
Hari ini Deena akan pergi ke salah satu villa milik nenek Andro yang berada di luar kota, kebetulan villa tersebut berada di pinggir hutan ujung kota jadi untuk kesana butuh waktu perjalanan selama 5 hingga 6 jam.
Alasan Deena di undang kesana yaitu untuk memperlihatkan tempat itu untuk di evaluasi oleh Deena. Nenek Andro sendiri ingin villa yang kosong itu disewakan sebagai tempat acara pernikahan untuk tema outdoor karna menyajikan pemandangan hutan yang masih asri dan terjaga disana. bagaimanapun juga perusahaan yang di kelola oleh Papa nya Adam adalah perusahaan periklanan terbesar dikota itu, jadi nenek Andro mempercayakan idenya ini untuk di iklan kan oleh perusahaan Adam.
Di sepanjang jalan hanya di penuhi pepohonan nan hijau dan ada juga yang rimbun. suasana yang sejuk membuat Deena merasa enjoy di setiap perjalanan, yah meskipun disana memang sedikit sepi dan tak terlalu ramai kendaraan yang berlalu lalang sepanjang perjalanan nya.
Jalanan yang cocok untuk melepaskan penat ketika terlalu lelah melihat kemacetan dan polusi yang berlebihan di kota, sambil mendengar kan musim melow atau genre pop didalam mobil.
Setiap hembusan angin yang menyentuh kulit Deena ketika ia mengeluarkan tangan nya keluar dari jendela mobil, membuat Deena seperti berada di tempat yang memang seharusnya sudah lama ia kunjungi.
perasaan yang familiar namun asing baginya, ia merasa akan jatuh cinta dengan tempat ini.
"tempat ini memang cocok untuk kaum introvert"... imbuhnya.
Dari jauh ia melihat ada mobil yang berhenti di tempat yang sepi itu, dia melihat plat kendaraan yang cukup familiar baginya.
dia menghentikan mobilnya tanpa rasa waspada dan menengok siapa pria yang sedang menuduk sambil mengecek kondisi mesin mobilnya.
"permisi!!".. sapanya dengan hati hati ke pria itu.
pria itu pun menengok ke belakang.
" sudah ku duga!!!" batin Deena ketika Adam berbalik ke arahnya.
"anda mau kemana?." tanya nya to the point.
"ke villa. nenek ingin saya datang untuk memotret sendiri villa itu untuk di iklankan nanti".. jawab Adam sambil lanjut mengotak atik mesin mobilnya.
" beliau tidak bilang jika anda ikut!".. imbuh Deena.
Adam tak menggubris ucapan Deena.
"dasar Alien. ga ngerti bahasa manusia apa?!!.. malah diem bae!".
"anda kan tau villa nya jauh, kenapa ga dicek dulu mobilnya nya sebelum dibawa bepergian!?".. lanjut Deena.
" mobil ini seminggu 3 kali di bawa ke bengkel oleh sopir saya. jadi seharusnya baik baik saja"...
"terus ini kenapa mogok?"..
" seperti nya ada yang Menyabotasenya!"..
"gosh! apa anda punya musuh? ah pasti punya apalagi itu adalah anda. tapi masa iya musuh anda itu supir anda? berani sekali dia!?"...
" memang nya saya kenapa!?"... Adam menatap Deena dengan tatapan menekan pada pertanyaan nya.
__ADS_1
"he he tidak ada." ..
Adam menyerah untuk memperbaiki mesin mobilnya, orang yang Menyabotase mobilnya sudah sangat ahli dalam hal ini jadi bagi Adam yang tidak menggeluti dunia otomotif tak bisa memperbaiki mesin ini hanya dengan modal belajar otodidak.
"hmm karna kita satu arah. sebaiknya anda yang menyetir di mobil saya. ini pertama kalinya saya kesana jadi saya takut nanti salah jalan"...
" makasi".. singkat dan padat. Adam mengambil kunci mobil dari tangan nya Deena.
"ada ya orang bilang makasi tapi wajahnya datar!!"...
. Deena menyusul Adam yang sudah masuk ke dalam mobil .
Deena terkejut karna musik yang di setel dalem mobilnya masih bunyi dengan nada yang keras di dalam mobil.
" maaf".. ucap Deena kemudian mematikan radio mobilnya.
"lah kenapa aku yang minta maaf? ini kan mobilku! jadi bebas bebas aja kalo aku setel musik dengan nada tinggi!. kenapa harus aku yang ga enak sendiri!"..
"tidak apa apa".. ucap Adam.
mereka melanjutkan perjalanan nya ke villa.
"mobil anda bagaimana?. ditinggal begitu aja?".. Deena baru menyadari hal ini, ketika Adam pergi bersamanya, itu artinya mobil itu akan ditinggal disana di tempat yang sepi tersebut.
" aku sudah menyuruh orang untuk membawa mobil derek! biarkan saja mereka yang mengurusnya".. Adam masih saja menjawab ucapan Deena dengan wajah datarnya.
