Peri Cintaku

Peri Cintaku
#22 Dan, perbedaan itu membuatku ragu (01)


__ADS_3

Menuju perjalanan pulang, Vivi hanya berdua dengan frand. Mama frand ikut bersama kak Siska. Sedari tadi frand memperhatikan Vivi. Entah kenapa, Vivi tidak seperti biasanya. Vivi banyak terdiam, selalu mengarahkan pandangannya ke samping kaca sebelah kiri.


"Kamu sakit?" Tanya frand meraih tangan Vivi.


"E..enggak.. enggak.. kenapa?"Jawab dan tanya Vivi balik.


"Kamu kaya lagi mikirin sesuatu!" Frand memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Kenapa berhenti?" Tanya Vivi panik


"Aku gak mau kita pulang bawa masalah, kamu ada masalah?" Frand menggenggam tangan Vivi.


"Enggak, enggak ada. Ayo ayo kita pulang, aku tuh cuma ngantuk tau!" Timpal Vivi yang mencoba menutupi kegelisahannya.


Sampainya dirumah Vivi langsung saja merebahkan dirinya pada kasur yang paling empuk di dunia ini. Helaan nafas panjangnya membantu sesak dalam dada Vivi. Vivi mengingat kembali sosok frand ketika sedang beribadah di gereja dan ia pun menoleh pada lafaz Allah hiasan dinding dikamarnya.


"Ya Allah... ini salah? Atau benar?" Entah kenapa, Vivi merasa hubungannya dengan frand menjadi gusar. Hatinya mulai ragu, namun sakit untuk menerima kenyataan yang tidak bisa dan tidak mungkin.

__ADS_1


dan, pagi harinya. Seperti biasa Vivi dan mama papanya menonton tv seusai sarapan pagi. Kebetulan mama Vivi suka nonton acara gosip gosip. Dan, berkecepatan berita tentang artis A yang menikah tidak direstui kedua orangtuanya karena menikah beda agama.


Teng... langsung saja kena dihari Vivi.


"Ya iyalah orangtua manapun ga akan ngerestuin, Allah aja ga memperbolehkan, denger tu Vi! " Ucap mama mengagetkan Vivi seolah olah mama Vivi tau akan yang terjadi.


"E.. iya ma... lagian kenapa ga direstuin ya mah? Katanya perbedaan itu indah. . kok malah ga boleh ya?" Tanya vivi.mencoba memahami arti perbedaan pernikahan 2 agama.


"Ya ga boleh lah, ada tau hadistnya! Awas aja kamu kalau sampai dapat yang beda agama, hamil duluan, ga akan mama restuin seumur hidup mama!" Ucap mama membuat Vivi menjadi takut.


"Ya enggak, mama kasih tau kamu jangan kaya gitu, seiman. harus!...... (mama diam sejenak) si frand muslim kan??" Tanya mama membuat jantung Vivi berhenti sebentar.


(Vivi hanya mendegupkan jantungnya)


"I..iyalah ma.. !" Jawab Vivi pelan sambil meninggalkan ruang TV menuju kamarnya.


Entah harus apa Vivi sekarang, pikirannya semakin berkecamuk. Perkataan mama terus dan terus terngiang di telinga vivi. Dan gambaran keluarga frand, hangatnya keluarganya, sifat frand dermawan, baik baik banget sifatnya membuat Vivi semakin galau.

__ADS_1


(Ting) "Sayang, kamu sepertinya sibuk sekali" Tulis frand pada pesan singkat di hpnya.


Vivi yang masih dalam lamunan, tidak mendengar dering ponselnya.


Dan, 1 jam telah berlalu


frand yang menantikan tidak ada balasan jawaban dari Vivi menjadi gusar. Langsung saja ia menelphone sang kekasih hati.


"Sayang, kamu ngindarin aku?" Tanya frand pada sudut telphone.


Telephone frand tidak diangkat Vivi. Hampir 20kali namun Vivi tidak menjawabnya. Frand sudah berpikiran pasti ada yang salah, yang membuat Vivi seperti ini.


"Angkat dong sayang.. kamu kenapa sih?" Tanya frand dalam hatinya.


Frand mencoba mengingat semua dihari lalu yang ia lewati bersama Vivi. Mungkin memang ada kesalahan yang terjadi. Dan, frand mengingat membawa Vivi ke gereja.


Ya, pasti karena itu...

__ADS_1


__ADS_2