
Didalam mobil, nenek Andro bersama dengan asisten dan supir pribadinya akan pulang kerumah utama setelah pesta itu selesai.
"bagaimana reaksi Adam?".. tanya nya yang memecah kesunyian didalam mobil.
" dia memang terlihat khawatir nyonya".. jawab sang asisten.
"boleh saya bertanya?".. sambung sang asisten
" hmmm"..
"mengapa anda memberikan teh herbal itu, bukankah itu untuk..."..
" saya memang sengaja menyuruh kamu membuat nya, saya melihat wanita itu sangat tertekan selama bekerja untuk cucu saya. saya ingin dia melepaskan setresnya dan sedikit relax disana."...
"tapi jika pengosumsi terlalu tertekan dia bisa berbicara sambil tertidur atau dalam keadaan setengah sadar."..
" biarkan saja!. semoga saja dia seperti itu ketika cucuku ada disana. biarkan dia keluarkan isi hatinya. saya ingin dia sedikit introspeksi diri jika mendengar ada yang mengritiknya"...
Nenek Andro tersenyum licik membayangkan bagaimana jika wanita itu mengamuk dan menjabak cucunya nanti di kamar hotel.
"ah aku ingin melihat anak nakal itu dipukul habis habisan oleh bawahan nya"... batin nya dengan nakal.
Untung saja nenek Andro tidak kepikiran menaruh kamera tersembunyi atau menyadap suara dari kamar hotel yang di pakai oleh Deena, jika tidak ia pasti sudah mendengar suara kecupan yang keras dengan campuran de sah an di kamar itu.
...
Sementara itu sudah setengah jam masih terdengar suara air shower di kamar hotel itu masih menyala. Adam yang tadi segera pergi mandi ketika selesai menina bobok kan Deena.
rupanya ia lama karna masih sibuk solo di bawah air shower di kamar mandi tersebut.
"Sial!! lagi lagi aku seperti ini".. gerutunya sendiri sambil mempercepat gerakan tangan nya
" ssshhhhh ahhhhh come on baby"...
mulutnya terus mengeluarkan suara yang bergema di dalam kamar mandi. gerakan nya semakin cepat membuat dia kalang kabut dan matanya mulai merem melek.
"ahhhh oh god!!!. yesss.."
"sssshhh ahhh Dee!! i'm coming baby"..
" ohh ****.aaahhhh argghh"... akhirnya pelepasan nya sukses dengan suara de sa han parau khas dari seorang pria.
itu seperti sesuatu yang sudah mengganjal di hatinya kini telah tersingkirkan. dia lega dan puas dengan pelepasan yang ia lakukan disana.
Adam mengambil napasnya dengan panjang, dan melanjutkan ritual mandinya hingga selesai.
..
setelah selesai mandi, ia bercermin di cermin kamar mandi. ia melihat sosok dirinya yang sudah semakin hari semakin dewasa. ia bahkan iseng mengecek seluruh tubuhnya didepan cermin, apakah ada keriput atau tidak di kulitnya yang maskulin itu.
pikiran nya pun beralih di kejadian tadi di bawah shower.
__ADS_1
"maaf aku membayangi mu saat itu".. gumamnya yang merasa bersalah karna telah menyeret Deena kedalam imajinasi na kalnya.
"tidak, aku pria normal! . ibarat seekor hewan buas, jika ada daging didepan nya dia pasti akan makan daging itu. apalagi jika ada yang memberi daging dengan percuma di hewan buas yang kelaparan".. sambungnya lagi yang menimpali diri sendiri
" ah tapi semua itu salah Dam. bagaimana bisa kamu menyeret wanita itu ke dalam imajinasimu. sementara kau sudah bertahun tahun tidak melakukan hal ini karna tidak ada wanita yang menarik di matamu".. pikiran nya dan hatinya seolah berseteru sendirian saat itu.
dia pun keluar dari kamar mandi, ia melihat sekilas Deena sedang mengorok di atas tempat tidur.
"kasian sekali suaminya nanti. dapet istri yang suka ngorok".. imbuhnya
Adam meninggalkan kamar itu, dan lebih memilih tidur di sopa karna malas memesan kamar hotel yang lain.
...
Nenek Andro baru saja sampai dirumah utama, ketika masuk terlihat Sintia sudah duduk menunggunya di ruang tamu rumah itu sendirian.
"selamat malam ma. selamat atas berjalan lancarnya acara pesta tadi"... ucapnya sambil menyambut kedatangan mama mertuanya.
" hmm"...
"malam ini saya dan Riri akan menginap disini karna sudah lama ia tak menginap di rumah neneknya"..
Nenek Andro tak bergeming sedikit pun mendengar ucapan menantunya itu.
