Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu

Perjalanan ku Untuk Bertemu Dengan mu
saya bukan impoten


__ADS_3

Adam baru teringat kalo dia datang kepesta bersama dengan Deena. sakin sibuknya berbincang dengan kolega bisnis perusahaan neneknya, dia sampe meninggalkan Deena sendirian entah dimana tadi.


ia mencari kesana kemari namun wanita itu tak kunjung ia temukan, bahkan Sintia sempat panik karna takut Deena kabur setelah kejadian tadi.


"Gimana nih Dam!.. Deena ga ada dimana mana!"...


" Ri kamu bantu mama cari kak Deena yuk sayang".. Riri enggan membantu mamanya mencari Deena, apalagi dia sendiri sangat tidak suka dengan kehadiran Deena ditengah tengah keluarganya.


"males ah.. Riri cape!!".. ucap Riri sambil duduk lagi di kursi yang di dekatnya berdiri.


" nenek ga ada di tempat ini. bisa disimpulkan nenek membawanya ke suatu tempat".. imbuh Adam


"apa??!! ohh astaga, bagaimana ini Dam?. jika ketahuan, nenek kamu bisa marah besar"..


" sejak awal mama seharusnya jujur tentang dia ke nenek. sekarang kami berdua yang kena getahnya"..


Adam memijat keningnya sambil memikirkan cara untuk segera menemukan Deena, jika ia benar dibawa oleh neneknya maka saat ini Deena dalam bahaya.


"nenek tidak akan pernah memaafkan orang asing yang berani membohonginya".. pikir Adam saat itu.


setelah menemukan cara, dia pun keluar dari ruangan pesta dan turun ke lobi hotel untuk menanyakan apa ada suite room yang memiliki penghuni malam ini.


kebetulan waktu itu ada 3 suite room sudah di booking, update terakhir sekitar 2 jam yang lalu ada memboking suite room. ia menebak nebak pasti itu adalah kamar yang ditempati oleh neneknya. ia kemudian bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 45.


. .


"jika ia tak ada dikamar ini, berarti ia kabur sendirian"...


Adam pun mengetuk pintu kamar tersebut dan kemudian dibukakan oleh asisten pribadi neneknya.


" yesss tepat sasaran!!! " batin nya dengan riang.


"tuan muda! nona sudah dari tadi menunggu anda.".. ucap sang asisten tersebut


" dimana nenek?".. tanya nya Adam yang masih berdiri didepan pintu


"silahkan masuk... beliau sudah keluar sejak 10 menit yang lalu. dia meninggalkan calon tunangan tuan muda di dalam"...


" ah? calon tunangan. berarti wanita itu tidak ketahuan oleh nenek ku"..


dia kemudian masuk bergegas mencari Deena di dalam.


ternyata wanita yang dicari sedang tertidur pulas di atas sopa.


"aku panik mencarinya kesana kemari, sementara dia enak enakan tidur disini"..


" maaf tuan, mengganggu anda. nyonya besar berpesan ke anda untuk membiarkan nona muda tinggal disini sampai ia bangun. beliau sudah menyuruh mama anda untuk izin ke orang tuanya dan orang tua nona muda mengiyakan"..


Adam mengerenyitkan keningnya melihat Deena.


"apa wanita ini berhasil membuat nenek luluh?!".


" kalo begitu jika tidak ada pertanyaan, saya akan meninggalkan tuan berdua disini. saya akan kembali ke nyonya besar.......... saya permisi tuan"..


wanita itu pergi meninggalkan Adam berdua dengan Deena di tempat itu.


Adam duduk di sopa samping Deena yang tertidur, dia melepaskan penatnya sambil mendongak ke langit langit ruangan itu.


"sudah lama tak segugup ini"..


Tak lama kemudian dia terbangun lagi dan hendak menggendong Deena ala bridal ke kamar tidur yang ada disana.


ketika mengangkat tubuh kecil dari gadis itu, dari nafasnya tercium bau alkohol yang sudah mulai samar samar mengeluarkan aroma nya.


" dia bahkan mengobrol dengan nenek dalam keadaan mabuk?!. bagaimana reaksi nenek saat itu?"..


..

__ADS_1


"ringan sekali tubuhnya."


ia melepaskan tubuh Deena di atas tempat tidur dan menyelimutinya.


"selanjutnya apa yang harus aku lakukan? banyak pasang mata yang sudah percaya bahwa ia adalah calon tunangan ku"..


tanpa sadar Adam mengelus helai rambut Deena yang tergerai di wajahnya, lama kelamaan tangan nya turun menyentuh pucuk hidung dan kini menyentuh bibir Deena yang lembut dengan olesan lipstik yang tipis.


" astaga!! "...


Adam berdiri karna terkejut dengan suara detakan jantungnya yang bergerak cepat ketika menyentuh bibir gadis itu.


" arghh"... Deena menjerit dalam keadaan mata tertutup. dia seperti setengah sadar karna rasa pengar yang ia rasakan itu.


Adam duduk lagi untuk mengecek keadaan nya lebih dekat.


"hey, bangun?! kau kenapa?".. tanya nya sambil menggoyangkan tangan Deena.


Deena berdengus dan mengerenyitkan keningnya, dia terbangun sambil mata masih terpejam.


" ahh suara siapa sih?!".. tanya nya dengan jengkel.


dia duduk kemudian membuka matanya perlahan.


"oh my god!!! kamu lagi si manusia robot. mengganggu saja!!".. ucap Deena.


Deena mungkin mengira ia masih bermimpi saat itu dan kebetulan Adam masuk ke dalam mimpinya.


" apa?!!".. imbuh Adam mendengar Deena memanggilnya manusia robot.


