
Suara alrm berbunyi nyaring sekali di kamar seorang gadis yang menyukai warna pink tersebut, Deena langsung terbangun mematikan alrm ponselnya dan segera bergegas untuk mandi.
2 jam kemudian ia turun dari kamarnya menuju ke ruang makan. disana ibunda tercintanya sudah menunggu ia untuk sarapan bersama.
"morning bu,,"... Ucapnya sambil mencium pucuk kepala sang ibu.
"morning darling!".. jawab sang ibu sambil tersenyum hangat.
Deena duduk sambil melihat sekeliling area rumahnya.
" bu, ayah belum pulang ya?". Ucap nya dengan nada sedikit rendah.
sang ibu hanya tersenyum dan mengangguk.
meskipun selama ini mereka hanya bertiga tapi jika bersama sama rumah terasa begitu ramai. tapi jika salah satu dari mereka bertiga tidak ada, rumah begitu terasa sepi. inilah yang dirasakan oleh dua wanita yang sedang duduk di atas meja makan.
"ayah udah ngasih kabar? kapan dia pulang?".. sambung Deena yang masih begitu penasaran
sang ibu menghela napasnya.
" Dee,,, ayah pasti sedang sibuk sekarang, jadi Deena tolong untuk sabar ya. ibu juga sama seperti kamu nak yang sangat merindukan ayah"....
Deena tak puas dengan jawab sang ibu..
"bu,,, bisnis apa sih yang ayah lakukan diluar kota sampe semingguan, ngasih kabar juga baru 2 kali. ibu yakin ayah hanya pergi berbisnis? apa ibu ga curiga, gimana kalau ayah selingkuh dan.."
ucapan nya di potong oleh Moana. dia berteriak sambil menyebut nama anaknya..
"Deena Aulia!!!. tutup mulutmu. ibu tidak terima kamu menuduh ayahmu seperti itu. ibu lebih tau bagaimana ayahmu begitu mencintai keluarga ini, terutama kamu. dia tidak akan pernah melakukan hal yang akan membuat anaknya membenci dirinya."... air matanya terus mengalir sambil mengeluarkan kata demi kata dengan nada yang lugas ke anaknya.
Deena terdiam dengan mata berkaca kaca, dia memalingkan muka dari ibunya.
"Dee,,,maafin ibu. ibu tadi sedang terbawa suasana." ucapnya yang menyesali cara bicaranya tadi ke anaknya itu.
"maafin Deena bu... aku pamit kerja dulu"..
ia pun meninggalkan meja makan nya.
sang ibu menangis sendirian di atas meja makan, bibiq yom yang sudah lama berdiri di dapur kemudian mendatangi nyonya dan memeluk Moana.
" nyonya yang sabar ya!! mungkin nona sedang tidak dalam mood yang baik. dia biasanya tidak seperti itu".. ucap bibiq yom sambil memeluk Moana dan mengelus punggungnya.
Moana yang lemas duduk di atas kursi menangis sejadi jadinya. rasa percayanya terhadap suaminya kini mulai melemah karna ucapan sang anak. bagaimana jika yang anaknya katakan itu benar?, bagaiman jika suaminya bukan suami yang ia kenal lagi. ia pun kalut dalam pikiran nya sendiri.
...
__ADS_1
Bahkan di kantor Deena masih memikirkan perdebatan nya dengan ibunya. ia terlalu sering melamun di atas mejanya. tadi saja, Adam memarahi nya karna banyak kesalahan ejaan dalam berkas yang ia bawa.
Adam yang melihat Deena melamun di atas meja kemudian menegurnya saat itu.
"aku tidak menggajimu untuk melamun!". ucapnya dengan kejam
Deena membalas memelototi atasan nya.
" ma af pak!!".. ucapnya dengan nada menekan.
Adam berlalu pergi meninggalkan meja kerja Deena. ia kali ini tak marah atas ucapan kejam sang atasannya, bagaimana pun juga ia tau betul disini dialah yang salah karna tak profesional dalam bekerja. dia sudah melanggar etika bekerja karna membawa masalah pribadinya sampai ke kantor dan bahkan sudah mengganggu pekerjaan nya.
.
.
.
