemu dengan pihak mempelai pria juga untuk menandatangani berkas-berkas yang di perlukan dari pihak kantor urusan agama.
Cklek
"Selamat sayang...kini kamu sudah resmi menyandang status sebagai nyonya Elang Nugraha." ucap mama Mentari yang langsung memeluk tubuh Ela begitu masuk ke dalam kamar.
"Terimakasih ma." ucap Ela dengan air mata yang lirih di pipinya.
Untung make up yang dikenakan waterproof dan juga dengan kualitas terbaik, kalau tidak entah bagaiman wujud riasan Ela saat ini.
"Selamat nak..." kata bu'Siska yang juga bergantian memeluk Ela.
"Terimakasih bu'." ucap Ela.
Ela pun akhirnya keluar dengan di tuntun oleh mama Mentari dan ibu Siska di kanan kirinya.
Ela yang dasarnya sudah cantik alami, sedikit di poles saja sudah membuatnya begitu tambah cantik apalagi berbalut dengan kebaya brokat warna putih yang senada dengan hijabnya semakin membuatnya tambah begitu mempesona hingga Elang yang melihat pun jadi tak berkedip sedetik pun hingga Aldi sang asisten menyenggol lengannya sebab Ela sudah duduk di samping Elang.
"Kamu sangat cantik sayang." bisik Elang sedetik kemudian sehingga membuat Ela tersipu.
Dalam pandangan Ela, Elang pun begitu sangat tampan dengan berbalut pakaian yang senada dengan apa yang di pakainya saat ini.
__ADS_1
Tak membuang waktu, kedua orang itu pun langsung di minta untuk saling memakaikan cincin di jari manis pasangannya.
"Mas Elang, silahkan pakaikan cincinnya di jari mbak Ela."
Elang pun dengan hati-hati mengambil cincin dan memasukkan di jari manis tangan kanan Ela.
"Sekarang gantian mbak Ela yang memakaikan cincin di jari tangan mas Elang."
Dengan tangan yang sedikit bergetar, Ela mengambil cincin itu dan memakaikan di jari manis tangan Elang.
"Mbak Ela silahkan mencium tangan suaminya sebagai tanda bakti dan mas Elang pun di perbolehkan untuk mengecup kening mbak Ela sebagai tanda sayang."
Elang mengulurkan tangannya untuk di sambut oleh Ela dan menciumnya.
Elang pun meletakkan tangan kanannya tepat di ubun-ubun sang istri dan membaca kalimat basmalah yang di ikuti dengan doa.
"Allahumma ini as'aluka khairaha wa khairama jabaltaha alaih. Wa a udzubika min syarriha wa syarrima jabaltaha alaih."
Yang artinya: Ya, Allah, kepadamu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Engkau ciptakan padanya."
Setelah itu Elang mengecup kening Ela dengan dalam seraya berdo'a di dalam hatinya.
"Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum."
__ADS_1
Artinya: Ya Allah ya Tuhan, berkahi aku dalam permasalahan keluargaku. Berakhirlah keluargaku dalam permasalahanku, berilah keluargaku (istri dan keturunan) rezeki dariku, dan berilah aku rezeki dari mereka.
Tak hanya Ela yang meneteskan air matanya, namun Elang pun sama.