
Masalah dengan sahabatnya sudah kelar tentang kemarin, kini tinggal menyelesaikan masalahnya dengan tante Sintia yang minta penjelasan Deena tentang alasan mengapa ia tak memberitahu siapapun tentang ibunya yang ia kirim ke rumah sakit jiwa.
"Adam, apa kamu belum bilang ke Deena, jika ia berencana membawa ibunya kerumah sakit seharusnya ia juga memberitahu kita!!".. Sintia begitu marah dan melampiaskan nya ke Adam, sementara Deena duduk dengan gugup sambil menelan salivanya.
" Ma, udah hentikan"... Adam tak enak melihat Deena yang mematung gugup sejak datang ke rumahnya.
"owhh, jadi kamu belum beritahu Deena?!"... ibunya tak mau mendengarkan anaknya. ia merasa Deena sudah tak mengaggap dirinya dalam hidup nya, itu sebabnya Sintia begitu sangat marah.
" dia sudah memberitahu saya tentang itu berulang kali tapi saya merasa tak enak jika terus terusan merepotkan tante dan om yang sudah baik ke saya"... Deena berusaha menenangkan tante Sintia agar tak menyalahkan Adam.
Jerome kemudian memegang tangan istrinya agar ia berhenti marah marah.
"sayang. sudah lah, kasian Deena dia merasa tak nyaman. jangan sampai ia jera datang mengunjungi kita kedepan nya hanya karna sikap kamu sekarang"... syukurlah Sintia langsung bisa mengontrol emosinya saat itu berkat bujukan suaminya.
" sok heroik. padahal kamu kan penyebab kematian ayahku?!!! aku pasti akan menyeretmu ke penjara. tunggu saja nanti" hati Deena membara bara , kini tulus atau tidaknya sikap yang Jerome tunjukan ke dia, tetap saja di matanya itu semua hanyalah kebohongan.
"aku pulang!!"... Riri baru saja pulang dari sekolahnya. begitu melihat Deena, ia langsung membuang muka dan masuk ke kamar nya. ia memang masih belum menyukai Deena sama sekali jadi setiap kali Deena datang kerumahnya, ia memilih untuk tak keluar kamar karna malas melihat Deena.
" dih!! tuh anak masih aja ngeselin!!"... pikir Deena.
"Riri!! mama ga pernah ya ngajarin kamu seperti itu!!!"... teriak Sintia, namun Riri tak menggubris sama sekali ucapan mamanya.
" mungkin dia cape tan, baru pulang sekolah. bisa saja dia sedang badmood"... Deena pura pura tak peduli dengan sikap adik kecilnya Adam, tapi sebenarnya di dalam hati ia sudah ingin mencubit anak kecil yang ngeselin itu.
"mm balik lagi ke pembicaraan yang tadi. ibu kamu gimana keadaan nya? apakah dokter mengizinkan orang lain selain kamu untuk menjenguknya?"... Jerome melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat terhenti sebentar.
"sudah bisa om. jika om dan tante ingin berkunjung kerumah sakit tempat ibu dirawat, nanti saya akan membuat janji ke pihak rumah sakit"...
" memangnya harus ada janji dulu?".. tanya Jerome lagi
"ia karna saya sebagai wali nya ibu harus memberi izin kepada siapa saja yang bisa mengunjungi ibu kerumah sakit dengan memberitahu pihak sana untuk mewakili saya nanti ke ruangan ibu"... jelas Deena
__ADS_1
" kamu ga ikut mama papa ke rumah sakit?!" tanya Adam disana.
"iya misalkan saya tidak bisa ikut. sekali pun bisa ya om dan tante harus hubungin saya juga karna mereka hanya di izinkan masuk jika mereka datang bersama dengan saya"...
begitulah suasana yang sempat menegang kini mulai tenang seiring waktu berjalan.
.
.
.
.
Mario dan Karina menghabiskan waktunya berkencan hari ini. Mario bersenang senang menikmati kencan mereka, sementara Karina terus menerus memikirkan Deena.
