
Rutinitas seperti biasanya, frand sudah berada di kampus vivi. Seneng rasanya punya pacar yang setia nunggu kita, waktu aja bisa dihargai, apalagi dirinya bayang vivi pada sosok sang kekasih.
"Sayang, maaf ya aku jemput kamu masih pake motor, sabar ya..." ucap frand menggenggam tangan vivi yang sudah memeluknya dari belakang.
"Kamu ko ngomong gitu, emang aku cewe bersyarat" vivi makin mengeratkan pelukannya.
"ya kasian kamu kepanasan, kehujanan, masuk angin.. " timpal frand khawatir
"ya allah frand... ngapain kamu khawatir yang kaya begitu sih... lagian kalo kamu naik mobil nanti aku ga bisa peluk kaya gini. kamu suka kaya gitu?" vivi mencubit pipi frand dari belakang
"aduh..duh..iya sayang aku bener juga.. oh ya hari ini aq ke rumah kamu ya?" kata frand memberitahu
vivi yang kaget langsung memberikan anggukan. Sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang memperhatikan frand dan vivi. frand yang membawa motor gedenya dengan kecepatan 120 km/jam degan tubuh gagah dan helm berkaca transparannya dan vivi dengan helem terbuka serta rambut yang terbang terurai terken angin terlihat tampal serasi.
Sampai dirumah vivi. Vivi masih ada rasa ragu dan takut sama mamanya. ya mudah mudahan mamanya tidak banyak berkomentar.
"Mama kamu galak ya katanya?" tanya frand sambil senyum senyum
"Hahaha kata siapa? tergantung sama siapa sih galak enggaknya." jawab vivi membuka pintu rumahnya.
"Assalamualaikum..." sapa vivi kepada seisi rumah
__ADS_1
"Walaikum salam" jawab mama vivi yang duduk di ruang tivi
"Ma, kenalin ini frand.. " lugas vivi yang buru buru mau lihat respon mamanya
"hai tante frand.." ucap frand memberikan senyuman manisnya dan mencium tangan mama vivi
"Duduk... dari mana sih sore banget pulangnya" tanya mama vivi yang melihat ke arah jam
"apa sih mama, dari kampus aja kan jam set 5.. " jawab vivi yang melihat ke arah jam.
"iya tante.. kita ga kemana mana kok. langsung pulang" timpal frand
"ya baguslah.. bikin minum vi.." ucap mama vivi
"pamit dulu ya tante... yuk vi.." kata frand kembali mencium tangan mama vivi
"iya ya.. terimakasih ya.. " ucap mama vivi
vivi yang sudah siap mengntar frand sudah menunggu di depan pintu.
"kamu kok cepet banget mau pulang aja" ucap vivi manja.
__ADS_1
"aku ga enak sayang.. mau maghrib.." jawab frand sambil mengedipkan matanya serta.membelai lembut rambit vivi
vivi yang seolah olah tau maksud frand dengan kata maghrib. Mungkin takut mamanya menyuruh frand untuk beribadah shalat maghrib.
"Kabarin aku ya sampai rumah" pinta vivi melambaikan tangannya
"iya.. udah sana masuk sayang.. daaaa" frand langsung meninggalkan rumah vivi.
"pacaran kamu?" tiba tiba tanya mama mengagetkan vivi
"kenapa ma?" tanya ku khawatir
"Nakal ya? tanya mama lagi yang baru menilai frand karena melihat frand memakai kalung
"Nakal apa sih mah.. justru.orangnya.baik banget mah.. keluarga juga.. " ucapku mengingat perlakuan keluarga frand
"itu cowo ko pake kalung, dalam agama kan ga boleh!" ucap mama vivi mengagetkan vivi seolah.olah di tampar mamanya
vivi pun beralasan sebisanya
"itu kan kalung dari kepolisian mah" ucap vivi sibuk membereskan buku kuliahnya
__ADS_1
"polisi lagi????" tanya mama heran dan membuat vivi senyum senyum