
"Akhirnya main lagi kan kerumah, mama udah tanyain kamu terus tuh!" ucap frand sambil membuka pintu rumahnya.
"Masa sih?"tanyaku penasaran.
"Mam.. mam.. panggil frand pada mamanya.
"Iya.. eh.. Vivi.. " ucap mama frand menyambut Vivi sambil memelukny.
"Hai Tante, gimana kabarnya? sehat ya tan?" Tanya Vivi
"ya gini.. kamu gimana? udah kerja ya sekarang? jawab dan tanya balik mama frand
"iya Tante.. Alhamdulillah.. langsung dapat kerja."
"Minum yang.." sela frand menyuguhkan minuman untuk sang kekasih.
"iya lha.. bagus.. biar sukses ya.. sering sering kesini ya, Tante tu sepi kalau Frand dunes, Siska pergi..kadang Tante mau bilang frand Vivi diajak kesini, cuma dia tuh pelit, takut di apa apain katanya kamunya." cerita mama frand
"iya Tante..nanti Vivi sering kesini ya.. " balas Vivi menggenggam tangan mama frand menandakan hatinya sangat nyaman di terima di keluarga frand.
"Denger tu frand, Vivi ga masalah kalau kesini." ucap mama pada anaknya.
"Iya mam..iya.. ayo udah ah.. makan dulu.. laper nih.." frand langsung menggandeng 2 orang yang disayanginya menuju meja makan.
lagi lagi vivi berada didalam doa mereka untuk makan siang bersama. Dibawah patung salib vivi berdoa sambil menatapnya. sementara frand dan mamanya terpejam untuk berdoa.
"Makan yuk sayang.. "ucap mama frand setelah berdoa.
"terimakasih tante" ucap Vivi tersenyum untuk frand dan mamanya karena melihat ke khusyuan mereka.
__ADS_1
Makan siang yang sangat manis, dan terasa hangat. Keluarga yang penuh kasih ini membuat Vivi nyaman didalamnya. Namun, hati ini terasa ada yang salah sepertinya.
Vivi belum yakin apa itu.
"yang. .beli Boba yuk.."ajak Vivi sambil melihat aplikasi layanan pesan antar di handphonenya.
"Kaya anak kecil aja ih.. "ucap frand sambil melihat variant apa saja yang ada.
"ih... tapi mau..." ucap Vivi mencubit hidung mancung milik frand.
"Vi.. Tante tinggal sebentar ya.."pamit mama frand yang sudah rapih.
"eh.. mau kemana Tante?" tanya Vivi
"Kedepan sebentar, bayar arisan.." jawab mama frand langsung meninggalkan mereka.
"yang.. makasih ya udah mau jadi bagian dalam cerita hidup aku!" ucap frand menggenggam tangan Vivi. "Jujur, aku ga pernah ada pikiran untuk rebut kamu dari Dhika sebelumnya." ucap frand membuat pengakuan.
"kamu tuh ngomong apa..?" tanya vivi melihat keanehan sikap frand.
"serius yang, waktu kamu datang ke rumah sakit jenguk aku, kamu tau ga dalam pikiran aku apa?" tanya frand
"(Vivi hanya menggelengkan kepalanya)"
"aku ga mau kehilangan kamu!" ucap frand membuat Vivi berkaca kaca.
krieeet.. terdengar suara pintu terbuka.
"sayang ada siapa?" tanya Vivi kaget dan langsung celingukan.
__ADS_1
"ga ada siapa siapa.." jawab frand santai. "kalau kamu takut baca ayat kursi aja yang.."tambahnya dan membuat Vivi tersedak.
"kamu tau ayat kursi?" tanya vivi mendekatkan wajahnya ke wajah frand.
"Al Fatihah, an nas.. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WAASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH" ucap frand mengagetkan Vivi.
"Kamu bisa yang? kamu hafal?" Tanya Vivi antusias.
"Hafal dong.." jawab frand tersenyum.
"Papa udah meninggal, mama... kamu tau? dulu mama sama seperti kamu!' ucap frand tiba tiba bercerita.
"(menunjuk dirinya sendiri) aku? mama sama aku kenapa?" tanya vivi bingung.
"(mengangguk) iya, mama dulu muslim!' jawab frand.
"(Vivi takjub) subhanallah.. serius yang?" tanya Vivi seolah tidak percaya.
"iya serius, tapi mama ikut papa akhirnya" jawab frand membuat Vivi lemas.
"Kenapa yang?" tanya frand karena melihat ekspresi vivi.
"enggak.. enggak apa apa!" ucap ku masih lemas.
"iya lha.. dimana mana, perempuan ikut suami!" tambah frand membuat Vivi makin down.
"kenapa harus? iman itu kan ada dari kita lahir! harus kah berganti?" tanya vivi menyayangkan apa yang frand katakan.
"(frand mengangkat kedua bahunya)"
__ADS_1