Adam pergi ke balkon untun mencari udara segar dan sekalian nyebat disana. Leo juga tak lama kemudian datang menghampiri sang atasan.
"bagaimana?".. tanya Adam sambil menawari Leo rokok.
Leo tentu tak menolak dan langsung mengambil sebiji dari tangan Adam.
begitu terlihat di wajahnya , keadaan yang sekarang tidak baik baik saja. ia yang biasanya ceria dan selalu ngegas gini berubah dingin dan lebih pendiam.
Adam membanting rokok yang ia pegang kemudian menginjaknya sekeras tenaganya..
"sialaaaaannnnn!!!". teriak Adam dengan muka yang merah padam..
" kamu harus hati hati. jangan sampai papa tau kita menyelidiki nya "... sambung Adam lagi.
Leo mengangguki ucapan bosnya.
" satu hal lagi yang harus anda tau".. ucapnya
"katakan!!"..
" pak Yanto Saputra juga ada disana. sepertinya ia dan tuan besar saling berhubungan. dia terlihat tak kaget ketika tuan besar menyiksa seseorang. dan..".. Leo menghentikan ucapnya, ia sedikit takut untuk mengatakan hal itu lebih lanjut lagi.
"dan apa? jika kau tak melanjutkan ucapan mu, aku akan memotong li dah mu!!". ancam Adam.
" dan mereka sempat terlihat bertengkar kemudian tuan besar menodongkan pistolnya ke arah ayahnya nona Deena"...
Adam melonggarkan dasi dilehernya dan menjambak rambut nya sendiri .
__ADS_1
"lalu apa yang terjadi?.".. tanya Adam lagi.
" tidak ada. beliau pergi meninggalkan tuan besar"...
Adam sedikit lega dan degup jantunya perlahan mulai berdegup dengan normal.
.
.
...
Deena memilih tak pulang kerumah dan izin ke ibunya untuk menginap si kos kosan Gisele.
bahkan disana sekalipun ia tetap diam seribu bahasa. wajah yang tak bersemangat, kebanyakan melamun sendirian dan tak terlalu mendengar kan apa yang Gisele katakan. berapa kali Gisele bertanya ke Deena, ada masalah apa yang membuat ia seperti ini, ia hanya dijawab dengan senyuman dan kata 'nanti akan aku ceritakan.
ia khawatir namun tak bisa berbuat apa apa untuk sahabatnya itu. pada akhirnya malam itu ia lalui dengan rasa penasaran dan diamnya Deena seribu bahasa.
..
..
..
Adam mengalami insomnia karna terus memikirkan sang papa yang menodongkan pistol ke arah ayahnya Deena, dia penasaran kenapa mereka sampai bertengkar saat itu.
Dia kemudian bangun dari tempat tidurnya, lalu duduk di dekat komputer mengecek email yang masuk.
email itu berisi tentang identitas ayah nya Deena yang diselidiki oleh anak buahnya Adam.
tapi ternyata sunggu nihil sekali, tidak ada apapun yang penting tentang Yanto kecuali dimulai dari hari ia menikah dengan istrinya Moana.
tidak ada jejak kriminalnya, tidak ada jejak riwayat hidup nya dari ia lahir sampai ia menikah. sungguh orang yang misterius.
Adam bertanya tanya, siapa sebenarnya orang itu, apa hubunganya dengan sang ayahnya.
"kenapa sulit sekali, bahkan tidak ada data tentang keluarganya atau tempat tinggal ia sebelum menikah".. gumam Adam yang pokus didepan komputernya.
" apakah ini alasan dia tidak direstui oleh keluarga istrinya. karna dia orang yang misterius dan tidak memiliki jejak kehidupan sebelumnya?. pasti!! karna bagaimana pun juga, keluarga Amon adalah keluarga yang tak sembarangan menerima orang masuk di antara mereka, apalagi berstatus menjadi keluarga mereka."...
Adam kemudian mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
"hentikan pencarian kalian tentang dia. ada yang janggal, sepertinya ia bukan orang sembarang.".. Adam kemudian mematikan ponselnya dan menatap poto masa muda Yanto di layar komputer nya.
" sebenarnya apakah anda berbahaya atau tidak untuk keluarga ku?". batin Adam saat itu
__ADS_1