
❤️ Happy Reading ❤️
Hari demi hari telah berganti hingga tiba saatnya dimana Ela akan merayakan kelulusannya, ya hari ini adalah hari dimana Ela dan para rekan-rekannya akan di wisuda.
Ela berhasil menyelesaikan studinya dengan sangat baik.
"Wah kamu cantik sekali nak...sangat cantik." kata bu' Siska memuji kecantikan Ela saat akan berangkat ke kampus.
Seluruh keluarga pak Imam hadir untuk menyaksikan keberhasilan Ela menempuh pendidikan, termasuk si cantik Aisyah dan si gembul Alif.
"Terimakasih bu', ibu dan keluarga sudah mau mendampingi dan membiayai kuliah Ela hingga selesai." ucap Ela dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu ini ngomong apa, kamu itu sudah ibu anggap sebagai putri ibu sendiri seperti Irvan juga Rendi." kata bu' Siska. "Jangan menangis nanti make up-nya haid jelek loh." kata bu' Siska seraya mengusap lengan Ela.
"Ayuk juga juga ayahnya Ais juga senang kamu di sini El, Ayuk jadi ada temennya." timpal Rina.
"Paling tidak kamu sudah membuat abang bisa merasakan rasanya memiliki adik perempuan El." sambung Irvan.
"Kalau kayak gini kapan kita berangkatnya nih...nanti telat loh." kata Rendi yang tak ingin jika suasana ini berlarut-larut, karena bisa di pastikan dari yang tadinya hanya haru akan berubah menjadi tangis-tangisan nantinya, dan Rendi tak mau itu terjadi...karena hari ini adalah hari bahagia untuk Ela.
__ADS_1
" Ah iya, ayo berangkat." sahut Irvan.
Seperti biasa mereka akan berangkat menggunakan dua mobil.
❤️
Sesampainya di kampus ternyata sudah banyak mahasiswa yang datang.
Tak sengaja pandangan Ela mengarah pada salah satu rekannya yang datang bersama ke dua orangtuanya. Mereka terlihat begitu sangat bahagia hingga tak terasa air mata Ela pun menetes begitu saja di pipinya.
Pak Imam yang tak sengaja melihat Ela pun langsung menyenggol lengan istrinya, pak Imam pun menggerakkan kepalanya guna memberi kode pada bu'Siska agar mendekati Ela.
Ela terhenyak ketika pundaknya seperti di sentuh oleh seseorang.
"Ibu tau apa yang kamu rasakan, tapi percayalah nak...kedua orangtuamu pasti juga melihat semua ini dan mereka juga pasti sangat bangga dengan pencapaian yang di dapatkan oleh putri mereka." kata bu' Siska.
Grep
Ela pun langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu, rasanya dia sudah tidak sanggup lagi untuk menyembunyikan semua kesedihan di hatinya selama ini.
__ADS_1
"Ada kami, walaupun kami bukan keluarga kandungmu...tapi ketahuilah kami begitu sangat menyayangimu...kamu tidak sendirian di dunia ini." kata bu' Siska sambil mengusap punggung Ela dengan tangannya.
"Ayo, semua wisudawan sudah di panggil untuk masuk ke dalam gedung." kata pak Imam.
Tak semua orang bisa masuk, karena untuk satu orang wisudawan hanya boleh di temani dengan dua orang saja, namun karena ada Irvan di sana sebagai dosen...maka Rina dan kedua anaknya pun juga bisa masuk apalagi Rendi di sana juga termasuk menjadi salah satu panitia.
"Ela!" terdengar seruan seseorang memanggil nama Ela sehingga membuat si empunya langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Mama." kata Ela saat melihat orang-orang yang datang menghampirinya.
Yang datang adalah mama Mentari, papa Reyhan, Senja, Davi, Bunga juga Cahaya putri dari Senja.
"Kalian datang?" pertanyaan yang sangat konyol terlontar begitu saja dari mulut Ela.
"Tentu saja sayang." sahut mama Mentari.
"Siapa mereka nak?" tanya ibu Siska.
"Oh pak, bu', yuk kenalkan mereka adalah keluarganya Elang." kata Ela. "Ma, pa, ini adalah keluarga baru Ela." sambungnya untuk saling memperkenalkan kedua keluarga yang begitu menyayanginya. "Elang mana ma?" tanya Ela yang tak melihat keberadaan kekasih hatinya di sana.
__ADS_1
"Mama kiri dia sudah ada di sini." jawab mama Mentari yang seketika langsung membuat raut wajah Ela berubah.
"Ayo kita masuk dulu." ajak papa Reyhan.