
"Pokoknya lo bilang aja ga tau, nanti gue bakalan cerita sama lo lis, tapi sabar ya..pasti gue ceritain okey!" jelas vivi di ujung telephonenya.
"Iya iya.. janji ya..yaudah hati hati Lo, jangan macem macem!" Lisa mengingatkan sahabatnya.
"Iya Lisa sayang...dah... " jawab vivi mematikan telephonenya.
Vivi yang menghampiri frand dikamar. Segera ikut untuk merebahkan dirinya di samping frand. Frand langsung memberikan pelukan terhangatnya.
Dan frand memulai kembali mencium vivi. Saat frand mencumbui Vivi, frand tersentak, terbangun kemudian duduk di ujung kasur.
"Kenapa yang?" Tanya vivi dengan bingung
"Maaf... kita ga bisa! Jaga itu buat suami kamu!" ucap frand membuat vivi kaget dan heran
"Maksud kamu?? emang kamu ga bakal jadi suami aku?" tanya Vivi spontan.
"Kita beda yang..." frand menjawab dengan mengutuk dirinya.
Teng... busur panah seolah menusuk tepat di jantung vivi. Akhirnya keluar kata itu darinya. frand menyadari mungkin ia dan vivi memang tidak bisa, karena perbedaan ini terlalu besar.
"Ya.. teruss... kalo beda emang kenapa? kamu tau dan sadar itu dari awal yang.. kok jadi gini sih!" Ucap vivi mulai emosi dan meninggalkan frand dikamar, langsung menuju Gasibu belakang.
Tanpa sadar, air mata vivi terus menetes. Setega itukah frand. Dia stuck dan ga berjuang.
Sementara frand menyesali perkataannya, kenapa harus keluar pada saat ini, saat dimana vivi sedang menghadapi masalahnya.
Inilah permasalahannya, seperti lagu milik marcell- peri cintaku
...Di dalam hati ini hanya satu nama...
...Yang ada di tulus hati kuingini...
...Kesetiaan yang indah takkan tertandingi...
__ADS_1
...Hanyalah dirimu satu peri cintaku...
...Benteng begitu tinggi sulit untuk kugapai...
...Hu-u-u ......
...Aku untuk kamu...
...Kamu untuk aku...
...Namun semua apa mungkin...
...Iman kita yang berbeda...
...Tuhan memang satu...
...Kita yang tak sama...
...Haruskah aku lantas pergi...
...Meski cinta takkan bisa pergi...
...Sulit untuk kugapai...
...Hmm ......
...Aku untuk kamu...
...Kamu untuk aku...
...Namun semua apa mungkin...
...Iman kita yang berbeda...
__ADS_1
...Tuhan memang satu...
...Kita yang tak sama...
...Haruskah aku lantas pergi...
...Meski cinta takkan bisa pergi...
...Bukankah cinta anugerah...
...Berikan aku kesempatan...
...'Tuk menjaganyaβ¦...
ππππππππππππππππ
Frand menghampiri vivi.
"Yang... maaf bukan maksud aku..." belum sempat meneruskan perkataannya vivi menyela nya.
"Kamu jahat! Jahat banget!" ucap vivi dengan suara menahan tangisnya yang belum pecah.
"Yang, kita bisa nikah, tapi aku juga bingung waktu kamu bilang kenapa harus perempuan yang ikut suami pindah?" jelas frand mengingat ucapan vivi.
"Ok..ok...kita tau hubungan ini akan gimana!" ucap vivi meninggalkan frand sendiri.
Dalam peluhnya frand sungguh menyesali perkataannya. Ia pun bingung. Kemana cinta ini mengarahkannya, frand hanya mengikuti alirannya saja. Ya rasa ini ga salah, rasa yang diberikan Tuhan untuknya.
Vivi masih merasakan sakit yang begitu dalam, perih.. untuk apa 1 tahun ini menjalin kebersamaan, ketika rasa ini semakin dalam, dan tau bahwa cerita ini ga akan bisa bersama, lalu buat apa frand melanjutkannya.
"Kita harus gimana? ya Allah.. bantu kami melalui ini semua ya allah.." ucap vivi terus menangisi kisahnya.
Setelah 1 jam berlalu..
__ADS_1
"Ka Mery, aku mungkin akan kost dekat Kostan kakak, atau kalao di kostan kakak ada yang kosong aku mau ya kak!" tulis vivi memutuskan untuk rencana hidup selanjutnya.
"Ko tiba tiba banget say? oke nanti aku kabarin ya." balas ka Mery.