
pagi ini cuaca secerah hati vivi. pagi ini vivi bangun tidak seperti biasanya. hari ini vivi terakhir menyerahkan skripsi bab terakhirnya. di meja makan sudah bersiap mama dan papa vivi beserta menu sarapannya.
"Lho vi, tumben banget kamu udah rapih, mau kemana sih?" Tanya papa vivi menyeruput kopinya.
"Iya nih pa.. doain ya pa ma skripsi vivi selesai." Ucap vivi senyum dengn sangat cerah dan mengambil sehelai roti.
"iya dong sayang papa mama itu pasti selalu mendoakan kamu. Inget jangan kebanyakan main!" vivi sambil memakan roti coklat kesukaannya.
"Jangan pacaran mulu!" Tambah mama
"Mama.. pacaran kan biar tambah semangat.. mangkanya nih skripsi dah mau selesai" vivi sambil membenahi tas kuliahnya.
"Eh itu si dhika ga hubungin kamu lagi?" Tanya mama mengagetkan vivi
"Duh mama kenapa bahas dia. udah ah vivi berangkat dulu.. assalammualaikum pa ma.." vivi segera bergegas keluar rumahnya.
__ADS_1
Setiba di transjakarta vivi yang senang melihati pemandangan kota jakarta, teringat pada sosok pria hitam manis betubuh atletis itu. segera ia mengiriminya pesan singkat.
"Sayang, hari ini aku terakhir ngerjain skripsi nih. doain aku ya biar selesai hari ini. oh ya.. kamu udah sarapan belum?" Tulis vivi masih memberika senyum manisnya pada seisi bis.
Pagi ini vivi sudah tiba di kampus jam 10 pagi vivi masih harus menunggu dosen pembimbingnya. sembari menunggu di depan kelas vivi yang masih ingat bahwa pesannya belum dibalas oleh frand.
"Sayang, kamu sibuk ya pesan aku ga di balas! aku masih nungguin dosen nih.. telphone aku ya .. love you" Tulis vivi
Dan akhirnya, setelah 1 jam 30 menit vivi keluar ruangan dosen dengan wajah yang sangat sumringah.
Selesai beribadah, entah kenapa hati vivi masih terasa tidak enak. seakan ada yang kurang dan mengganjal. Vivi menatap pada hanphonenya. ya benar. hari ini ia belum mendapat balasan atau telephone dari frand. dilihatinya kembali pesan pesan yang ia kirim, namun tak juga mendapat balasan. Bahkan telephone tidak ada.
"Kamu kenapa? Kamu dimana?" Tanya vivi dalam hati.
Vivi merasa hampa, biasanya pulang kuliah sudah ada yang menantinya. Saat ini sudah pukul 16.00 Namun sepertinya frand tidak akan datang menjemputnya. Vivi langsung segera pulang ke rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." Sapa vivi setiba dirumahnya.
"Walaikumsalam.. lho.. kok lemes amat... kenapa? revisi lagi?" Jawab dan tanya mama
"Enggak mah.. semuanya udah selesai tinggal daftar sidang" Jawab vivi masih memajangkan muka herannyam
"Wah bagus dong kalau gitu.. terus kenapa mukanya? berantem?" Tanya mamaendekati vivi
"Enggak.. udah ah vivi mau istirahat dulu" Ucap vivi langsung menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
Vivi merebahkan tubuh mungilnya di tempat tidur. Di tatapnya langit langit kamar nyaman itu. Vivi memikirkan ada apa dengan frand.. apa ia vivi melakukan kesalahan padanya atau terjadi sesuatu padanya.
Vivi langsung mengambil hampdhonenya, dan menghubungi frand berkali kali, namun tetap tidak ada jawaban.
Hari pun semakin malam. Dan, frand sama sekali tidak ada kabar. Vivi mulai gelisah, khawatir, cemas dan semua rasa berkecamuk dalam dadanya.
__ADS_1
"Sayang, kamu ini kenapa? dimana? kenapa ga ada balasan? Telephone aku ga di angkat, Tolong balaas ya sayang" Tulis vivi pada pesan singkatnya.