
❤️ Happy Reading ❤️
''Aku kangen El.'' kata Elang memulai kata-katanya saat mereka berdua kini sudah tinggal berdua saja. ''Apa kamu tak rindu padaku?'' tanyanya namun Ela hanya diam, dia bingung harus mengatakan apa pada Elang.
Mau bilang dirinya juga rindu apakah masih pantas apalagi dengan status mereka yang saat ini tak ada hubungan apapun, mau bilang tak rindu...itu adalah sebuah kebohongan.
''Aku mencarimu kemana-mana, bahkan papa dan juga yang lainnya pun ikut mencari keberadaanmu namun kamu bagaikan hilang di telan bumi'' kata Elang. ''Aku minta maaf El, aku benar-benar minta maaf dan merasa bersalah karena tak ada di sisimu sehingga kamu melewati hari-hari yang berat sendirian.'' ucap Elang sedangkan Ela jangan di tanya, air matanya bahkan sudah membasahi pipinya sedari tadi.
''Aku senang bisa bertemu kamu disini.'' kata Elang dengan senyumnya. ''Pulang ya El...mama dan yang lainnya juga sangat rindu padamu, mereka pasti senang bila melihatmu.'' kata Elang lagi.
''Pulang kemana Lang?'' tanya Ela. ''Aku tinggal di sini, jadi aku harus pulang kemana yang kamu maksud.'' sahut Ela. ''Aku sudah gak punya siapa-siapa di sana sedangkan di sini aku punya keluarga.'' sambungnya lagi.
''El, kamu...apa kamu...?'' tanya Elang dengan mengamati penampilan Ela saat ini yang sedari tadi tak begitu terlalu di perhatikannya.
''Ya aku menjadi muslim sekarang Lang.'' jawab Ela. ''Maaf, aku harus pulang...keluargaku pasti sudah menunggu di rumah, lagian juga tak terlalu baik untuk kita jika hanya berdua di ruangan tertutup seperti ini.'' kata Ela.
__ADS_1
''El, apa tak ada satu kesempatan lagi untukku...untuk hubungan kita?'' tanya Elang saat Ela hendak berdiri dari duduknya. ''Aku masih sangat mengharapkanmu dalam hidupku El.'' sambungannya lagi.
''Huft...aku gak tau Lang.'' jawab Ela.
''Apakah aku boleh mengantarmu? aku hanya ingin tau tempat tinggalmu saat ini sekaligus memastikan kamu sampai rumah dengan selamat, biar aku bisa lebih tenang.'' kata Elang yang tak ingin terlalu mendesak Ela. ''Aku juga takut kehilanganmu lagi El, aku takut kamu menghilang lagi dari hidupku...dari pandangan mataku.'' sambungnya lagi. ''Jika hal itu sampai terjadi lagi mungkin aku benar-benar akan bisa jadi gila El.'' imbuhnya.
''Baiklah.'' jawab Ela dengan pasrah, karena untuk menolak tawaran Elang dirinya tak begitu tega, dan kalau boleh jujur dia ingin lebih berlama-lama bersama Elang...tak bisa di pungkiri bahwa dirinya begitu rindu dengan sosok yang di depannya saat ini.
Mereka berdua berjalan beriringan di koridor kampus, sehingga menjadi buah bibir para mahasiswa yang melihatnya.
''Buset deh Ela, katanya gak perduli tapi kok tau-tau jalan berdua sama tuh cogan.'' gumam Ami yang melihat temannya itu.
''Mbak Ela.'' panggil Rendi yang langsung mencari Ela begitu mendengar kasak kusuk tentang Ela yang jalan dengan tamu dari pihak kampus.
''Ren.'' kata Ela.
__ADS_1
''Mbak mau kemana?'' tanya Rendi dengan ekor mata yang melirik pada Elang.
''Mau pulang Ren.'' jawab Ela.
''Biar Rendi antar mbak.'' tawar Rendi.
''Gak usah, bukannya kamu masih ada kelas...nanti telat masuknya kalau kamu harus nganter mbak pulang.'' tolak Ela dengan halus. ''Lagian mbak juga ada yang nganter kok.'' sambung Ela dengan melirik ke arah Elang.
''Kenapa harus pulang sama orang yang baru kenal mbak? gak pulang sama abang aja.'' kata Rendi lagi.
''Abang masih ada kelas satu lagi Ren, lagian kamu gak usah khawatir gitu...mbak kenal kok sama dia.'' kata Ela. ''Karena dia...Elang.'' imbuh Ela.
''Jadi dia...?'' tanya Rendi sambil menunjuk ke arah Elang mengunakan jarinya.
''Iya.'' jawab Ela. ''Sudah sana...nanti kamu telat masuk kelas.'' usir Ela.
__ADS_1
''Ya udah aku ke kelas dulu mbak...assalamualaikum.'' pamit Rendi.
''Wa'alaikumsalam.''