
Makan malam perusahan vivi, memang sangat ditunggu oleh para karyawan. Disini pengumuman karyawan tetap dari divisi lainnya di gabung menjadi satu.
Kebetulan banget Vivi dan Angga duduk berhadapan, berkat kejadiang siang tadi di pantry, Al hasil mereka berdua saling membuang pandangan satu sama lain.
"Vi..suasana kaya tegang banget ya?" ucap Mery mengagetkan vivi yang tengah asik memainkan sendoknya.
"hah.. apa kak? tegang gimana?" tanya Vivi mulai panik takut Mery memperhatikan sikapnya kepada angga.
"Liat aja si Angga, kaya lagi punya masalah, mukanya bete banget ya." jawab Mery berbisik
Sementara Angga yang pas bertatapan dengan Mery dan Vivi, terkesan menekankan matanya, agar Mery untuk diam.
Malam ini, banyak yang memberikan selamat pada Vivi. dan makan malam.pun di tutup dengan suka cita. Selesai jam 20.30.
"Kamu dijemput gak?" Tanya Mery sedang merapihkan riasannya di dalam toilet wanita.
"Heh.. gak tau kak, aku mau coba hubungin dulu, soalnya tadi dia juga ada acara!" jawab Vivi sambil.mencuci tangannya.
"mau aku tungguin?" tanya Mery lagi
"gak.. gak usah kak.. kamu pulang aja, hati hati ya..!" ucap Vivi sambil mendorong pelan Mery agar segera pulang.
Sementara Vivi ragu untuk.menghubungi frand, pasti frand masih sama temen temennya.gak mungkin dia ninggalin temannya. Tak lama, berhenti lah CBR 150 di depan vivi.
__ADS_1
Vivi yang tau siapa pemiliknya, langsung membuang muka. Ya dia, Angga. 5 menit Angga dan Vivi sama sama terdiam, namun karena vivi masih merasa kesal terhadap Angga, vivi memutuskan untuk berjalan mendekati halte.
Angga yang melihatnya cuek, mematikan motornya. Langsung menghampiri vivi.
"Mau kemana?" tanya angga meraih tangan vivi dengan sedikit kencang.
"(Vivi terbelak kaget) aw..sakit.." ucap vivi melepas tangannya.
"maaf..maaf.." ucap Angga membuka helmnya.
"Ada apa sih?" tanya vivi ketus.
"Besok masih harus kerja, mau sampe jam berapa kalau kamu naik Transjakarta?" ucap Angga menatap vivi.
"Ok...ok.. maaf buat tadi siang, sekarang ayo pulang! udah mau jam 9 malam, bahaya nanti kalau sendirian!" ucap angga nampak tulus.
akhirnya Vivi memutuskan untuk terima ajak. Angga. Dengan ragu ia menaiki juga motor Angga.
di atas motor Angga
"Pegang tas aku, kalau malu pegangan aku!" ucap Angga yang tambah membuat vivialu dan risih.
Sampai dirumah vivi..
__ADS_1
"Thanks.." ucap vivi langsung membuka pintu pagarnya. dan Angga pun langsung pergi meninggalkannya.
Sontak membuat Vivi kaget, ternyata frand sudah berada tepat di depan matanya.
"Bener kan dugaan aku, kamu pulang bareng dia lagi!" ucap frand.
"(Vivi membuang nafasnya) iya yang tapi ga seperti yang kamu pikirin." jelas Vivi duduk disebelah frand.
"ga ngerti ya aku, susah ya kamu nolak, ajakan ajakan pulang bareng!" frand mulai memperlihatkan cemburunya.
"Bukan susah yang, tadi tu kondisinya udah jam 9 malam, aku mau telephone kamu, tapi aku pikir kamu masih sama teman teman kamu!" jelas vivi berkata jujur.
"ya kenapa kamu ga telephone aku? kamu emang ga bisa jaga perasaan aku tau gak!" tambah frand.
"Bukan gitu yang.. beneran.. aku ga pingin untuk di anter pulang, tolong ngerti yang.. dia cuma ga mau ada juniornya pulang malam malam sendiri." jelas Vivi meneteskan buliran bening dari matanya.
frand yang memandangnya, menjadi iba. Langsung dipeluknya sang kekasih hati.
"Maafin aku ya yang..udah udah .. !" ucap frand menghapus air mata Vivi.
itulha frand yang terbakar api cemburu. Ya Frand cemburu buta.
lanjut ya..
__ADS_1