Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
calon tunangan


__ADS_3

Deena dan Adam memasuki ruangan pesta sambil bergandengan tangan. bak seperti dalam adegan film yang dimana semua mata tertuju melihat mereka berdua saat itu.


"siapa perempuan yang di bawa Adam!?".. tanya nya ke Sintia.


dengan riang Sintia menjawab.


" dia anak dari sahabat mas Jerome ma, dia juga calon tunangan Adam.".. ucapan itu keluar begitu saja karna rasa euphoria Sintia melihat anaknya datang bersama menantu idamannya.


"kenapa aku tidak diberitahu bahwa cucuku memiliki calon tunangan!?".tanya mertua nya lagi.


Sintia tersentak dan tersadar atas kesalahan yang dia ucapkan itu ke mama mertua nya.


" mati aku, aku sudah membuat Adam dan Deena dalam masalah!!".. imbuhnya dalam hati.


"he he. ini sebenarnya baru rencana kami. semoga saja mereka cocok".. ucap Sintia.


.


" selamat aniversary nek!! semoga sehat selalu, panjang umur dan berbahagialah setiap hari ".. ucap Adam sambil memeluk neneknya dengan hangat.


" ternyata dia bisa bersikap manis juga ya ke seorang wanita".. pikir Deena


"lama sekali datangnya. nenek kira kamu absen karna menghindari nenek. tapi ternyata kamu membawa wajah yang belum pernah nenek lihat sebelumnya".. sindir sang nenek


" oh ya nek. kenalin ini Deena, dia anak dari sahabat papa dan"...


"dan calon tunangan nya Adam"... sambung ibunya yang membuat seisi ruangan pesta itu terdiam menatap mereka berdua.


" what!!!".. kata Deena dengan kagetnya


Ia dan Adam melirik satu sama lain.


"cepat jelas kan fakta yang sesungguhnya!!".. imbuhnya Deena lewat kontak matanya


" apa benar Dam, yang mama kamu ucapkan?! ".. tanya neneknya dengan tatapan curiga.


" ha ha, kami masih dalam proses pendekatan untuk mengenali satu sama lain lebih dalam lagi!"..


Adam tertawa dengan canggung dan tak berani melirik Deena.


lengan nya pun di cubit oleh Deena namun ia hanya menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara kesakitan ketika di cubit.


"gila!! ada apa ini sebenarnya. kenapa suasanya jadi begini".. Deena begitu kebingungan dan tak bisa berkata kata. dia ingin melawan dan mengatakan kebenaran tapi disisi lain ia melihat raut wajah tante Sintia seperti sedang putus asa dengan keadaan ini.


" pasti ada alasannya kenapa dia mau mengikuti kebohongan mamanya".. pikir Deena yang melihat Adam saat itu.


.


Disaat Adam sibuk berbincang dengan beberapa tamu pesta, Deena dari sudut sana masih kesal dengan meneguk segelas wine.


"bahkan tante Sintia pun menghindariku!! padahal aku butuh kejelasan segera untuk mencerna semua ini!! "... gumam Deena dalam hatinya


" Hai Dee!! oopps maksud aku, hai calon kakak ipar!!".. goda Mario saat itu menghampiri Deena tengah minum wine sendirian.


"yaaaaa!!! jangan buat aku makin tambah kesal!!".. omel Deena ke Mario..


Mario tertawa puas melihat sahabat pacarnya itu marah dengan ejekan nya.


" sejak kapan kalian akur?!".. lanjutnya lagi mengejek Deena.


Deena memutar bola matanga dan membanting ringan gelas wine itu di atas meja!.


"sekali lagi kau mengejek ku. aku akan membuat mu putus dengan Karina!!".. ancam Deena yang sudah setengah mabuk karna terus terusan meneguk wine.

__ADS_1


" ampun mbaq!!.."..


"jangan sampai Karina dan Gisele tau tentang ini. pokoknya jangan ceritakan apapun tentang malam ini!! "..


" why?"..


"aku ga mau bahas tentang tadi!! mereka ga bakalan bahas ini cuma sehari atau dua hari. pasti mereka akan jadiin bahan candaan terus nanti kalo tau tentang kejadian tadi itu"...


"apa gantinya karna aku tutup mulut?"..


" astga.. pencicilan banget sih!. aku ini sahabat dari pacar kamu! please deh!! ".


" ga ada yang gratis di dunia ini.".


"yaudah sebut maunya apa!!? tapi jangan yang aneh aneh"..


"apa ya??"..


" apa?".


"sabar... hmmmmmmmmm..... karna aku ga kepikiran sekarang, gimana kalo nanti aja kamu kabulin 1 permintaan aku!! gimana?"..


" kayak deja vu ya... hmmmm. yaudah deh terserah yang penting selama ga aneh aneh dan masih bisa aku kabulin!"..


"nah gitu dong!! janji ya!!"... Mario menyodorkan jari kelingking nya untuk mengesahkan perjanjian yang dia buat dengan Deena tanpa hitam di atas putih.


" iyaaa"...


.


.


Deena yang baru keluar dari toilet nampak sudah ditunggu oleh seorang wanita memakai dress hitam.


"nona, Nyonya besar ingin berbicara dengan anda! beliau sudah menunggu anda diruangan pribadinya".. ucap wanita itu


"silahkan ikuti saya!"..


tanpa pikir panjang Deena mengikuti wanita itu ke sebuah suite room yang ada di hotel tempat pestanya di selenggarakan.


ketika ia masuk, ia melihat nenek Andro sedang duduk sambil mengelus elus kucingnya di atas pahanya.


