
❤️ Happy Reading ❤️
Setalah hari yang mengharu biru, kini Ela serta Elang dan kelurga sudah berada di tempat resepsi yang mana di adakan di salah satu hotel keluarga Nugraha.
Ela tak pernah membayangkan sebelumnya, dirinya yang hanya orang biasa, anak keluarga yang tak begitu berada bisa menikah di tempat yang semewah ini dengan pria tampan rupa dan iman juga dari keluarga terpandang serta kata raya.
Senyum bahagia terus terbit di bibir kedua mempelai hingga semua acara telah selesai, seolah mereka berdua tak merasa lelah dengan begitu banyaknya acara hati ini.
Ela dan Elang memasuki kamar mereka ketikan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam yang mana waktu acara memang telah selesai.
Mereka berdua yang sudah lama berhubungan mendadak canggung ketika berada di sebuah kamar yang sama apalagi dengan status mereka yang telah berbeda saat ini.
"Kamu...em lebih baik bersih-bersih duluan El." kata Elang dengan sedikit gugup.
"I...Iya." jawab Ela yang juga tak kalah gugup.
Tanpa banyak kata, Ela langsung masuk ke dalam kamar mandi hotel dengan jantung yang berdegup kencang.
Bayangan malam pertama pun terus melintas di pikirannya saat ini.
"CK, dasar otak mesum." decak Ela sambil memukul kepalanya sendiri menggunakan tangan.
Cukup lama, karena hampir satu jam Ela menghabiskan waktu di kamar mandi, dia butuh merilekskan tubuhnya dengan berendam air hangat sejenak selain itu dia juga butuh menenangkan dirinya dari gejolak yang ia rasakan saat ini.
Cklek
"Ah kamu sudah selesai." kata Elang yang langsung menegakkan tubuhnya kembali.
__ADS_1
Tadi saat menunggu Ela mandi elang lebih memilih duduk sambil menyandarkan punggungnya dengan mata yang tertutup...tapi bukan tidur.
"I...iya, kamu mandilah." kata Ela yang keluar dengan berbalutkan jubah mandi serta rambut yang terbungkus sepotong handuk.
Berbeda dengan Ela, Elang hanya di kamar mandi kurang lebih dua puluh menit saja.
"El, bisa aku bicara?" tanya Elang menghampiri Ela yang duduk berselonjor di ranjang.
Melihat Elang yang mendekat dengan memakai celana pendek serta kaus lengan pendek membuat Ela yang sudah memakai pakaian tidur panjang serta jilbab instannya langsung duduk bersila.
"Ada apa Lang?" tanya Ela.
"Ah...biasakan kamu berhenti memanggilku dengan panggilan nama...Elang maksudku." pinta Elang yang saat ini sudah duduk di dekat Ela.
"Terus aku harus memanggilmu apa?" tanya Ela karena panggilan apa yang cocok untuk sosok Elang.
"Kamu bisa memanggilku Hubby dan aku akan memanggilmu sweetie." jawab Elang.
"Sama sekali enggak, karena menurutku panggilan sayang merupakan salah satu cara kita untuk menunjukkan kasih sayang dan juga menunjukkan keromantisan walau dengan cara yang sederhana." jawab Elang.
"Ya sudah terserah kamu." kata Ela.
"Satu lagi." kata Elang.
"Ya, apa?" tanya Ela.
Cup
__ADS_1
Tanpa aba-aba Elang langsung saja mengecup bibir Ela.
Elang semula hanya menempelkan bibirnya saja, menjadi sedikit memberikan gerakan di sana lembut namun pasti karena merasa tak mendapatkan penolakan dari sang istri bahkan Ela sudah memejamkan matanya saat ini dengan kedua tangan yang sudah meremas seprai.
"Kita sholat dulu." bisik Elang tepat di depan bibir Ela.
"He'em." sahut Ela dengan menganggukan kepalanya.
Mereka kemudian bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu.
Setelah itu mereka melakukan sholat sunah dua rakaat bersama.
Begitu selesai Elang pun membacakan sebuah doa barulah dia memulai semuanya dengan perlahan hingga mencapai titik kepuasan masing-masing.
🌟
"Aku benar-benar gak nyangka kita bisa sampai ke tahap ini." kata Ela yang sedang duduk bersandar pada dada bidang sang suami.
"Aku pun sama." sahut Elang dengan tangan yang mengelus pipi Ela.
"Aku sayang kamu By." ucap Ela dengan menengadahkan wajahnya untuk melihat Elang.
"Aku pun sama sweetie." balas Elang yang di akhiri dengan sebuah kecupan di kening Ela.
S E L E S A I
🌟
__ADS_1
Cintailah seseorang karena Allah karena bagaimana sulitnya perjalanan kisah asmaramu pasti akan mendapatkan hal yang terbaik, janganlah mencintai seseorang karena nafsu, karena hal itu hanya akan bisa menjerumuskanmu dalam sebuah ke sengsaraan.
Terimakasih semua sudah mengikuti cerita ini dari awal...terimakasih banyak atas segala dukungan serta kritikan dan saran...sampai jumpa di cerita selanjutnya. Terimakasih...love you all❤️