Peri Cintaku

Peri Cintaku
Bab 50


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Pulanglah kesana terlebih dahulu walau hanya satu hari El.'' kata pak Imam tiba-tiba saat mereka semua usai sarapan.


Ela sedikit tertegun mendengar apa yang di katakan pak Imam padanya.


''Kamu bisa mengunjungi makam kedua orangtuamu.'' kata pak Imam lagi. ''Kamu juga harus menyelesaikan masalah kalian berdua.'' sambungnya lagi. ''Kami tak ingin kamu menyesal nantinya.'' imbuhnya.


''Kami begitu paham dan bisa tau kalau kalian berdua itu masih saling mencintai, lagi pula kalian putus juga karena perbedaan keyakinan, bukan di sebabkan oleh masalah yang lain.'' timpal Irvan. ''Kini semuanya sudah sama El, tak ada lagi perbedaan di antara kalian berdua...kalian sudah satu imam dan satu amin, jadi tak akan ada lagi yang menghalangi hubungan kalian berdua.'' imbuhnya.


''Pikirkan baik-baik El, sekali lagi jangan sampai kamu akan menyesal nantinya.'' kata Rina yang ikut bicara.


Ela hanya diam menyimak semua yang di katakan oleh orang-orang yang begitu di hormatinya.


Tok


Tok


Tok


''Biar aku yang buka.'' kata Rendi yang langsung berdiri dari duduknya.


Cklek


''Assalamualaikum.''

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''


''Mau cari mbak Ela ya...'' kata Rendi saat melihat sosok Elang berdiri di depannya.


Namun kali ini dirinya tak sendiri, melainkan berdua dengan sang asisten.


''Eh iya, apa Elanya ada?'' tanya Elang.


''Iya ada, silahkan masuk...aku panggilkan mbak Elanya dulu.'' kata Rendi sedikit bergeser dari pintu untuk memberikan jalan pada Elang.


🌟


''Siapa Ren?'' tanya Irvan.


''Ada pacar mbak Ela tuh di luar, sama temennya.'' kata Rendi.


''Ya siapa lagi mbak, memangnya mbak ada pacar yang lain...'' godanya.


''Ish.'' desis Ela yang langsung keluar di ikuti oleh anggota keluarga yang lain.


Setelah saling menyapa dan berbasa basi sebentar, Ela juga Elang dan Aldi berpamitan untuk pergi ke kota asal mereka.


''Kamu beneran gak mau ikut nih?'' tanya Ela pada Rendi.


''Enggak lah mbak...mau ngapain juga aku ikut, yang ada nanti aku malah jenuh sendiri...lain kali saja.'' kata Rendi sebelum Ela benar-benar masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Ela duduk sendiri di kursi penumpang bagian belakang, sedangkan di depan ada Aldi yang duduk di bagian kemudi dan Elang di sampingnya.


Begitu sampai...tempat yang mereka tuju untuk pertama kali adalah makam kedua orangtua Ela.


''Ayah, bunda...'' kata Ela. ''Maafin Ela yang baru bisa datang berkunjung.'' sambungnya. ''Ela sudah berubah ayah, bunda...Ela juga sudah berpindah keyakinan saat ini, seperti pesan bunda...jika ingin seperti ini maka lakukanlah bukan karena cintamu pada makhluk ciptaannya, tapi melainkan karena penciptanya.'' imbuhnya dan masih banyak lagi yang Ela katakan di makam kedua orang yang sangat ia rindukan itu, bahkan dirinya pun juga terisak di sana.


''El...'' lirih Elang yang hendak merangkul tubuh wanitanya itu namun siapa sangka, Ela dengan refleks langsung menghindar.


''Maaf Lang, aku gak bermaksud...tapi kita...'' kata Ela yang jadi merasa tak enak hati.


''Iya aku tau, seharusnya aku yang minta maaf...karena kamu bukan Ela yang seperti dulu...yang bisa aku peluk dan cium sesukaku.'' kata Elang yang membuat Ela semakin menundukkan kepalanya. ''Tapi aku seneng dengan kamu yang sekarang El.'' sambungnya sehingga membuat Ela kembali mendongakkan kepalanya.


''Di sini, di hadapan makam kedua orangtua kamu...maukah kamu menikah denganku El? menjadi istri juga ibu dari anak-anak kita kelak...'' kata Elang lagi.


''Aku...'' kata Ela.


''Aku tak minta jawaban terburu-buru darimu El, pikirkanlah baik-baik.'' kata Elang yang tak ingin egois dan memaksakan kehendaknya.


''Insyaallah aku mau Lang, tapi dengan satu syarat...kamu harus menungguku hingga aku lulus.'' jawab Ela yang semula melihat wajah Elang begitu mendung, malah saat ini terbengong seperti tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


''Tapi tak bisakah kamu pindah ke sini saja?'' tanya Elang.


''Em'em.'' sahut Ela dengan menggelengkan kepalanya. ''Nanggung Lang, aku sudah mulai nyusun skripsi.'' kata Ela.


''Yuda, dia dosen pembimbing kamukan?'' tanya Elang yang di angguki oleh Ela. ''Aku akan minta dia agar tak mempersulit proses skripsimu.'' sambungnya.

__ADS_1


''Gak, aku gak mau kalau cepat lulus dengan cara curang.'' tolak Ela. ''Atau aku gak mau nikah sama kamu.'' ancamnya.


''Hem baiklah, terserah kamu saja.'' pasrah Elang. ''Sekarang kita pulang ya, mama dan yang lainnya sudah menunggu kamu di rumah.'' kata Elang.


__ADS_2