
Sinar matahari mulai memasuki ruangan yang penuh dengan warna pink tersebut. suara burung masih bisa terdengar di kota ini. embun yang sejuk membuat tidur Deena semakin nyenyak.
tapi semua itu tidak berlangsung lama karna Moana tiba tiba masuk dan membangunkan anak gadisnya itu.
"Deena!!!! ya ampun!! anak perawan jam segini masih tidur... bangun ngga!".. teriak Moana di pagi hari tepatnya di kamar Deena.
" hemm". rintih Deena yang masih dalam keadaan sangat mengantuk.
"ibu bilang bangun!! Dee!! astga anak inik kalo udah tidur pasti dia cosplay jadi batu!"..
" kalo ga bangun, ibu bakalan rendam album album kpop kamu ini kayak waktu itu"..
ancaman Moana itu sudah seperti mantra yang mujarab untuk membangunkan Deena.
Deena yang sejak tadi tidak mau bangun karna mengantuk kini langsung matanya melek dan berlari ke arah rak yang penuh album itu.
"ibu ihh!! ngancem nya kayak gini! ga seru!".. ketus Deena yang masih setengah sadar
" makanya bangun kalo ga mau barang kamu ibu buang!! ".
" iya iya! ini kan udah bangun"..
"yaudah mandi sana terus siap siap!"..
" lahh, Deena hari ini ga ada rencana mau kemana-mana bu, nanti sore baru tuh ada!"
"bawel ni anak. hari ini tante Sintia ngundang kita sarapan di rumahnya terus ngajak kita ngemall"..
" hah?? ga mau ah. ini juga baru jam setengah 6 bu"..
"mereka ngundang kita secara resmi pake surat biar kita mau dateng pagi pagi sarapan dirumah mereka"..
" terus ayah ikut?!".
"ya dong. tapi cuma ikut sarapan doang karna ayahmu kan kerja!"
"tapi kalo aku ga mau ikut gimana?".
" kalo kami ga mau ikut, barang barang yang ada dirak ini. ibu bakalan jual murah atau ga buang kalo ga laku!!"..
"oke fine!.. Deena mandi sekarang. tapi jangan sentuh semua yang ada di rak ini"..
" yaudah sana cepetan!".. tegas Moana.
...----------------...
Di luar rumah keluarga Sintia.
"Deena, jangan cemberut sayang. muka kamu kayak orang yang belum makan seminggu".. ledek sang ayah karna wajah Deena sangat masam.
" ayahh, jangan gitu dong!".rengek Deena
__ADS_1
"makanya senyum kalo ga mau di ledek".. ketus ibunya.
Dengan terpaksa akhirnya Deena mau tersenyum dan pura pura terlihat bahagia.
Deena dan orang tuanya masuk ke dalam rumah yang sangat besar milik keluarga Sintia dan Jerome tersebut, Deena sangat speechless melihat dalam rumah yang mewah bernuansa warna putih dan gold serta sentuhan gaya rumahnya mirip kerajaan kerajaan barat.
"gila!! mereka serich ini sampe rumahnya segede dan semewah ini.. wow!!".. gumam Deena dalam hatinya.
" selamat pagi, tuan, nyonya dan nona muda silahkan lewat sini. tuan dan nyonya sudah menunggu dari tadi di meja makan". ucap sang pelayan yang menyambut mereka setelah pintu rumah itu terbuka.
"Selamat pagi." sapa Yanto dan Moana ketika memasuki ruang makan keluarga Jerome.
"wah selamat pagi! silahkan duduk". Sambut sang tuan rumah..
disisi lain kali ini Adam cukup kaget melihat kedatangan keluarga Deena kerumahnya sepagi ini. dia sempat kontak mata dengan mama nya dan bertanya lewat mata , apa yang sedang terjadi. namun mama nya menyuruh dia bersikap biasa biasa saja.
"Selamat pagi om tante".. sapa Adam dengan penuh senyum
Deena kemudian dipersilahkan duduk di dekat Adam.. dan kedua orang tuanya duduk berhadapan dengan Deena
" terima kasih karna sudah bersedia datang sepagi ini dan memenuhi undangan kami".. ucap Jerome kepada keluarga Deena.
"ah tidak apa apa. jangan sungkan seperti itu. kami senang di undang oleh kalian apalagi lewat surat seperti ini. kami merasa seperti tamu yang sangat istimewa".. kata Yanto
" saya sempat khawatir jika kalian tak bisa datang".. timpal Sintia
"mana mungkin kami tidak datang".. jawab Moana dengan ramah.
"Deena!!!.".. timpal ibunya Deena
" tidak apa apa, yang Deena tanyakan tidak salah kok. tante dan om emang sengaja karna sebelumnya kita sudah di undang makan malam pas acara ulang tahun Deena. dan makan siang juga sudah sangat biasa ditambah kami sibuk di siang hari. pasti ayah dan ibumu juga. jadi kami memikirkan bagaimana jika waktu sarapan untuk mengundang kalian. dan menurut kami waktu sarapan ini adalah waktu yang tepat untuk semakin mempererat tali silaturahmi kita."... jawab Moana.
