
❤️ Happy Reading ❤️
Banyak hal yang berputar di pikiran Elang tentang sosok pemuda yang menemui Ela tadi, mereka berdua terlihat sangat akrab dan dia juga penasaran dengan orang yang di sebut abang...apakah kekasih Ela atau siapanya, namun semua itu tak terucap karena Elang masih terlalu takut jika Ela menganggapnya terlalu ikut campur apalagi dengan status mereka saat ini yang ibarat kata bukan siapa-siapa.
''El kok kamu bisa sampai di kota ini? terlebih kamu menghilang begitu saja.'' tanya Elang saat mereka berdua di perjalanan menuju ke rumah pak Imam.
''Ceritanya panjang Lang.'' kata Ela.
Cit
Elang langsung memberhentikan mobilnya di tepi jalan.
__ADS_1
''Apakah boleh aku mengetahuinya?'' tanya Elang dengan mata yang menatap dalam ke arah Ela.
''Huft...hidup aku terasa begitu hancur berbarengan dengan kandasnya hubungan kita.'' kata Ela menatap lurus kedepan sambil mengingat cerita sedih di masa lalunya. ''Aku rindu padamu tapi tak bisa menemuinya, aku masih cinta padamu tapi aku tak bisa mengapaimu, aku ingin bersua denganmu tapi aku pasti takkan kuasa menahan tangisku...hingga aku hanya bisa menangis sambil meratapi betapa tragisnya kisah cinta kita setiap hari.'' cerita Ela. ''Saat aku sudah sedikit demi sedikit bisa menerima garisan takdir kita...aku kembali di hantam dengan kenyataan bahwa kedua orangtuaku pergi meninggalkan aku untuk selamanya...duniaku runtuh seketika, aku sendirian, tak ada tempatku bernaung dan mengadu, tak ada tempatku bersandar...Jo, hanya keluarga Jonathan yang waktu itu menemani diriku.'' katanya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
''El...'' lirih Elang.
''Setelah beberapa Minggu orangtuaku tiada, aku mulai kembali menjalani aktivitas...aku mulai menguatkan diri untuk tak terlalu berlarut dari kesedihan, tak lari dari kenyataan.'' kata Ela. ''Tapi lagi-lagi hal yang tak di sangka terjadi padaku...aku harus mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakiku terluka.'' sambungnya. ''Untuk berjalan aku harus menggunakan kursi roda atau untuk menopang tubuhku aku harus menggunakan tongkat sebagai alat bantu sehingga orang yang menabrakku tak tega membiarkan aku seorang diri di sana...maka sampailah aku di sini saat ini, bersama keluarga baruku...orangtua Rendi, pemuda yang bertemu dengan kita di kampus tadi.'' kata Ela dengan memaksakan seulas senyum di bibirnya.
''Ayo jalan Lang.'' ajak Ela. ''Gang depan belok kanan ya...'' katanya memberi tahu di mana tempat tinggalnya saat ini.
''He'em.'' sahut Elang.
__ADS_1
🌟
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Yee Tante sudah pulang, yuk main tante...'' ajak Ais yang langsung berlari menghampiri Ela. ''Om sama ayah mana tante?'' tanya Ais yang merasa tak melihat kedua sosok itu.
''Nanti ya sayang...tante Ela lagi ada tamu.'' kata Ela yang langsung membuat Ais mengalihkan matanya ada sosok asing yang ada di belakang Ela. ''Om Rendi harus masuk kelas sayang dan ayah juga masih mengajar.'' jawab Ela. ''Nenek sama bunda mana sayang?'' tanya Ela.
''Ada di kamar sama Alif tante.'' jawab Ais.
__ADS_1
''Elang, aku tinggal ke dalam dulu ya...kamu silahkan duduk.'' kata Ela mempersilahkan. ''Ayo Ais kita temui nenek sama bunda kamu.'' ajak Ela sambil mengandeng tangan mungil itu menuju ke kamar Irvan dan Rina.