Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
ibu kos


__ADS_3

"Berapa lama lagi kita harus diem dieman di dalam mobil".. ucap Deena ke Adam..


" nanti saja kita bicara setelah sampai rumah.".. ucap Adam dengan ekspresi datar.


"ha ha. saya sampai mengira anda yang tadi dihotel adalah orang yang berbeda".. imbuh Deena.


"sepertinya akan segera turun hujan. langit sangat gelap. kita harus bergegas biar tidak terjebak di jalanan". Adam mengabaikan ucapan Deena dan malah membahas topik yang berbeda.


" anda jangan pura pura menganggap saya tidak ada!!"... Deena pun merasa kesal dan menarik lengan kiri Adam.


"Dee, please!!. aku sedang pokus menyetir. ia kita akan bahas masalah tadi itu nanti saja setelah kita sampai dirumah! sekarang kita harus bergegas pulang. akan ada hujan lebat, jangan sampai kita terjebak macet karna banjir!".. Jelas Adam sambil pokus menyetir.


benar saja kata Adam, hujan turun dengan lebatnya dan lokasi ia sekarang ke rumah masih sangat jauh.


hujan petir disertai angin kencang membuat suasana menyekam di jalanan. banyak yang memilih berteduh dan ada juga yang nekat menerobos hujan badai tersebut.


"tolong menepi! saya takut melihat tiang kabel listriknya agak goyang goyang!!".. Deena memohon agar Adam membawa ia ketempat aman.


tak jauh dari sana Adam membelokan mobilnya di sebuah gang kecil yang didekatnya ada kos kosan.


Deena dan Adam tak keluar dari mobil, mereka memilih berdiam diri disana. sementara orang orang yang menepi memilih ke tempat aman yaitu untuk berteduh karna menghindari jatuhnya pohon atau tiang-tiang disebabkan oleh angin kencang.


"apa kita akan tetap disini?".. tanya Deena dengan wajah ketakutan.


"lalu kita harus kemana?".. tanya Adam


" anda tidak lihat pohon pohon disana, mereka seperti akan roboh. saya sangat takut!!"..


Adam melihat keluar dan melirik situasi. ia kemudian berlari keluar menuju ke kos kosan yang ada didepan tempat ia parkirkan mobilnya.


ia mencari sekeliling sambil berhujan hujanan lalu kemudian bertemulah ia dengan pemilik kos kosan itu.


"kamu cari siapa nak?".kata ibu kos


" ah maaf mengganggu, saya sedang mencari pemilik kos kosan. saya ingin menumpang berteduh sebentar di dalam jika ada kamar yang kosong ". imbuh Adam saat itu.


" iya saya sendiri..tapi maaf nak, ini kos kosan khusus perempuan! jadi..".. ibu kos jelas menolak Adam untuk meminjam kamar kosan yang kosong karna memang tempat itu khusus untuk kosan perempuan.


"tidak, bukan saya yang akan berteduh. ada seorang wanita didalam mobil saya. saya akan bayar berapapun asalkan anda izinkan ia berteduh sebentar sampai hujan badainya selesai.".


suara petir menggeleger, Deena yang dari tadi panik tak melihat Adam keluar dari tempat itu semakin ketakutan mendengar suara guruh dan kilat tadi begitu besar. ia kemudian nekat menyusul Adam keluar dan mencarinya di area dalam kos kosan itu.


"hmm dimana dia? apakah dia teman atau istrimu?".. tanya ibu kos.


Deena datang dari belakang memanggil Adam.


" Mas!".. panggil Deena dengan bibir menggigil dan wajah yang pucat.


"kenapa kamu keluar? ah maaf, aku masih mencarikan mu tempat untun berteduh!!".. ucap Adam sambil memegang tangan Deena yang kedinginan.


"jadi dia orang nya?!".. tanya ibu kos kemudian Adam mengangguk.

__ADS_1


" dia siapa?" tanya Deena.


"ada satu kamar kosong disini. teman kamu boleh meminjam kamar itu sampai hujan mereda. tapi hanya dia saja. karna ini sudah aturan nya disini untuk area perempuan saja!".. ibu kos masih dengan pendirian nya menolak Adam disana.


" iya tidak apa apa." ucap Adam dengan senyuman yang tulus.


petir menggelegar lagi, Deena menunduk memegang erat tangan Adam.


"buk tolong izinkan dia juga berteduh bersama saya. cuaca diluar sangat menakutkan!".. Deena memohon dengan wajah memelas yang tulus dari hatinya.


" maaf tidak bisa nak. seluruh kosan ini dihuni oleh para wanita. bagaimana jika mereka melihat seorang pria disini. pasti mereka akan meremehkan peraturan tegas dari ku!".


Deena tak kehabisan akal.


"tapi kita kan hanya numpang berteduh sampai hujan mereda. bukan ngekos berbulan bulan. dan juga , dia suami saya. kami masih pengantin baru, tidak mungkin saya jauh dari dia!!".. Sontak ucapan Deena membuat Adam tersentak dan membolakan matanya menatap wajahnya yang cantik itu.