" Riri sudah tertidur karna kewalahan di acara pesta tadi".. lanjut Sintia sambil terus mengikuti mertuanya yang menuju ke kamar.
"lalu kau!.. ada apa mengikutiku?".. tanya mertuanya dengan sinis
" saya sudah lama tidak memijat mama jadi malam ini saya ingin memijat mama hingga tertidur"...
" tidak ma!. saya tidak akan bisa meredakan amarah mama untuk masalah ini. saya hanya ingin mama menikmati hari ini dengan baik"..
....
Nenek Andro duduk di atas tempat tidurnya, dia masih sibuk membaca sebuah buku sambil menikmati pijitan di kakinya.
"aku harus basa basi dulu.". pikir Sintia
Sejak awal memang dia mendekati mama mertuanya untuk menanyakan sesuatu hal yang telah membuat ia penasaran yaitu reaksi ia tentang Deena dan apa yang terjadi ketika Deena bersama dengan nya.
" ma tadi hampir semua temen aku ga percaya kalo umur mama udah 80 tahun. kulit mama terlihat masih kencang dan bagus. mereka mengira mama masih berumur 50 tahun. banyak loh ma yang iri sama mama"..
"iri??... untuk apa mereka iri dengan wanita yang diumur sudah hampir 1 abad ini masih belum dikaruniai cicit?"..
skak mat,, Sintia langsung menutup mulutnya rapat rapat dan terdiam tak tahu lagi harus berkata apa apa..
" eh, kau suruh anak sulung mu itu menikah secepatnya. apa dia menunggu ku dikuburkan dulu baru ia mau menikah"...
"astaga ma. kenapa berbicara seperti itu.."..
" aku kesal jika memikirkan tentang anakmu si Adam, umur sudah kepala 3 tapi masih belum mau menikah. jangankan menikah, berpacaran dengan lawan jenisnya aja dia enggan!!"..
__ADS_1
"mama doakan saja hubungan Adam dan Deena berhasil. mama pikir, mama doang yang pusing dengan Adam. aku pun pusing, aku juga ingin punya seorang menantu dan cucu Ma"... karna jengkel ia pun memijit dengan kasar kaki mana mertuanya tanpa sadar, yang membuat mama mertuanya menjerit kesakitan.
" Sintia!! apa kau marah padaku!? pelankan remasan mu!".. Bentak Nenek Andro ke menantunya itu.
"oh astaga. maaf ma, aku terbawa suasana karna Adam. maaf.".
" sudah hentikan!!"..
Sintia menghentikan aktivitas nya memijit kaki mama mertuanya. tak berhenti sampai di sana ia berpindah tempat dan duduk didekat mama mertuanya yang hendak tidur tersebut.
"apa yang kamu lakukan?!".. tanya nya ketika melihat menantunya duduk disampingnya.
" ma!. apa mama merestui Adam dan Deena?!".. tanya nya tiba tiba.
"apa ini yang membuat mu bersikap manis dari tadi?!"..
" ketara banget yak emangnya?!".. batin Sintia.
"tentu saja tidak. saya hanya tak sengaja mengingatnya tadi"... ucapnya sembari cengar cengir .
"apa yang membuat mu menyukai anak itu?"..
" hmmm. karna dia cantik, pintar, dan anak dari sahabat suamiku"..
"apa lagi?!".
" hmm ini hanya feeling aku aja ya ma sebagai seorang ibu. aku ngerasa Adam juga menyukai Deena, hanya saja ego nya terlalu tinggi untuk menyadari perasaanya itu. kalo mama gimana?".
"hmm. anak itu lumayan untuk Adam. mama hanya bisa berdoa agar mereka berhasil"..
" yesss kita sependapat"..
"kau jangan senang dulu. meskipun kita menyukai wanita itu, belum tentu anak mu bisa berhasil dengan dia. mereka tidak akan berhasil hanya dengan menunggu salah satu dari mereka menyadari perasaan nya"..
" lalu apa yang harus Sintia lakukan untuk membantu mereka?!".
"karna Adam memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam jiwa nya. kau harus membuat dia melewati batas, itu cara instan agar kita cepat menambah anggota keluarga yang baru"..
" mama mertua ku memang beda dari yang lain"...
"baiklah!! Sintia akan berusaha membuat Adam kalang kabut ketika bersama Deena."..
" tunggu aja Dam. mama selalu mendapatkan apa yang mama mau selama ini. sekalipun ini challenge tersulit, tapi mama bertekad untuk membuat kalian berdua bersatu"...
.
.
.
haaacchhhii
__ADS_1
"apa aku flu karna terlalu lama mandi tadi?"..
hidung Adam terus saja gatal membuat ia tak berhenti bersin saat itu.