Peri Cintaku

Peri Cintaku
Bab 55


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Wajah Ela yang semula sedih karena menduga jika Elang tak datang ataupun terlambat datang, berubah menjadi cerah secerah mentari karena ternyata sang pujaan hati malah duduk di depan sebagai tamu kehormatan kampus.


Elang ternyata merupakan donatur terbesar di kampus tempatnya menimba ilmu.


Rambut hitam legam, tatapan mata setajam burung elang, wajah yang begitu tampan dan berkarisma apalagi di tunjang dengan finansial yang wah semakin membuatnya terlihat berwibawa, sehingga banyak mata yang begitu mendamba saat melihatnya.


Singkat cerita setalah semua rangkaian acara telah selesai, Elang langsung berdiri dari kursinya untuk menghampiri sang pujaan hati.


"Selamat sayang." ucap Elang dengan tangan terulur menyerahkan satu buket besar bunga mawar merah yang tadi di bawa oleh Aldi.


Ingin sekali dirinya mendekap tubuh ramping berbalut pakaian toga itu, namun apa daya...sang kekasih sudah dapat di pastikan akan menolaknya dengan alasan kalau mereka bukan muhrim.


"Terimakasih." ucap Ela saat menerimanya, tak lupa dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.


Semua itu di saksikan oleh para mahasiswa juga dosen dan wali, yang memang sebagian besar masih di sana.

__ADS_1


"Pak Elang kenal sama salah satu mahasiswa sini ternyata." celetuk Yuda dengan suara kerasnya yang memang sengaja berniat menggoda sahabatnya itu.


Perlu kalian tau, Yuda yang notabene sebagai dosen pembimbing Ela terus saja di teror oleh pewaris keluarga Nugraha itu dengan berbagai ancaman jika sampai menyulitkan calon menantu keluarga Nugraha yang tak lain dan tak bukan adalah Ela.


Namanya orang pacaran, ada kalanya Ela mengeluh pada Elang jika banyak bahan skripsinya yang di coret oleh dosen pembimbingnya dan mau tak mau harus di revisi, jika sudah seperti itu Elang sudah dapat di pastikan akan langsung menghubungi Yuda.


Saat Ela akan melakukan uji skripsi pun, Elang juga sudah mewanti-wanti Yuda agar tak terlalu menyulitkan calon istrinya, tapi semua itu tanpa sepengetahuan Ela tentunya.


Kalau Ela sampai tau bisa gawat...gadis itu pasti akan langsung merajuk padanya.


"Khem." Yuda menetralkan tawanya dengan berdehem beberapa kali. "Selamat ya nyonya muda Elang Nugraha." ucap Yuda yang membuat semua orang di sana seakan tak percaya dan semakin santer saja terdengar bisik-bisik membicarakan tentang mereka.


"Kamu mau ikut kita gak? kita mau makan-makan untuk merayakan kelulusan Ela." kata Elang untuk menyudahi aksi konyol sahabatnya lagian juga seluruh keluarga mereka sudah menunggu di area parkir sejak tadi.


"Tentu saja dong...siapa juga yang nolak kalau di ajak makan-makan, apalagi sama anggota keluarga Nugraha." sahut Yuda.


"Ya udah ayok gak usah banyak ngomong." kata Elang.

__ADS_1


"Lang." panggil Ela.


"Ya sayang." sahut Elang.


''Aku boleh ijin sebentar gak buat foto-foto sama teman-teman aku?" tanya Ela sambil menunjuk ke arah teman-temannya berada. "Sebentar saja..." pintanya lagi.


"Huft baiklah." jawab Elang. "Aku akan minta yang lainnya untuk menunggu sebentar lagi." kata Elang.


"Terimakasih." ucap Ela.


"Apapun untuknya sayang." balas Elang yang membuat pipi Ela semakin bersemu merah.


"Huek." ledek Yuda dengan sepeti orang yang mau muntah namun sama sekali tak di perdulikan oleh Elang.


"Ingat kita juga akan melakukan foto bersama keluarga nantinya, aku sudah memboking studio foto untuk kita nanti." kata Elang lagi sebelum Ela benar-benar pergi dari hadapannya.


"Iya, aku gak akan lama kok." sahut Ela dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2