Peri Cintaku

Peri Cintaku
#30 Bertemu dalam semu 01


__ADS_3

Saat ini sudah jam 19.00. akhirnya lembur Vivi selesai juga. Angga yang mengecek pekerjaan Vivi dirasa sudah cukup rapih dan jelas. Segera mengakhirinya.


"Okey, kamu bisa save ya di sini masukin folder humas tanggal hari ini. Dan matiin komputer ya ya." ucap angga memberikan flash disk pada Vivi yang tanpa disengaja memegang jari Vivi


"sorry.. sorry.." ucap Angga..


"gak apa apa pak.. sebentar saya save ya. ." Vivi lalu menyimpan hasil pekerjaannya dan mematikan komputernya.


sementara anak anak dari diviai umum sudah bersiap untuk pulang juga. mereka sengaja menunggu Angga dan Vivi.


"ayo dong ngga.. buruan.." celetuk yoga.


"tau bang Angga lama banget ga gesit kaya bisa, lemah kalau sama cewek" tambah Rio.


"Berisik !" jawab yang punya nama Angga.


"hallo Vivi.. kenalan dong.." ucap Rio yang sudah melirik Vivi dari tadi.


"(senyum dan mengulurkan tangannya) Vivi.."


"Rio.. " lalu yang lain juga ikutan


"Reza.."


"yoga.."


"Kalian rame banget ya.." ucap Vivi yang sudah berada di dalam lift bersama team caur.


"Ga ada kita ga rame Vi.." jawab yoga eh pulang kemana nih?" tanya yoga

__ADS_1


"oh. ke Tangerang. " jawab Vivi


"weeeitss. . kebetulan banget, sama Angga juga tinggal di Tangerang!" celetuk Rio Sambil melirik Angga.


lalu kondisi di dalam lift pun hening.


(Ting) pintu lift terbuka sudah di lobby.


"Okey semuanya terimakasih ya untuk hari ini, hai hati dijalan" ucap Vivi hangat.


"okey Vi.. hati hati ya.. " all..


Dan ketika Vivi hendak menyebrang jalan, sebuah motor CBR 150r berwarna hitam dengan pengendara berjaket kulit berhenti di depan vivi.


Angga membuka kaca helmnya


"Kamu ke Tangerang kan?" Tanya Angga membuat Vivi panik.


"Bareng aja kalau gitu" ucap Angga memberikan helm pada Vivi.


Vivi yang masih ragu, namun menerima helm dari Angga.


"Ehm.. gak apa apa pak.. bareng. .?" tanya Vivi ragu.


"Kan sama sama searah!" jawab Angga masih tetep stay cool.


Akhirnya Vivi menerima ajakan pulang bareng Angga. Pikiran Vivi bingung. Dan ya ragu, apakah Vivi dikerjain atau bagaimana.


"Kamu panggil saya Angga aja ya, kita beda 2 tahun aja kok". Ucap Angga di tengah lampu merah.

__ADS_1


"Tapi pak.. eh..ga enak aja karena sayakan masih baru" jawab Vivi.


"Saya bukan bapak bapak ko.. " ucap Angga yang melihat anggukan Vivi dari spionnya.


Sesampainya di depan rumah Vivi.


"Makasih banyak ngga..maaf udah ngerepotin" ucap Vivi sambil memberikan helm Angga.


(Angga membuka kaca helmnya dan mengangguk) "ok.. sampai ketemu besok" ucap Angga langsung pergi meninggalkan rumah Vivi


Di teras rumah


"Dianter siapa?" ....


suara yang sangat dikenalnya mengagetkan vivi


"Kamu...?" Vivi kaget karena ternyata frand sudah ada di rumahnya dan sudah pasti melihat kejadian tadi.


"Kaget banget? ke gep(ketahuan)?" Ucap frand menyendiri Vivi.


"Apa sih yang. . ke gep apa coba.." ucap Vivi duduk di teras dan meletakan tas kerjanya.


"Ya kalau aku ga kesini aku ga akan pernah tau kamu pulang sama siapa itu.. baru juga sehari ga kabar kabaran udah ada aja yang nganter, gimana sebulan dua bulan?" ucap frand yang terbakar cemburu melihat Vivi dengan pria lain.


"Apa sih kamu tuh! denger dulu cerita aku! main marah marah aja!" ucap Vivi ikut terbawa emosi.


"kalau kamu diposisi aku juga pasti akan sama kaya gini!" tambah frande memperlihatkan sifat cemburunya.


"Enggak ya! Kamu.. sama aku tuh beda!" ucap Vivi membuat frand menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Iya itu jelas, kita emang beda!" ucap frand menatap dalam ke Vivi dan langsung bergo meninggalkannya.


__ADS_2