
1 Bulan baru berjalan, hubungan vivi dan frand saling melengkapi satu sama lain. Namun frand masih memikirkan cara untuk dia menjelaskan pada sahabatnya yaitu dhika mengenai hubungan mereka. Dan di senin pagi ini, dikala Franf dan dhika selesai apel pagi
"Bro.. tegang amat tuh muka!" ucap dhika menggantungkan tangannya di pundah frand yang sama sama tinggi semampai.
"Apa sih lo" frand yang mulai gugup masih menyimpan rasa yang yidak enak
"Vivi gimana bro? kuliahnya udah mau selesai ya?" Tanya dhika yang membuat frand curiga sepertinya dhika mengetahuinya
"Apa sih nih anak!" ucap frand menghindar
"Lu berdua pacaran?" Tanya dhika menghentika langkah mereka berdua
Frand yang kaget pun mencoba mencari jawaban dengan hati hati
"sorry bro.. sambil menghela nafas panjangnya. "gua ga suka liat dia sedih, hati gua yang ga suka!" jawab frand yqng mendapatkan bogeman di pipi kanannya. Dhika yang memang dalam hatinya sudah tau bahwa ada yang terjadi antara mantan pacarnya dengan sahabatnya ini.
frand yang tersungkur, menerimanya karena dia tau seharusnya tidak seperti ini. Frand tau dhika selalu mengakui kesalahannya namun dia tidak pernah berhenti menyakiti hati vivi.
"Lu tuh ya!" ucap dhika menunjuk wajah frand yang masih kesal
__ADS_1
Dhika yang mencoba meninggalkan frand akhirnya memutuskan kembali. Tubuhnya sudah berada tepat berhadapan dengan frand.
"handphone lo mana?" Tanya dan pinta dhika
Frand reflek memberikannya. Dhika langsung mencari panggilan keluar, dan astaga..dhika mendapati nama sang mantan di tulisnya "Sayangnya aku"
Dhika geleng geleng kepalanya menandakan masih tak.percaya kelakuan sahabatnya ini. Dan... setelah di.pencet panggilan video call, Dhika me dapatkan surprise kembali terpampang foto sang mantan bersama sahabatnya.
dari jauh sudah terdengar suara vivi
"Hallo... kenapa sayang?" Tanya vivi pada frand yang kebetulan dhika memasangkan muka frand
"Ciee jadian... !" Ejek dhika menatap vivi
vivi yang kaget karena pagi pagi seperti ini mendapatkan kejutan tidak terduga
"Apaan sih ini?" Tanya vivi masih bingung
"Kamu! macarin sahabat aku!" ucap dhika memberikan gambaran frand yang sedang membenahi wajahnya bekas bogeman dhika.
__ADS_1
frand mencoba mengambil handphonenya, agar segera bisa menjelaskannya dengan vivi.
"Dhika.. itu frand kenapa? kasih handphonenya ke dia!" Tanya dan pinta vivi yang baru sadar wajah kekasihnya merah dan terdapat.darah di ujung bibirnya.
"Gak apa apa dia.. cie... khawatir banget.." ejek dhika yang membuat geram vivi dan frand.
"Dhika ga lucu ya, mana frandnya..?" vivi berteriak dari ujung telephone membuat dhila.menjauhi handphonneya frand yang mendengarnya mencoba meraih kembali.handphonenya.
vivi yang melihat gambar pada layar handphonenya rusuh. langsung berteriak kembali.
"Cukuuuuuup!" ucap vivi mendiamkan layar ponsel yang sevelumnya bergerumuh karena dhika dan fran berebutan handhonenya.
"dhika.. iya ya aku sama frand pacaran... ok.. salah itu?" Jawab dan jelas vivi mengagetkan kedua laki laki bertubuh atletis ini.
"Dia sahabat aku!" timpal dhika
"Tau! Aku tau, frand juga tau sadar kok kita... Hati ga salah dhika .. semua berjalan begitu aja. maaf kalau hal ini buat kamu ga suka atau bagaimana.. tapi tolonglha.. jangan kaya anak kecil
." Ucap vivi membuat hati dhika patah sepatah patahnya. Sementara di sudut lain frand semangat mendengar vivi berbicara seperti itu
__ADS_1
"Dhika... frand ga mengkhianati kamu. kamu... aku... kita sudah selesai kan dhika, jangan berharap apa apa dari aku. Saat ini, Hati aq terobati dengan adanya frand... Mungkin salah.. namun rasa antara aku dan frand juga ga bisa di salahin kan?" Ucap vivi membuat dua laki laki ini menatap satu sama lain.