
Sudah hampir 1 Minggu frands anter jemput Vivi kerja. Namun hari ini karena frand dapat tugas luar, Vivi berangkat dan pulang sendiri.
"Sayang gak apa apa ya, aku ga anter kamu, nanti selesai tugas aku bisa anter kamu lagi!" ucap frand pada ujung telephone.
"Iya gak apa apa. selamat menjalankan tugas negara ya sayang.. " Ucap Vivi memberi semangat.
"Seneng banget kayanya kamu. Enak ya bisa pulang bareng cowo cowok!" timpal frand mulai cemburu.
"Apa sih yang mulai lagi..."ucap Vivi mulai sedikit kesal.
"Iya iya enggak. yaudah aku berangkat ya kamu hati hati di jalan ya, aku sayang kamu!" Ucap frand mengakhiri.
"sayang kamu juga cerewet" balas Vivi sambil terkekeh.
Vivi yang sudah terbiasa dengan perlakuan rekan rekan cowok ya di kantor. mulai merasa tidak enak. karena Vivi sebenarnya ingin diperlakukan biasa saja. terutama pada cowo cowo dikantornya. Setiap mata tertuju pada Vivi.
Jam makan siang..
"Ka Mery.. risih aku tuh.." ucap Vivi sambil melihat sekeliling karena semua mata tertuju padanya.
"Cuekin aja Vi, lama lama juga ilang sendiri tuh lalat lalat nakal." ucap Mery sambil memakan makanan soto ayam di depannya.
Frand yang intens menghubungi Vivi.
"Iya.. aku lagi makan sama kak Mery" Jawab Vivi
__ADS_1
"Kamu makan berdua doang kan? kamu makan pakai apa?"Tanya frand
"Soto ayam, iya aku berdua doang sama ka Mery, beneran" Jelas Vivi.
"Kenapa aku ga boleh v-call yang?" Tanya frand
"Aku lagi makan yang, nanti aku dilihatin orang." Jawab Vivi.
"Jadi kamu malu di telephone pacar kamu?" Tanya frand mulai bikin kesal Vivi
"Ya Allah.. kamu tuh kenapa sih.. bukan gitu maksud aku.."
belum sempat Vivi berbicara, Mery menyeletuk sampai terdengar oleh frand.
"Sayang, itu siapa sih? ngajakin ribu ya?" Tanya frand jengkel
"Ka Mery yang, yaudah ya aku mau makan dulu, nanti aku telephone kamu ya pulang kerja.ok.. ya daaah..." Ucap Vivi menutup telephonenya.
Sudut frand..
"Gila, telephone gua main tutup aja. Mulai berani dia. Pasti ada cowo incarannya ya ini disebelahnya." Ucap frand dalam hatinya.
Sudut Mery ..
"Cowok Lo gila ya.. ga percayaan banget. putusin aja yang kaya gitu Vi.." ucap Mery yang kesel karena kejadian tadi.
__ADS_1
"Dia gak gitu kak biasanya. Dia lagi cemburu aja kak.. maaf ya Mery makan siang kita jadi kurang menyenangkan.." ucap Vivi tulus.
"Santai aja Vi, jangan jangan cowo Lo ni yang selingkuh.. biasanya mah gitu.. dia curiga sama kita, eh malah dia yang selingkuh.." Tambah Mery manakuti Vivi.
"yah.. ka Mery jangan gitu dong.. " ucap Vivi sambil berfikir ada benarnya juga apa yang dikatakan ka Mery.
Sepulang kerja dikamar Vivi.
"Hai sayang, kamu udah dirumah?" Tanya frand yang melihat wajah sang kekasih hatinya.
"Iya kan kamu lihat ni aku dikamar. emang ga keliatan?" Tanya Vivi masih berasa kesal karena kejadian makan siang tadi.
"Ko mukanya gitu yang, kenapa?" tanya frand
"Gak apa apa!" Jawab Vivi dengan nada malas
"Malas banget kayanya aku telephone, nunggu telephone dari siapa sih?" Ucap frand mulai kebawa emosi.
"Apa sih yang nunggu telephone siapa? pikiran kamu tuh jelek banget tau gak!" Jelas Vivi yang kepancing emosi.
"Kamu kalau udah malas kaya gitu bilang aja!" Tambah frand membuat Vivi kesal.
"Aku ga ngeri ya yang, kamu tuh curiga terus sama aku, aku tuh ngapain sih? atau jangan jangan kamu ya yang ngapa ngapain? makanya kamu sampai begini banget ke aku!" Dan aku ga suka ya kamu kaya gini!" Ucap Vivi mengeluarkan emosinya.
"Aku juga ga suka ya sama omongan temen kantor kamu tadi!" Frand langsung menutup telephonenya.
__ADS_1