Peri Cintaku

Peri Cintaku
Bab 45


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah tiga hari kemarin melewati hari yang begitu cukup menguras perasaan, kini Ela berangkat ke kampus dengan menggunakan style yang baru, pakaian gamis dan juga jilbab namun masih terlihat begitu modis untuk gadis seusianya.


''Wah ini Ela...beneran Ela?'' tanya salah satu teman sekelas Ela.


''Bukannya kamu nonis (non Islam) ya?'' sahut yang lainnya.


''Iya itu yang dulu, karena hari jum'at kemarin aku baru saja menjadi umat muslim.'' jawab Ela.


''Oh ya...selamat datang di agama kami kalau begitu.'' ucap mereka.


''Eh maaf aku permisi dulu ya...soalnya harus ketemu sama dosen pembimbing aku.'' pamit Ela.


''Ok semoga skripsi kamu cepat kelar ya.'' ucap sang teman.


''Kalian juga.'' kata Ela. ''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di perusahan keluarga Nugraha, ada Elang yang sedang duduk memandangi foto sang kekasih hatinya di sela-sela kesibukannya di kantor.


Cklek

__ADS_1


''Ck, kebiasaan kalau masuk gak ketuk pintu.'' gumam Elang pada sang asisten yang sekaligus sahabatnya itu.


''Masih aja gak bisa move on.'' cibir Aldi.


''Berisik lo...mau apa kemari?'' tanyanya dengan ketus sambil meletakan kembali pigura yang berisi photo Ela di atas meja.


''Aku cuma mau bilang kalau besok lusa kamu diminta untuk datang ke universitas xx yang ada di kota B buat ngisi seminar anak jurusan bisnis.'' jawab Aldi mengingatkan jadwal di bos.


''Kok mendadak?'' tanya Elang dengan mengernyitkan dahinya.


''Hah mendadak apanya, ini agenda sudah dari satu bukan yang lalu dan kamu juga sudah menyetujuinya kalau kamu lupa.'' jawab Aldi. ''Makanya punya pikiran itu di gunain yang bener bukan hanya mikirin cewek terus.'' ejeknya.


''Dasar asisten gak ada akhlak, berani-beraninya ngatain atasan sendiri...mau potong gaji kamu!" seru Elang yang tambah kesel karena perkataan Aldi barusan.


''Kamu akan ikut aku ke kota B, urusan di sini biar di urus sama Tami.'' perintah Elang yang bossi.


''Siap pak bos.'' jawab Aldi.


''Kalau sudah gak ada lagi, sana keluar kamu.'' usirnya.


''Baik pak bos...saya keluar.'' sahut Aldi.


Setelah Aldi keluar, Elang kembali lagi memandangi photo Ela.

__ADS_1


''Kamu dimana sayang? apakah kamu sama sekali tak merindukan aku, seperti aku yang sangat-sangat merindukanmu?'' tanyanya seperti orang bodoh karena berbicara pada sebuah photo yang jelas-jelas tak akan bisa menjawab pertanyaannya.


🌟


''Bagaimana bimbingan skripsi kamu El?'' tanya Irvan saat mereka semua sedang berkumpul di ruang tv untuk bersantai.


''Masih ada beberapa yang perlu di perbaiki bang.'' jawab Ela apa adanya, karena memang ada beberapa tulisan yang coret oleh dosen pembimbingnya.


''Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa tanya sama Abang...gak usah sungkan.'' kata Irvan lagi.


''Iya bang.'' jawab Ela yang kembali bermain dengan Alif, putra kedua Irvan dan Rina.


''O iya bang aku dengar bakal ada tamu dari luar ya waktu seminar anak bisnis lusa?'' tanya Rendi. ''Aku dengar dari para mahasiswa kalau tamunya seorang pengusaha muda dan berbakat, apa bener bang?'' tanyanya lagi.


''Kenapa kamu begitu ingin tau? jurusan bisniskan bukan jurusan kuliah kamu.'' kata sang ibu.


''Cuma penasaran aja bu', soalnya para mahasiswi di kampus pada heboh ngomongin hal ini.'' sahut Rendi.


''Apa yang kamu katakan bener banget.'' kata Irvan. ''Pemuda tampan, kaya dengan segudang prestasi dan di tambah lagi masih single.'' sambung Irvan.


''Kamu gak heboh kayak mereka mbak?'' tanya Rendi pada Ela yang sedari tadi hanya cuek-cuek saja.


''Ngapain juga heboh, biasa aja tuh dan lagian juga gak kenal kok.'' jawab Ela.

__ADS_1


__ADS_2