Peri Cintaku

Peri Cintaku
Bab 56


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Gila teman kita yang satu ini, gak nyangka ternyata kekasihnya pengusaha muda." goda salah satu teman Ela.


"Hem pantes aja tiap ada yang deketin di tolak begitu saja, ternyata..." sambung yang lainnya.


"Hancur hati abang dek...baru mau nyatain cinta tapi saingannya ternyata tak main-main." kata salah satu pemuda yang juga teman Ela. "Apa daya abang yang sama sekali tak ada seujung kukunya." katanya lagi dengan mendramatisir.


"Ish apaan sih...lebai tau gak." kata Ela dengan pipi yang sudah memerah.


"Eh El, ngomong-ngomong kamu kok bisa kenal sama dia El? kenal dimana?" tanyanya Ami secara berturut-turut. "Jujur aku juga kaget plus penasaran saat lihat kamu jalan sama dia pas doi habis jadi tamu seminar tempo hari." sambungnya lagi.


Para teman-teman Ela pun juga menatap ke arah Ela dengan tatapan penuh pemasarannya.

__ADS_1


"Huft..." Ela menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab rasa penasaran teman-temannya. "Aku kenal dia sudah lama, bahkan kami sudah menjalin hubungan semenjak kami masih berbeda, saat aku masih nonis." kata Ela.


"Terus kenapa kamu diam dan seolah tak tertarik waktu semua membicarakan tentangnya pas seminar?" tanya Ami lagi.


"Ya memang aku gak tau kalau itu dia., aku aja kaget waktu lihat dia di ruangan pak Yuda." jawab Ela dengan jujur. "Aku sudah tak berkomunikasi dengannya semenjak pindah kesini...aku ingin memantapkan perasanku, lagian kami juga tak mungkin terus bisa melawan takdir dengan benteng yang begitu sangat tinggi...ya kalian pasti taulah apa yang aku maksud.'' cerita Ela.


"Tapi saat ini kalian sudah sama El, sudah seiman." kata Ami.


"Eh sudah-sudah ngobrolnya, si doi ngelihatin ke sini terus tuh jadi lebih baik kita mulai saja sesi photonya." kata yang lain lagi.


Mereka pun melakukan photo bersama, jelas sekali keceriaan terpancar dari wajah Ela dan para teman-temannya.


🌟

__ADS_1


Sedangkan tak jauh dari sana ada Elang dan Yuda yang duduk berdua di salah satu kursi dengan mata yang terus memandang ke arah Ela.


"Aku seakan masih belum percaya kalau ada wanita yang bisa meluluhkan hati kamu.'' kata Yuda. "Karena aku dan yang lain tau gimana cueknya kamu sama yang namanya perempuan dari sejak dulu." imbuhnya lagi.


"Yang ini satu pengecualian Yud." sahut Elang. "Aku langsung jatuh cinta padanya saat pandangan pertama...hahaha...terdengar aneh ya, tapi itu faktanya." kata Elang yang di iringi tawa. "Bahkan aku harus membujuk Tuhan setiap hari agar kami bisa di persatukan dalam amin yang sama." imbuhnya.


"Tapi aku salut sama kalian berdua yang begitu kuat mempertahankan cinta kalian." kata Yuda dengan rasa kagumnya. "Kalau aku...entah apa yang sudah aku lakukan, yang pasti mungkin aku tak akan sekuat kalian." sambungnya, membayangkannya saja sekaan Yuda sudah tak sanggup apalagi jika harus menjalaninya.


"Eh karena kita bertemu di sini jadi sekalian saja, aku undang kamu ke acara nikahan aku dan Ela yang akan di gelar satu bulan lagi." kata Elang. "Nanti undangannya nyusul...aku kirim." imbuhnya.


"Gercep juga kamu." ledek Yuda.


"Aku cuma gak mau kehilangan dia lagi." kata Elang dengan mata yang mantap ke arah Ela. "Kamu gak tau bagaimana frustasinya aku saat dia menghilang tanpa jejak." imbuhnya dengan mengingat bagaiman dia mencari sosok seorang Ela seperti orang gila, bagaimana dirinya harus mengabaikan kesehatannya sendiri hingga berakhir di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2