"aku cemburu!!!"... Mario melepaskan tangan Karina dan berjalan dengan cepat mendahului nya.
" cemburu karna apa?"... tanya Karina yang kebingungan sambil mengejar langkah kaki Mario yang semakin cepat.
" apa kau tidak ada rasa kasihan?!. kau tidak lihat aku memakai heels? bagaimana bisa aku mengejarmu dengan cepat!!".. teriak Karina dari kejauhan.
karna merasa bersalah Mario menghampiri Karina kemudian menawarkan punggungnya untuk dinaiki oleh Karina agar ia tak berjalan lagi.
"naiklah!!".. ucap Mario dengan wajah datar karna masih ngambek.
" okeh!!. kamu yang memintanya!! jadi jangan komplen kalo aku berat!!".. Karina kemudian naik dan kini ia sedang digendong oleh kekasihnya sambil berjalan di taman. tak peduli jika ada yang melihat mereka, ia semakin menenggelamkan dirinya di punggung kekasihnya itu.
"kau bilang kau cemburu!!.. dengan siapa itu?"... Karina masih penasaran dengan alasan pacarnya itu tiba tiba kesal sendiri.
" menurutmu?".. singkat Mario dengan nada kesal.
__ADS_1
"arghhh.haruskan kita main tebak kata disini? ah aku malas sekali!!".. Karina berusaha menunjukan bahwa ia juga sedang badmood agar Mario segera memberitahu alasan ia begitu karna apa!
"lain kali kalo kamu sedang tak pokus dengan ku sebaiknya jangan mengajak ku kencan. aku tidak suka!"...
sekarang Karina mengerti apa penyebab Mario seperti itu. ia menepuk bahu Mario tanda ia ingin turun.
"maafkan aku sayang. sejak kemarin aku memikirkan tentang Deena"... Karina menarik Mario duduk di bangku yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
" kenapa lagi dengan dia?!".. Tanya Mario.
"dia seperti menyembunyikan sesuatu yang besar.".. Karina menatap Mario dengan serius.
" maksudmu?"
"kau tahu. kemarin ia tiba tiba membawa tante Moana ke rumah sakit tanpa memberitahu siapapun. selama ini ia kesulitan dengan keuangan nya tapi mengapa kemarin ia membawa tante kerumah sakit besar dan terkenal karna mahal dan fasilitasnya yang mewah juga bagus"... Jelas Karina dengan wajah penuh tanya
"mungkin saja ia punya tabungan lain yang selama ini ia simpan!"... kata Mario
" benar!! dia memang mengatakan itu. tapi aku tidak percaya. yang aku takutkan ia memilih jalan pintas untuk mendapat kan uang!!"..
Mario tertawa mendengar penjelasan dari kekasihnya.
"kamu terlalu banyak menonton drama!!"..
" kamu tidak paham!. dia sudah seperti adik bagiku. dia juga bukan tipe orang yang selalu terbuka, ia anak yang tak suka merepotkan orang lain dengan masalahnya!!!"..
"sudah lah sayang. beri ia waktu. mungkin dia butuh waktu untuk menjelaskan situasinya. begini saja nanti aku carikan ia pekerjaan yang layak agar kamu tidak khawatir lagi"... kata Mario sambil memeluk Karina..
" ide bagus. nanti aku akan membujuknya. semoga ia mau"... Akhirnya perasaan Karina sedikit plong karna mendapatkan solusi yang tepat dari Mario...
"tapi kenapa kamu harus cemburu ke dia? dia kan bukan laki laki!!"... tanya Karina lagi.
__ADS_1
" karna nyatanya kamu lebih sering mengkhawatirkan dia daripada aku. akhir akhir ini pikiran mu hanya tentang dia saja. bukan tentang aku!!"... ucap Mario dengan nada kesal.
"astaga. aku juga sering mengkhawatirkan mu. posisi kalian berbeda karna jabatan kalian berbeda di hatiku. aku mencintaimu sebagai kekasihku. dan aku mencintai Deena sebagai adikku. perihal aku selalu memikirkan nya akhir akhir ini ya wajar saja.... kau ini!!! "...