
"Anterin aku ke kantor!" ucap Vivi pada frand langsung masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau ngapain kesana?" tanya frand segera melajukan mobilnya.
"......" vivi hanya terdiam
Perjalanan pulang kali ini berbeda pada saat berangkat kemarin. Hening, hampa, sesak satu ruangan yang sama. Di temani dengan lagu milik Ari Lasso - Perbedaan
πΆπ΅πΆπ΅πΆπΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅πΆπΆπ΅πΆπ΅
...Sendiri resapi...
...Heningnya malam ini...
...Tanpamu di sini...
...Hatiku sunyi...
...Berharap engkau kembali...
...Mengisi hari bersama lagi...
...Segala perbedaan itu...
...Membuatmu jauh dariku...
...Biarlah sang waktu...
...Menjaga cintamu...
...Nyalakanlah api cinta...
...Membakar ragu yang ada...
...'Ku 'kan selalu setia...
__ADS_1
...Hingga saat tiba...
...Perpisahan Ini...
...Hanya 'tuk sementara...
...Sabarlah menanti...
...Usah gelisah...
...Berharap engkau kembali...
...Mengisi hari bersama lagi...
π΅πΆπ΅πΆπ΅πΆπΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅
sampai dikantor vivi
"Makasih ya.. kamu pulang aja!" ucap Vivi segera masuk ke dalam loby kantornya.
"Kak Mery...?" panggil Vivi
"Eh Vi... yuk yuk.. kosan aku ada kok 1 jadi kita bisa barengan..." ucap Mery merangkul Vivi
"wah, Alhamdulillah kak.. emang jodohnya.." ucap ku.
Akhirnya Vivi memutuskan untuk nge kost. ceritanya mau belajar mandiri, tapi bukan sendirian ya, takutnya nanti kesepian.
"Kamu berantem sama frand?" tanya Mery datang sambil membawa minuman segar.
"aku bingung kak..hubungan ini kaya ga punya kepastian!" ucap Vivi yang masih melamun memikirkan ucapan frand yang menyayat hatinya.
"Karena perbedaan itu ya vi?" tanya Mery langsung memeluk vivi yang sudah tampak air matanya turun membasahi pipinya.
"sabar ya sayang, tuhan ga pernah salah memberikan kita rasa sayang" ucapnya.
__ADS_1
"aku juga berantem sama mama aku ka.." tambah Vivi di sela tangisannya.
"lho? berantem kenapa? terus ini kamu kost mama kamu tau?" tanya Mery kembali.
"pusing aku kak, tuhan lagi menghukum aku mungkin ya kak!" Vivi terus tersedu.
"Tuhan akan memberi cobaan pada hambanya karena tau kamu bisa melewati ini semua." jelas Mery
Mery, sosok yang sudah Vivi anggap sebagai kakaknya. Saat ini Vivi sendiri dalam kamar kos nya. Hanya bisa menangis.
Rasa sakit yang entah bukan karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun, karena ia tidak tahu harus melewati hari ini kedepannya bagaimana.
Malam ini, jam 23.00 tanpa Vivi sadari dirinya masih terus menumpahkan air mata di pipinya. Sementara di tempat lain. Frand juga resah, merasakan kegundahan hatinya.
sekarang frand bimbang harus berbuat apa. Ia yakin, Vivi sangat terpukul dengan perkataannya. Haruskah ini ia akhiri saat ini? atau semua ini harus di perjuangkan?
Frand yang begitu kesal dengan keadaannya saat ini. Memutuskan untuk kerumah Dhika.
Ia juga tidak tahu hal ini benar atau tidak. karena ia hanya ingin berbagi.
30menit berlalu, tepat di 23.30
rumah Dhika
"Lo kenapa? ribut lo?" tanya Dhika memberikan minuman kaleng pada frand.
"Ternyata bisa ribet gini bro!" ucap frand
"anj**g lo apan dia!Ba***at!" Dhika memberikan bogem mentah di pipi frand.
Frand hanya dia menerima pukulan Dhika, dan tanpa ia sadari frand pun menangis.
"Vivi.. dimana dia? lo...lo...aaargh!" Dhika kesal dan khawatir pada Vivi. Dhika menghubungi Vivi. namun telephonenya tidak di angkat.
"Gua harus gimana?" tanya frand dengan bingungnya.
__ADS_1
"Lo...Lo..arrghh.. Lo serius ga sih sama dia!" akhirnya Dhika mengeluarkan pertanyaan yang selama ini di pendamnya.