"apa ini?".. pikir Adam


" benar yang dia katakan, bahwa kalian suami istri yang sedang menikmati masa pengantin baru?".. tanya ibu kos itu ke Adam.


Adam memutar wajahnya ke arah ibu kos sambil masih dalam keadaan syok disana.


"i.. iy iya".. ucap Adam terbata bata.


ibu kosnya melirik Adam dan Deena dengan tatapan curiga.


" ada bukti yang bisa membenarkan ucapan kalian?" tanya ibu kos.


"mas, k.. kamu ba wa bu ku nikah kita?".. ucap Deena dengan tempo pelan kemudian cepat.


" tidak! aku tidak kepikiran membawanya setiap hari!!" jawab Adam kemudian.


"hmmm baiklah. tidak perlu bukti. saya bisa melihat dari suami mu yang begitu mengkhawatirkan mu seperti tadi. tapi tolong segera pergi begitu hujan reda. jika ada salah satu penghuni kosan ini yang bertanya, jelaskan ke mereka sejujurnya agar tidak ada kesalah pahaman disini. saya tidak ingin nama kos kosan saya jelek". Jelas ibu kos sambil berjalan menuju ke arah kamar tempat mereka untuk sementara berlindung dari cuaca buruk.


"ini masuklah! kamar ini selalu bersih karna setiap hari saya bersihkan. sudah ada selimut dan juga kasur. tolong jaga kebersihan. nanti jika hendak pergi, tata kembali kamar ini serapi mungkin"...


Adam dan Deena mengangguk, ibu kos itu pun pergi meninggalkan mereka disana.


.


.


.


.


"Terima kasih!".. ucap Adam ke Deena karna sudah membantunya mendapatkan izin ke ibu kos itu..


" mmm. saya tidak ingin berhutang budi terlalu banyak dengan anda!".. ucap Deena dengan nada ketus.


Adam tersenyum semringah disana sambil membelakangi Deena.

__ADS_1


"pakailah selimut didekatmu itu untuk menutupi badan mu yang kedinginan".. kata Adam dengan penuh perhatian.


" hmm".. imbuh Deena saat itu.


tok tok tok... suara pintu kamar di ketuk, Adam bangun dan membukakan pintu.


disana ibu kos kembali membawa satu selimut tebal dan handuk untuk mengeringkan tubuh mereka.


"ini untuk kalian. selimut itu terlalu tipis untuk kalian. ini juga handuk untuk mengeringkan badan kalian. maaf untuk kamar ini belum tersedia kamar mandi, jadi silahkan ke ujung sana jika kalian ingin pergi ke kamar mandi!".. kata ibu kos itu.


" ah terima kasih banyak!!. anda baik sekali".. kata Adam dan Deena.


ibu kos itu tersenyum kemudian berlalu meninggalkan kamar itu.


"dia terlihat judes tapi baik jugaa yah". kata Deena yang menyanjung wanita tadi.


" ini, keringkan rambut dan badan mu. lalu pakai ini agar kau tidak sakit!".. Adam menyerahkan semua ke Deena dari pemberian ibu kos yang dipinjamkan ke mereka itu.


"lalu anda?!".. tanya Deena


" tidak apa apa. kau saja, aku hanya butuh satu handuk ini".. Adam mengambil handuk saja dan duduk di pinggir ranjang kecil yang muat untuk satu orang saja.


.


.


.


Setelah selesai mengeringkan tubuhnya masing masing, Deena duduk di belakang punggung Adam yang masih duduk di tempatnya semula tadi. disana Deena terus bersin bersin meskipun berselimut menggunakan selimut yang tebal.


"kau tidak apa apa?".. tanya Adam sambil nengecek suhu badan Deena di keningnya.


" hmmm. saya hanya tidak bisa memakai baju basah, jadi saya akan bersin bersin karena tubuh saya menyerap hawa dingin nya".. jelas Deena


"kalo begitu buka saja semua pakaian mu!".. saran Adam dengan polos, ia masih belum menyadari ucapanya itu.


" maksudnya?". tanya Deena mengerenyitkan keningnya.


"eh jangan salah paham. maksud ku, sebaiknya kau hanya berselimut memakai ini saja. tenang!! jangan menganggapku akan melakukan sesuatu yang aneh. aku akan duduk disana sambil menghadap tembok"...


Deena tertawa cekikian melihat Adam yang ketakutan sendiri.


" saya percaya kok.. anda tetap duduk disini sambil menghadap kesana. jangan melihat kebelakang, atau saya akan teriak!!".


Adam langsung menuruti Deena.


Deena membuka semua paka ian nya dan melempar nya ke bawah. Adam hanya bisa menelan salivanya melihat baju dan rok jeans itu terlempar ke depannya.


untuk pakaian dalamnya Deena menaruh di belakang tubuhnya.


"tetaplah seperti itu hingga hujan reda. saya mau tidur. nanti bangunkan saya setelah hujan reda. okeh!" Deena menepuk bahu Adam di belakang. ia tertidur dengan nyaman didalam selimut. sementara Adam duduk dengan tubuh kedinginan

__ADS_1


__ADS_2