
❤️ Happy Reading ❤️
Keesokan harinya Ela langsung pulang kembali ke kota B dengan di antarkan oleh Elang.
Semalam dirinya menginap di kediaman keluarga Nugraha yang tentu saja semua itu atas permintaan dari sang nyonya besar.
''Kenapa gak besok saja pulangnya sayang?'' tanya mama Mentari saat mengantar Ela sampai di teras.
''Maaf ma, aku beneran gak bisa.'' kata Ela.
''Ma, Elakan harus kuliah.'' sahut Elang yang sudah menunggu Ela di depan mobilnya.
''Ela pamit ya ma...nanti kalau ada waktu Ela berkunjung ke sini.'' pamit Ela.
''Hati-hati sayang...sering-sering kabari mama.'' kata mama Mentari.
Meskipun merasa berat hati, mau tak mau mama Mentari harus melepaskan gadis yang sudah di anggap sebagai putrinya sendiri.
🌟
''Assalamualaikum.''
__ADS_1
''Wa'alaikumsalam.''
Cklek
''Bu'...'' sapa Ela sambil maju untuk mengalami bu' Siska bergantian dengan Elang begitu juga dengan Aldi yang juga Elang ajak kesana agar nanti dirinya tak jenuh saat di perjalan pulang.
''Ayo masuk, kalian pasti lelah di perjalanan.'' ajak ibu Siska mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk.
''Bapak belum pulang bu'?'' tanya Ela.
''Belum, mungkin sebentar lagi.'' jawab ibu Siska.
''Ela ke kamar dulu ya bu', mau naruh ini dulu.'' pamit Ela.
🌟
''Aku akan setia menunggumu sayang.'' kata Elang saat dirinya akan hendak kembali pulang ke kota J.
Tadi Elang dan Ardi sempat di minta oleh pak Imam dan Irvan untuk beristirahat sejenak di sana, jadi mereka berdua baru akan kembali ke kota J bakda ashar.
''He'em.'' sahut Ela yang tak tau harus bagaimana membalas kata-kata dari Elang.
__ADS_1
Karena jujur saja, dirinya merasa begitu enggan dan berat untuk melepaskan kepulangan Elang.
Rasanya masih ada perasan tak rela untuk harus berpisah dari Elang saat ini setelah sekian lama berpisah dan bari bertemu dan harus berpisah kembali.
''Hati-hati di jalan...dan ingat jaga hati dan matamu, awas sampai lirik-lirik wanita lain di luaran sana.'' kata Ela memberi peringatan. ''Aku akan pergi jauh dan aku jamin kamu tak akan bisa menemukanku jika kamu sampai seperti itu.'' ancamnya.
''Oh sayang, darimana kamu dapatkan pemikiran seperti itu.'' kata Elang yang jujur ada sedikit sara senang bila kekasihnya seperti itu, berarti cinta Ela masih besar terhadapnya. ''Apa belum cukup pembuktian cintaku selama ini, hem?'' tanyanya. ''Kamu juga hati-hati di sini, hal yang sama...jaga hati, pikiran dan mata kamu di sini, ingat ada aku yang selalu merindukanmu.'' kata Elang lagi dan Ela pun menganggukan kepalanya. ''Aku pulang, kalau ada apa-apa ingat langsung hubungi aku.'' pesan Elang.
''Iya, kamu juga.'' sahut Ela.
''Tentu saja, aku pasti akan sering menghubungimu untuk menyalurkan rasa rinduku.'' kata Elang.
''Ck, manis sekali bibir ini.'' cibir Ela yang membuat Elang langsung menerbitkan tawanya. ''Sudah sana cepat kalian berangkat, nanti kemalaman sampai rumahnya.'' kata Ela.
''Loh...loh...kok ngusir.'' tuduh Elang.
''Huft, aku bukannya ngusir...tapi...'' kata Ela.
''Iya aku tau sayang, tak perlu kamu jelaskan...aku paham.'' potong Elang. ''Aku pulang ya...aku pastikan akan langsung kesini untuk menjemputmu begitu selepas dirimu di wisuda.'' kata Elang.
''Aku akan menunggumu.'' sahut Ela.
__ADS_1
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''