
❤️ Happy Reading ❤️
Kasak kusuk terdengar jelas di telinga Ela ketika baru saja memasuki area kampus siang ini.
Hampir seluruh mahasiswa tak hanya yang wanita tapi juga para pria hampir semua fakultas sedang membicarakan tentang tamu yang datang ke universitas mereka untuk mengisi seminar anak fakultas bisnis tadi pagi.
Bagaimana wajahnya yang begitu good looking, auranya yang begitu kuat dan berkarisma di tambah dengan good rekening tentunya karena merupakan sosok pengusaha muda yang sangat di perhitungkan di dunia bisnis apalagi di tanah dengan keluarga yang cukup berpengaruh.
Tapi bagi Ela semua itu masa bodoh, dirinya tak begitu tertarik ingin tau tentang sosok yang sedang hangat di perbincangkan itu.
''El, kamu gak penasaran gitu sama tamu seminar anak jurusan bisnis?'' tanya Ami salah satu teman Ela satu angkatan dan satu kelas.
''Enggak.'' sahut Ela dengan cepat dengan pandangan mata uang masih tetap menatap ke kertas-kertas bahan skripsi yang di bawanya.
''Kamu masih normalkan El? gak menyimpangkan?'' tanya Ami dengan hati-hati.
''Ya tentu aja Mi, aku itu masih suka sama cowok tampan bukan cewek cantik.'' sahut Ela dengan menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan apa yang ada di isi kepala temannya itu.
''Ya habisnya yang lain pada ribut ngomongin cogan, kamu mah diam aja...cuek-cuek aja.'' sahut Ami.
''Ya terus kau harus gimana? ikut ribut juga? atau cari tau dan sibuk desak-desakan karena Penang lihat dia gitu?'' tanya Ela. ''Mendingan aku ngurusin skripsi aku biar cepet kelar.'' kata Ela lagi.
''Hah bener-bener ya hidup kamu itu lempeng-lempeng aja, jam pelajaran habis ya langsung pulang...nongkrong gak pernah, berangkat ngampus kalau gak sama adik kamu yang tampan itu ya sama abang kamu.'' cibir Ami. ''Atau jangan-jangan kamu takut ketahuan ya sama Abang kamu yang jadi dosen di sini?'' tanyanya.
''Ya enggaklah, ngapain takut...memangnya Abang aku makan orang atau ada tampang nyeremin gitu...'' sahut Ela.
__ADS_1
''Ya enggak sih tapi siapa tau aja.'' kata Ami.
''Sudah ah aku mau ke ruangan pak Yuda dulu, mau nyerahin bahan skripsi biar di koreksi jadi bisa cepat aku perbaiki.'' kata Ela.
''Hem, aku juga mau ke dosen pembimbing aku.'' kata Ami. ''Kita bareng ya...ruangan dosen kita kan bersebelahan.'' ajaknya yang di angguki oleh Ela.
🌟
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru pak Yuda dari dalam ruangan.
Begitu masuk ke dalam ruangan Ela melihat ada dua orang pria yang sedang duduk berhadapan dengan dosennya, namun Ela sama sekali tak dapat melihat bagaimana wajahnya karena posisi mereka berdua membelakangi Ela.
''Permisi pak, saya mau menyerahkan bahan skripsi untuk di acc bapak.'' kata Ela.
''Eh Ela sini masuk.'' kata Yuda.
Deg
''Suara itu...Ela.'' gumam Elang dalam hatinya.
__ADS_1
''Ela...seperti...ah nama Ela di dunia ini banyak bukan hanya pacar si bos aja.'' gumam Aldi dalam hati.
Tubuh Elang seakan membeku saat melihat sosok yang di tangkap dari ekor matanya.
''Ela.'' lirih Elang yang memberanikan diri untuk melihat secara langsung.
Ela yang sedang menyerahkan kertas-kertasnya pun langsung menoleh ketika mendengar namanya di panggil.
Bruk
Karena syok...kaget, tanpa sengaja kertas yang ada di tangan Ela langsung terjatuh begitu saja di atas meja sebelum tangan Yuda benar-benar menerimanya.
''Maaf pak, saya permisi.'' pamit Ela.
Tapi sayang niat Ela yang hendak pergi dari sana kalah cepat dengan tangan Elang yang mencekal sebelah tangannya.
Grep
''Maaf...kita bukan muhrim.'' kata Ela yang langsung mendorong tubuh Elang yang sudah sempat memeluk dirinya.
Jujur sebenarnya dirinya juga ingin memeluk tubuh itu, sosok yang selalu dia rindukan, sosok yang selalu ada di hati dan pikirannya, tapi dia ingat akan batasannya...mereka haram untuk bersentuhan karena mereka bukan makhrom.
Yuda dan Aldi yang melihat kejadian itu pun menjadi ikut terkejut.
''Kalian saling kenal?'' kata Yuda, padahal dalam hatinya sangat begitu yakin kalau mereka berdua ada hubungan, sebab dia begitu mengenal bagaimana sosok Elang yang memang dingin terhadap wanita, karena mereka berteman dari sejak sekolah menengah atas, Elang, Aldi, Yuda juga satu lagi Riki yang kini tinggal di Kalimantan mengurus usaha pertambangan keluarganya.
__ADS_1
''Yud, aku pinjam ruangan kamu sebentar.'' kata Elang sehingga Yuda pun akhirnya mengajak Aldi untuk keluar bersamanya.