Peri Cintaku

Peri Cintaku
41# Terima kasih menemaniku


__ADS_3

Frand merebahkan dirinya di atas pangkuan vivi. di Gasibu belakang vila sambil menghirup udara sejuk.


"Kamu gak mau pulang?" Tanya frand sambil memainkan Unjung rambut panjang vivi.


"Belum, aku belum mau pulang! Kenapa? takut di tangkap polisi ya karena bawa kabur anak orang? heheh polisi takut .." ucap vivi sembari mengejek frand.


"Yeee.. ya enggak lha.. takut di grebek doang aku" jawab frand sambil senyum senyum.


"Ih.. gemes..! yang... makasih ya kamu udah nemenin aku di saat kaya gini!" ucap Vivi tulus.


"(frand bangun dari tidurnya dan langsung duduk menatap vivi) kamu bisa andalkan aku! aku selalu siap buat kamu!" ucap frand menggenggam tangan vivi.


Frand dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah vivi, kecupan manis pun mendarat di bibir indah vivi. Perlahan dengan pasti frand mulai **********, ya ******* bibir Vivi, karena terbawa akan suasana, vivi memberikan celah agar frand terus memasuki bibirnya, dalam ******* manisnya, frand semakin memanas.


Vivi yang ikut hanyut dalam ciuman frand, tubuhnya terus meminta lebih. Frand mulai sedikit menghentikan kegiatannya, frand mulai menuruni dan menghembuskan nafasnya di telinga Vivi, di cumbuinya leher putih Vivi. Vivi semakin merasakan hembusan nafas frand dan ingin terus meminta lebih.


"Aku sayang kamu" bisik frand menusuk ke dalam telinga vivi.


"mengalungkan tangannya kebelakang leher frand" aku sayang kamu juga" jawab Vivi.

__ADS_1


krucuk..krucuk..


"yang, aku laper .." ucap Vivi tiba tiba memberhentikan kegiatan frand yang akan mulai meraba gunung kembar milik Vivi.


"(frand kaget menatap Vivi) hah.. ga bisa nanti aja yang lapernya?" ucap frand sedikit kesal karena sejauh ini dedek milik frand tengah bangun dari tidurnya.


"Gak bisa yang.. perih perutnya ini!" ucap Vivi anoa berdosa.


"Hemmm ... (membuang nafas beratnya) haduuuuh ayo ayo keluar cari makan!" ucap frand sambil memajukan mulutnya 3cm.


Vivi yang hanya tersenyum karena ulahnya, segera menggandeng lengan kokoh milik frand.


Setelaj makan siang, frand mengajak vivi untuk jalan jalan sore sebentar di area puncak. Ya, karena mereka sama sama sibuk bekerja, dan sudah lama tidak me time, inilah moment mereka untuk berbagi waktu yang sempat hilang itu.



Hingga malam tiba, di depan vila


"Malam Minggu kita, makasih ya yang karena sayangin aku" ucap frand.

__ADS_1


"Makasih ya yang, buat hidup aku sebahagia ini!" ucap Vivi membalas


"lebih ngebahagiain aku tau gak kamu tuh!" kamu tuh peri atau apa sih?" goda frand menatap penuh ke vivi



Malam, yang masih di penuhi dengan bintang, langsung meminta frand untuk segera mencium Vivi.


"i love you so much" ucap frand langsung mendaratkan bibirnya pada bibir vivi.


Ciuman frand yang membuat vivi candu, membuat angan angannya terus melayang.


Frand tidak memberikan ruang bagi vivi untuk bernapas. Tautan bibir keduanya yang semakin dalam, membuat semakin panas gelora dalam dada masing masing.


Hingga posisi berpindah kedalam vila. Frand yang mengangkat Vivi untuk duduk di pangkuannya, masih terus mencumbui Vivi. turun.. pelan dan lembut.. frand mulai mencumbui leher Vivi.


Vivi mengerang... "ah... yang.. " Vivi berbisik di telinga frand dengan nafas yang tidak beraturan membuat frand semakin memanas.


Beep...beep... suara notifikasi handphone Vivi

__ADS_1


"Vi dimana? nyokap lo nelephone gue nih!" tulis Lisa


Gagal lagi ship nya, jangan ngarep ya..


__ADS_2