"yaa...kau terkejut?!!, haha.. apa kau tau? di kantor kau punya banyak panggilan.. mulai dari alien, manusia robot bahkan kau di panggil impoten karna tidak pernah terlihat berkencan dengan seorang wanita."..


" lantas apa masalahnya dengan kalian? itu tidak mengganggu pekerjaan kalian"...


"shuuuuttt"... Deena menutup mulut adam dengan satu jarinya agar ia diam.


"kau tidak perlu meladeni mereka!!"..


" maka dari itu buktikan bahwa kau tidak impoten!!"..


"caranya?"..


" hmmm ya dengan cara hmm.. apa ya?? yaaa anda hamilin anak orang"..


"whatt?!!.. saran macam apa itu?".


" kan orang akan ketahuan impoten atau tidak dari hasil keringatnya di atas ranjang kan!!"..


Adam menggelengkan kepalanya.


"tidurlah!! pembahasan ini sangat tidak berbobot"..


" no no no no... begini saja, anda buktikan saja dulu ke saya kalo anda tidak impoten?"..


"saya tidak segila itu untuk melakukan nya!!.. dan bahasa aku saya kamu ini membuat saya risih mendengarnya"..


" yaaaaaaa!!!!".


Adam kaget diteriaki oleh Deena.


"anda tinggal mencium saya. lalu katakan bagaimana reaksi tubuh anda saat itu .. itu saja!! saya juga tidak sudi dihamili oleh anda!!"..


" wanita gi la!!"..


"saya tidak akan melakukan nya"..


" yasudah berarti anda benar benar impoten!!"..

__ADS_1


Adam meremas selimut di atas kasur itu, dia sangat jengkel dituduh impoten oleh Deena.


"baiklah!! ini yang kamu mau! jangan salahkan aku!"..


Adam menarik tangan Deena dan meraih tengkuknya kemudian men ci um bi bir Deena.


deg deg deg


diruangan yang sunyi itu mereka bisa mendengarkan suara jantung satu sama lain. Deena membolakan matanya ketika bi bir lembut Adam bersentuhan dengan bi bir nya.


sontak ia mendorong Adam menjauh dari dirinya.


"belum!!. yang tadi terlalu sebentar untuk membuktikan diriku sendiri."..


Adam kembali mencium bi*ir Deena, kali ini dia mencoba menyusup masuk ke dalam. dia memainkan bib*r bawah dan atas, lanjut ia menggigit sedikit bibir bawah Deena agar ia membuka mulutnya.


" ssshhh ahhh"...


Deena meringis dan membuka mulutnya sambil memejamkan matanya.


ia hanya diam dan tak membalas ketika seluruh mulutnya dijelajahi oleh li dah Adam.


"jika ini mimpi, aku tidak ingin bangun. aku menyukai sentuhan ini".. pikir Deena yang masih mengira semua ini hanya mimpi.


Adam menghentikan sejenak aktifitas nya itu untuk memberi Deena ruang agar bisa mengambil nafas. setelah itu ia melanjutkan lagi memangut bi bir Deena dengan rakus. tangan nya tidak ikut tinggal dia, dia mera ba ra ba leher jenjang Deena


bahkan tangan nya yang satu menuntun tangan Deena kebagian sensitif Adam untuk membukti kan bahwa ia breaksi dengan aktifitas ini.


"sudah saya bilang kan, saya bukan impoten."..


ucapnya dengan nakal sambil menahan tangan Deena disana.


" lepasin!!".. Deena terkejut dan menarik tangan nya dari sana.


"kau gila!!".. umpat nya ke Adam.


" kau tadi yang butuh pembuktian, kenapa sekarang kau bilang saya gila?".. Adam tersenyum puas melihat reaksi Deena yang malu saat itu.


"bagaimana? mau kita lanjutkan seperti katamu tadi untuk membuktikan bahwa saya tidak impoten... bagaimana kalo saya mencoba menanam benih disini"... dia mengelus perut Deena dengan senyum sinis..


" jika ini mimpi , bangunlah segera Deena. suasana ini sudah tidak mendukung!!"..


dia menyingkirkan kan tangan Adam dengan kasar dari perutnya, kemudian ia mencubit tangan nya dengan keras.


"awwwww.. sakitt".. rintihnya


" kegilaan apa lagi ini?!".. Adam nampak bingung melihat Deena mencubit dirinya sendiri sampe berbekas merah seperti itu.


"ga mungkin!! ini bukan dunia nyata. ini pasti masih di alam bawah sadarku!! "..


" jangan bilang kau mengira bahwa kau sedang bermimpi?!".. pungkas Adam


"jadi ini dunia nyata?".. tanya Deena dengan wajah linglung.


" wanita ini!!.. tidak tidak.. jika aku mengatakan dia sedang tidak bermimpi, pasti ia akan semakin canggung dengan ku begitupun aku...".


"sayang apa maksud mu? kita akan menikah, apakah kamu menganggap itu mimpi?!"..


Adam memainkan sekenario seolah olah Deena memang benar sedang di alam bawah sadarnya.


" ini agak absurd. tapi semoga berhasil!!"..


Deena masih tidak bisa mencerna keadaan saat itu. tanganya masih terasa sakit setelah ia cubit, tapi mengapa didunia ini Adam memanggilnya dengan sebutan sayang. bukankah ini dunia mimpi?..


"sudah sudah. jangan terlalu banyak berpikir. tidurlah. besok kita harus kerja"...


Adam mendorong perlahan tubuh Deena untuk tidur kembali, mencium pucuk kepala Deena dan menyelimutinya seolah olah dia sedang menidurkan anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2