" ah ternyata beliau. aduh otakku ga bisa mikir apa apa lagi".. gumamnya dalam hati.


"silahkan duduk!!"..


Deena kemudian duduk dan ditinggal berdua saja diruangan itu oleh wanita tadi.


" asisten ku akan menyiapkan minuman penghilang pengar untuk kamu"... ucap sang nenek dengan nada dingin.


"tidak perlu repot repot nek!." jawabnya dengan canggung


"sudah berapa lama kamu dan Adam saling kenal?!".


" hmmm. kami pernah bertemu dulu waktu aku masih umur 6 bulan dan dia umur 8 tahun. setelah dewasa kami bertemu lagi di umurku yang ke 19/20 tahun waktu itu"..


"sekarang berapa umur kamu?"..


" 23"..


"kapan kamu berencana untuk menikah?!".


" pertanyaan jebakan. aku harus jawab apa?"..

__ADS_1


"hmm saya tergantung takdir. jika ditakdirkan menikah muda, saya bersedia. tapi jika takdir berkata sebaliknya, saya akan bersabar menunggu hari itu tiba"..


" apa yang kamu rasakan ketika bersama dengan cucuku?!".


"benci, marah, kesel, ingin menjauh tapi ga bisa karna keadaan".


" yaaa, masih tahap mencari tau bagaimana perasaan kami satu sama lain"...


"saya seorang dokter psikolog, tapi saya pensiun ketika suami saya meninggal. saya memilih beralih profesi didunia bisnis menggantikan suami saya menjadi pimpinan di perusahaan Andromeda company"..


" ohhh, begitu rupanya"... Deena ketar ketir mendengar fakta bahwa neneknya Adam adalah seorang psikolog.


"ketahuan nih, ketahuan nih, gawat, gawat"...


" kamu tidak menyukai cucu saya kan? katakan saja dengan jujur! kamu juga pasti kesini karna desakan dari dia. saya juga sudah tau kamu adalah asisten nya yang baru!!"..


Degg..


"saya minta maaaf nek, saya tidak bermaksud membohongi nenek. saya memang kesini untuk menemani tuan muda, saya tidak pernah berencana untuk menipu anda sejak awal"..


Deena berlutut di lantai sambil memohon agar di ampuni dan tak di tuntut karna telah menipu salah satu orang paling berpengaruh di kota tempat ia tinggal itu.


"jadi kamu mengakui bahwa kamu membenci cucu saya?! "... tanya nya dengan intens.


Deena sejenak terdiam menghentikan rengekan nya.


" saya tidak membencinya, saya dan dia hanya tidak terlalu akrab saja"..


"tidak!! saya memang sangat membencinya"..


" lalu bagaimana dengan cucu saya. menurut mu bagaimana pendapat dia terhadap kamu?"..


"dia pasti merasakan hal yang sama seperti saya!".. ucapnya dengan penuh keyakinan.


" duduk lah di sopa. aku tidak akan menuntut mu karna mencoba menipuku"..


"terima kasih karna sudah bermurah hati memaafkan saya!".


" kali ini aku selamat dari efek perbuatan yang bukan atas kemauanku. tapi lain kali mungkin saja tidak!! "....


" Adam adalah anak yang sangat hati hati dalam mengambil keputusan dalam jangka panjang. sudah bertahun tahun sejak ia tak membawa orang asing untuk dikenalkan kepadaku. berulang kali aku mengancam nya untuk memblacklist dia dari ahli warisku karna ia berani hanya membawa asisten pribadinya yang sebelum kamu itu. aku juga sudah sering mengatur kencan buta untuknya tapi selalu gagal karna aku pikir dia sudah mati rasa"...


"maksud nenek??!"..


" setelah sekian lama akhirnya aku melihat tatapan nya yang gugup itu. dulu dia menggandeng wanita dengan tatapan dinginya seolah olah tidak peduli dengan siapa ia datang. tapi kali ini dia terlihat gugup seolah olah dia takut calon istrinya tidak akan diterima dikeluarga ini"..


"orang mana yang tidak gugup ketika tahu dirinya akan berbohong didepan banyak orang!! "..


" haha, nenek sepertinya terlalu berlebihan melihat tuan muda seperti itu "...


" aku sangat tau seperti apa cucuku... cucuku memang pria yang jauh lebih tua darimu, dia terlihat dingin dan tidak peduli dengan orang sekitarnya, tapi dia adalah pria yang penyayang dan lemah lembut jika sudah luluh dengan seorang wanita. aku harap dia menemukan wanita yang tidak memanfaatkan sifat nya yang itu.. dan juga terlepas dia ingin melanjutkan kebohongan nya ini atau tidak, kamu harus tutup mulut bahwa aku sudah mengetahui semuanya. biarkan dia jujur sendiri atas kebohongan yang dia buat. aku ingin tau sejauh mana dia bisa berbohong dengan ku tanpa tahu bahwa aku sudah memberitahunya"...


"bagaimana jika saya kelepasan memberitahu nya?"..


"siapkan saja pengacara mu, saya akan menutut mu karna telah mencoba untuk menipu saya!!".. Ancam nenek Andro.


wanita yang membawa Deena tadi datang membawakan minuman untuk Deena.


" kenapa ga dari tadi aja sih mbaq datang nya. saya udah mau pingsan karna lemas dari tadi".. omel Deena dalam hatinya..


"silahkan diminum. itu teh herbal untuk menghilangkan rasa pengar"..


Deena meminum Teh yang telah dibuatkan oleh asisten dari nenek Andro itu..

__ADS_1


" bagaimana rasanya?"..


"agak aneh!! tidak berasa seperti teh pada umumnya"..


__ADS_2