Deena kemudian mengangguk karna dia sudah tak bisa berkata kata lagi mendengar jawaban dari mama nya Adam..
Adam tersenyum licik ketika Deena hanya diam begitu saja.
melihat hal itu Deena sangat kesal dan menginjak kaki nya Adam.
"aww...". Adam meringis kesakitan sambil memegang ujung kakinya dan melotot ke arah Deena..
" ada apa Dam?". tanya sang mama yang terlihat khawatir
"astaga maaf, aku ga sengaja🥺. ini karna aku ga terbiasa memakai heels tinggi gini".. ucap Deena dengan sok polos.
Adam kemudian menggertakan giginya dengan wajah kesal yang menahan sakit. Deena tertawa kecil karna merasa sangat puas saat itu..
" oh ya tan, Riri dimana? kok dia ga ikut sarapan?" tanya Deena untuk mengubah suasana saat itu
"oh dia kemarin pergi ke swiss buat lomba olimpiade matematika. dan rencana nya nanti malam kami akan menyusulnya"... jawab Moana
" ya ampun!! ga disangka tante dan om ternyata mau ke luar negri yah. santai banget soalnya"...
__ADS_1
"haha. memang nya kita harus heboh gitu biar kelihatan mau bepergian jauh? yang pnting bawa paspor dan baju dalam koper udah cukup kok. kita juga cuma 4 hari di swis"..
" oh ya deena, baju kamu hari ini bagus sekali. kamu cocok sekali pakai baju midi dress, terlihat sangat anggun dan cantik ".. sanjung Moana
" ha ha. tante bisa aja".. jawab Deena dengan perasaan canggung. padahal sebenarnya Deena sangat tidak nyaman memakai dres yang dia pakai karna terlalu ketat dan kekecilan ditubuhnya. namun menurut ibunya baju ini sangat cocok di pakai hari ini ke acara sarapan pagi.
"om tan, Deena permisi ke toilet sebentar ya. hehe"...
setelah izin Deena kemudian di antar oleh pelayan menuju ketoilet khusus tamu yang tak jauh dari ruang makan.
Deena masih terkagum kagum melihat rumah ini yang seperti labirin, penuh ruangan dan pintu.
.
.
.
setelah selesai dari toilet, pelayan yang tadi tidak ada di depan toilet. Deena kembali sendirian, namun karna jiwa penasaran nya meronta ronta dia melihat sekeliling sekitar jalan yang dia susuri ke ruang makan.
tak sengaja dia melihat pintu dari salah satu ruangan itu sedikit terbuka.
"wahh, ngintip ga ya? tapi ini ga sopan Dee. ah tapi penasaran. hmmm sedikit aja deh karna pintunya udah kebuka juga kan"... gumam Deena yang sempat adu argumen dengan batin nya sendiri.
perlahan lahan Deena mengintip sedikit ruangan yang ada di balik pintu tersebut, tiba tiba pintu nya terbuka dan tangan nya ditarik masuk keruangan itu.
"wah wah wah.. kamu wanita yang cukup penasaran dan kurang ajar ya dirumah orang lain".. ucap Adam..
ternyata itu adalah ruangan kerja Adam dan kebetulan Adam barusan masuk untuk mengambil berkas yang akan di bawa kekantor. lalu dia mendengar suara heels yang perlahan semakin mendekat ke arah pintu ruanganya.
saat itu tubuh Deena dalam keadaan terhimpit di tembok oleh tubuh Adam , dengan sigap Adam menutup pintu ruangan nya.
Deena sempat mematung karna kaget melihat Adam begitu dekat dengan dia.
Adam tersenyum, kemudian melepaskan ikatan rambut Deena dan kini rambutnya tergurai dengan indah.
Deena sontak tersadar ketika merasakan tangan Adam menyentuh rambutnya dengan tatapan aneh.
"Iiiiiihhhh dasar om om mes**!!".teriak Deena
" lepasin!!!".. Deena berusaha melepaskan diri dari Adam, namun dia tak bisa mengalahkan tenaga dan tubuh Adam yang besar.
Adam yang sejak tadi dipukul dan didorong oleh Deena kemudian menarik kedua tangan Deena menempel di tembok tepatnya di atas kepalanya.
"tolonggggggggg!".hanya itu kata yang keluar dari mulut Deena. Adam hanya tertawa mendengar itu, ternyata menggoda Deena itu menyenangkan pikirnya.
" Semua ruangan yang dirumah ini kedap suara. percuma teriak minta tolong kalo ga ada yang akan mendengar mu"..
"lepasin ngga!! mau kamu apa sih?. nanti aku laporin kamu ke polisi!".. ancam Deena.
" ga ada. cuma mau lihat wajah orang yang mama sebut anggun ini. lagian bukan nya tadi kamu yang penasaran pen lihat ruangan ini. jadi aku sebagai tuan rumah yang baik mempersilahkan kamu melihatnya"..
__ADS_1
"kalo gitu lepasin aku!!"...