" biarkan saja mereka menderek sendiri mobil yang mogok".....
"kalo pencurinya bisa perbaiki mobilnya gimana?"..
" bagus dong! aku tidak perlu susah payah membayar untuk perbaiki mobilnya!"..
"what?!!, apa anda sadar, disaat itu juga mobil anda sudah hilang dicuri orang!".. Deena kesal sendiri mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Adam, semakin panjang percakapanya nada bicaranya ke Adam semakin meninggi.
" kenapa kau panik, itu kan mobilku!".. Adam sengaja mengatakan itu karna dia suka melihat reaksi Deena yang panik sendiri.
"gilaa!!".. Deena tak habis pikir dengan orang kaya yang satu ini.
" akan aku biarkan pencuri itu lari keujung dunia manapun membawa mobil itu. ketika mereka lelah kemudian berhenti maka aku akan menemukan nya dan menghancurkan seluruh hidup mereka!!" ancam nya itu hanya sebuah candaan untuk Deena, namun Deena menanggapinya dengan serius.
"maksudnya?!"..
" sudah sampai. tak terasa ya!!".. ucap Adam sedikit tersenyum.
Deena kagum ketika masuk ke dalam villa yang dimana tembok yang mengelilingi villa ini dipenuhi tumbuhan liar yang di tata dengan rapi bagaikan labirin tinggi yang membawa mereka ke pusat pusat labirin. villa itu bak kastil yang berada di pinggir hutan, begitu megah dan besar.
__ADS_1
"apa villa ini berhantu?".. ucap Deena sambil keluar dari mobilnya.
tak lama kemudian pintu depan Villa itu dibuka oleh beberapa pelayan yang bekerja disana. Deena lebih terkejut lagi melihat ada 5 pelayan keluar dari dalam dan disusul oleh sepasang lansia yang bernama pak Nan dan bu Sri.
"tuan muda, kami sudah menunggu kedatangan anda bersama dengan nona muda".. ucap Pak nan dan bu Sri.
" kalian menunggu saya?!" tanya Deena
mereka tersenyum dan mengangguk. Deena baru memperhatikan di sekeliling villa itu ada banyak sekali CCTV mulai dari pintu masuk hingga di ruang tamu utama yang seluasnya hampir seluas ballroom yang biasa dijadikan tempat mengadakan pesta pernikahan.
Deena mengelilingi sekitaran sana dengan rasa kagum nya, Adam mencuri potret Deena yang pokus melihat setiap desain dan perabotan unik di villa itu.
"pantas saja nenek Andro ingin mempromosikan vila ini sebagai tempat acara pesta."..
" aku sepertinya sudah jatuh cinta dengan tempat ini!".
Adam memberikan kode kepada para pelayanannya untum meninggalkan ia dan Deena sendirian.
"nenek sendiri yang mendesain tempat ini untuk dirinya sendiri. dulu dia ingin menghabiskan masa tuanya dengan pasangan nya disini tapi dia berubah pikiran karna suaminya sudah meninggal"..
" ditempat sebesar ini?"... tanya deena
"hmm, tempat ini sengaja dibuat seluas ini agar para cucu dan cicitnya ketika datang dan kumpul disini bebas berlarian ditempat seluas ini"...
" pantas saja, cerita dan tempat ini seolah olah menyatu. seperti ada sejarah panjang yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata saja tapi cukup bisa dirasakan dengan menyerapi suasana setiap sudut tempat ini"..
Adam tersenyum melihat Deena yang terpesona.
"nenek ingin suatu hari tempat ini menjadi aula pernikahan saya. dan dia berharap saya yang menghabiskan masa tua saya dengan pasangan saya disini.".. Mata Deena berbinar, jantungnya berdegup kencang. aliran darahnya berdesir ketika ucapan itu keluar dari mulut Adam, meskipun belum tentu ia yang akan menikah dengan Adam.
"apa anda setuju dengan nenek Andro tentang hal itu?".. tanya nya
" jika saya mencintai wanita itu, saya akan mengikuti keinginan nya. jika dia tak ingin tinggal di tempat ini, maka tidak usah! saya akan tinggal dimanapun ia ingin tinggal"...
"kenapa dia tiba tiba berubah romantis begini!! apa karna suasana villa ini?"..
" aku ingin ke toilet. dimana toiletnya?"... Deena sudah tak kuat mendengar ucapan manis yang dilontarkan oleh Adam, jika terus terusan mendengar nya, mungkin ia akan terbawa perasaan. jadi satu-satunya cara adalah menghentikan topik yang romantis ini.
.
.
.
di dalam toilet.
__ADS_1
"apa ini sisi lain dari dirinya yang dimaksud nenek Andro waktu pesta itu?"... gumam Deena di dalam toilet.
" tidak!!!. jangan jatuh cinta kepadanya. hubungan kalian tidak akan berjalan lancar! bagaimana pun juga dia type yang tidak cocok dengan mu Dee".. Deena mencoba menasehati dirinya sendiri agar tetap waras dan tak oleng jatuh cinta dengan Adam.